Blog
Kemewahan Mazda CX-5 Elite, Cocok Buat Para Cewek

Cewek-cewek pasti suka mobil mewah yang kompatibelnya lengkap, bisa buat naruh banyak make up. Kenalin dulu, ini generasi terbaru Mazda CX-5 Elite, punya desain sporty dan performa gahar. Bagian interiornya dari material berkelas yang bikin keliatan mewah.
Emangnya, seberapa mewah CX-5 Elite taun 2022 yang harganya masih Rp 633 jutaan ini?
Desain Mazda CX-5 Elite
Dilihat dari luar aja, CX-5 Elite punya bodi cukup gagah. Panjang mobil sekitar 4.575 mm, lebar 1.845 mm, dan tinggi 1.680 mm. Dari depan ada lampu LED hemat energi yang tampilannya tetap stylish. Asyik banget tuh kalo kamu bawa pergi atau nongkrong bareng bestie kan?
Interior mewah dan lengkap
Pindah ke interior Mazda CX-5 Elite dulu, yuk! Mobil 5 seat ini material joknya berkualitas tinggi, yaitu terbuat dari kulit nappa dan fabric halus. Gak heran kalo jok mobil keliatan lebih mewah, halus, dan premium. Belum lagi fitur elektrik yang bisa kita atur secara kursi otomatis.
Gak cuma soal seat aja, kamu bisa naruh perlengkapan skincare dan makeup ke dalam konsol tengah atau dashboard. Bagian bagasi belakang juga cukup lega atau bisa nampung barang 1,6 liter.
Fitur keselamatan tinggi
Bicara soal keselamatan Mazda CX-5 Elite gak usah kamu raguin lagi. Mobil ini punya sistem i-Activsense Mazda yang bantu ngurangin risiko kecelakaan, ningkatin kenyamanan, dan ngasih perlindungan penuh. Beberapa fitur keselamatannya ada pengereman darurat, pengawas blind spot, pengingat tabrakan, sampe pengingat keluar jalur. Pasti safety banget buat cewek yang masih baru pake mobil.
Fitur infotainment
Dari fitur keselamatan, sekarang kita bahas fitur infotaimentnya. Mobil Mazda ini udah punya touch screen 10,25 inch yang udah nyambung smartphone. Sistem ini memungkinkan kamu buat akses musik, navigasi, informasi mobil, sampe kontrol suara dari layar sentuh. Kalo lagi bosen, kamu bisa akses aplikasi di Smartphone buat nerima telepon, pesan, sampe browsing media sosial.
Itu tadi beberapa ulasan tentang mobil Mazda CX-5 Elite. Kalo kamu mau tau lebih lanjut, tonton di video ini aja!
Blog
China Larang Pintu Retractable Mulai 2027, Apa Alasannya?

Pintu retractable alias gagang pintu tersembunyi memang kelihatan futuristik. Desain gagang pintu rata bodi, bikin kita yang melihat ngebatin “Keren ya desainnya”.
Banyak mobil listrik asal China mengandalkan model ini, salah satunya BYD Seal yang juga sudah wara-wiri di Indonesia.
Tapi ternyata desain retractable alias tersembunyi yang selama ini jadi simbol mobil futuristik, terutama di banyak EV China, itu gak safety. Dan penggunaannya akan mulai tahun 2027.
Kenapa dilarang? Banyak kasus di China di mana pintu gagal terbuka di situasi darurat karena mekanismenya terlalu bergantung pada listrik. Jadi pas mobil kecelakaan atau sistem listrik mati, gagang pintu yang harusnya muncul malah gak bisa dibuka.
Kasus ini bahkan sudah menyebabkan korban jiwa serta menyulitkan proses evakuasi atau pertolongan.
Aturan ini juga sebenarnya dipicu oleh draft regulasi baru yang dirilis oleh Kementerian Industri dan Teknologi Informasi China (MIIT). Regulasi itu disebut Safety Technical Requirements for Automobile Door Handles (atau standar keselamatan teknis untuk pegangan pintu mobil) yang mulai dibahas sejak pertengahan 2025 dan kemudian direncanakan untuk diberlakukan paling lambat pada 1 Januari 2027.

Dalam aturan itu sudah jelas kalau semua mobil yang dipasarkan di China wajib punya gagang pintu yang bisa dibuka secara mekanis, baik dari dalam maupun luar, tanpa tergantung aliran listrik.
Jadi kuncinya bukan sekadar melarang bentuknya yang tersembunyi, tetapi memaksa desain yang tetap bisa dioperasikan secara manual saat situasi darurat.
Tapi, regulator China sendiri gak serta-merta anti desain futuristik. Yang dilarang justru yang sepenuhnya bergantung pada motor listrik dan sensor tanpa backup mekanis.
Kalau sebuah handle masih punya mekanisme manual cadangan yang bisa diakses mudah saat listrik mati, itu masih boleh, karena tujuannya memang keselamatan.
Menariknya, aturan ini bukan cuma berdampak di pasar domestik China. Karena China adalah negara produsen dan eksportir mobil terbesar, standar keselamatan yang baru bisa jadi ikut mempengaruhi desain mobil yang nanti dijual di negara lain, termasuk unit yang kita lihat masuk ke Indonesia.
Untuk pasar Indonesia, belum ada aturan serupa. Tapi keputusan China ini bisa jadi alarm awal bagi negara lain, termasuk Indonesia.
Apalagi banyak mobil listrik China masuk ke Tanah Air. Bukan gak mungkin, ke depan desain pintu juga ikut disesuaikan demi standar keselamatan global.
Blog
Bensin Tinggal E, Mobil Masih Bisa Dipakai Berapa KM?

Ada satu momen yang hampir pasti pernah dialami semua pemilik mobil, indikator bensin sudah di huruf E. Buat sebagaian orang, itu cuma peringatan kecil,
Tapi buat orang lain.. itu kayak alarm tanda bahaya. Pikirannya bisa langsung ke mana-mana, “Ini mobil masih kuat berapa kilometer lagi, ya?”. Pertanyaan ini wajar banget, apalagi buat yang gak biasa bawa mobil.
Sebenarnya ketika indikator bensin di huruf E itu masih ada sisa bahan bakar, jadi gak benar-benar habis sepenuhnya.
Pabrikan mobil sengaja bikin indikator bensin gak jujur-jujur amat. Saat jarum sudah di E atau lampu bensin menyala, di dalam tangki biasanya masih tersisa sekitar 5–10 persen dari kapasitas total.
Contohnya, tangki mobil kamu kapasitasnya 40 liter, berarti masih ada sisa sekitar 2-4 liter. Atau tangki mobil kamu 50 liter? berarti mobil masih punya cadangan BBM sekitar 3-5 liter.
Sisa bahan bakar ini memang disiapkan sebagai cadangan darurat, buat kamu segera cari SPBU terdekat.

Kalau ditanya dengan kapasitas BBM kurang dari lima liter bisa tempuh jarak berapa KM, ini tergantung dari beberapa hal. Mulai dari kondisi jalan dan gaya nyetir, konsumsi BBM mobil, sampai kapasitas tangki itu sendiri. Tapi secara kasar, mobil bisa jalan sekitar 15-30 KM.
Selain itu, alasan mobil masih bisa berjalan meski indikator sudah E juga berkaitan dengan komponen di dalam tangki. Pompa bensin itu butuh bahan bakar sebagai pelumas sekaligus pendingin.
Kalau bensin benar-benar habis, pompa berisiko cepat panas dan rusak. Makanya, indikator dibuat lebih konservatif supaya pengemudi gak nekat menghabiskan bensin sampai tetes terakhir.
Tapi hal ini bukan berarti kamu jadi sering ngebiarin bensin sampai E. Karena sisa bahan bakar yang sedikit bisa bikin kotoran di dasar tangki ikut tersedot. Dalam jangka panjang, ini bisa berdampak ke sistem bahan bakar dan membuat komponen bekerja lebih berat.
Blog
Kenapa Tombol Fisik di Mobil Baru Makin Sedikit?

Coba perhatiin interior mobil-mobil baru sekarang. Dashboard rapi, layar besar nempel di tengah, tapi tombol fisiknya minim. Mau atur AC, buka menu dulu. Mau kecilin kipas, harus sentuh layar. Sekilas modern, tapi buat sebagian pengemudi, ini justru bikin ribet.
Perpindahan tombol ke layar sebenarnya bukan sekadar ikut tren. Buat pabrikan, layar sentuh itu lebih fleksibel. Satu layar bisa ganti banyak fungsi tanpa perlu nambah komponen fisik. Desain dashboard jadi lebih simpel, biaya produksi bisa ditekan, dan tampilan terlihat modern.
Selain itu, konsumen sekarang juga makin akrab sama layar. Smartphone jadi benda wajib, jadi pabrikan merasa pengemudi sudah terbiasa geser dan sentuh layar.
Masalahnya, mobil beda dengan ponsel. Saat nyetir, mata harus fokus ke jalan. Tombol fisik bisa dihafal posisinya, diputar tanpa perlu melirik. Layar sentuh menuntut perhatian lebih, apalagi kalau menu terlalu dalam.

Bahkan, lembaga seperti Euro NCAP (program penilaian keselamatan mobil di Eropa) mulai menerapkan standar yang mendorong penggunaan tombol fisik untuk fungsi penting supaya pengemudi gak terlalu melihat layar saat berkendara, ini menyebabkan beberapa pabrikan memikirkan ulang desain mereka
Makanya, belakangan mulai muncul tren balik arah. Beberapa pabrikan kembali menghadirkan tombol fisik untuk fungsi penting seperti AC dan volume. Ternyata, yang kelihatan futuristik belum tentu paling nyaman dipakai harian.
Teknologi memang bikin mobil makin modern. Tapi di balik layar besar dan dashboard minimalis, ada satu hal yang gak boleh dilupain, mobil itu dipakai sambil bergerak. Dan buat urusan nyetir, kadang tombol lama justru lebih safety.
BlogBacaan 2 menitIni 5 Lampu Merah Terlama di Indonesia, Kuncinya Cuma Sabar
NewsBacaan 2 menitMercedes Benz AMG SL 63 Nampang Di Queen Of Tears
NewsBacaan 2 menitVF 3 Mini-SUV Elektrik Harganya 227 Jutaan Rupiah
NewsBacaan 3 menitIntip Perbedaan Hyundai Stargazer X
NewsBacaan 3 menit8 Fitur GWM Tank 500 Yang Kepake Banget
NewsBacaan < 1 menitiCar – Mobil Listrik Apple Batal Diproduksi
YouTubeReview Modifikasi Semi-alto Hyundai Creta Prime
BlogBacaan 3 menitMobil Paling Irit BBM, Harga di bawah Rp 300 jutaan!





















