Connect with us

News

Suzuki Satria Balik Lagi! Tetap Kencang tapi Makin Canggih

Published

on

Dari dulu, nama Suzuki Satria selalu punya tempat khusus di kalangan anak motor. Mulai dari era karburator sampai injeksi, namanya sudah melekat banget sama dunia kecepatan anak motor dari dulu itu.

Identitasnya jelas, ramping, responsif, dan ngebut tanpa banyak basa-basi. Nah, setelah lebih dari dua dekade, Suzuki kembali merapikan tampilan sekaligus upgrade teknologi si legenda ini.

Bertempat di Sentul, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) resmi ngenalin dua varian baru, yaitu Satria PRO dan Satria F150.

Teuku AGHA, 2W Sales & Marketing Dept Head PT SIS, bilang kalau Satria bukan sekadar motor, ini ikon dan legenda kecepatan.

“Kini saat yang tepat bagi Suzuki untuk kembali memberikan pembaruan sekaligus menaikkan standar baru. Produk ini mengusung empat prinsip esensial sebagai karakter yang mudah diterima di pasar,” kata Agha.

Secara garis besar, karakter Satria tetap dipertahankan akselerasi kuat dan bertenaga, bodi yang ramping gampang diajak nyelip, dan pengendalian yang gesit.

Tapi sekarang ada sentuhan kenyamanan dan teknologi yang bikin pengendara gak cuma cepat, tapi juga lebih santai dan percaya diri. Suzuki menawarkannya dalam dua pilihan, tergantung gaya dan kebutuhan masing-masing pengguna.

Satria PRO datang sebagai varian paling komplet. Sorotan utamanya adalah fitur Suzuki Ride Connect. Jadi speedometernya bukan cuma tampil angka dan indikator, tapi bisa nyambung ke smartphone lewat bluetooth.

Pengendara bisa lihat navigasi langsung di layar motor, cek lokasi parkir terakhir, catatan perjalanan, sampai pengingat servis. Layar speedometer cluster juga bisa tampilin sistem arah navigasi yang sudah terhubung dengan peta digital, notifikasi pesan atau kalender, peringatan cuaca, sampai pengingat batas kecepatan.

Sistem pengereman depan juga udah ABS, bikin motor tetap stabil ketika harus ngerem mendadak. Kunci kontaknya pun sudah keyless, jadi cukup bawa remote di kantong. Ada ruang penyimpanan 961 ml lengkap dengan USB charger, yang bisa jaid tempat penyimpanan barang.

Selain itu, Satria PRO juga sudah pakai Suzuki Clutch Assist System (SCAS) yang punya dua fungsi utama. Pertama Assist Function yang bisa meningkatkan daya cengkeram kopling saat akselerasi. Kedua, Slipper Function, buat mengatur tekanan cengkeraman kopling saat pengendara lakukan downshifting.

Hasilnya, pengendara bakal merasakan adanya peningkatan kehalusan dan kemudahan pengoperasian kopling setiap melakukan perjalanan.

Selain itu, tampilan depannya juga makin tajam lewat headlamp LED baru.

Varian ini hadir dengan warna eksklusif CandyMat Bordeaux Red atau Titan Black dan dihargai Rp 34.900.000 (OTR Jakarta).

Sementara itu, Satria F150 ditujukan buat yang fokusnya tetap ke performa, tapi dengan paket yang lebih sederhana dan ramah kantong.

Mesinnya sama persis, handlingnya sama, rasa berkendaranya juga sama. SCAS juga tetap dipakai biar rasa koplingnya serupa. Bedanya, fitur-fitur canggih seperti ABS dan Ride Connect gak ada di varian ini.

Tapi secara tampilan tetap sporty, dan pilihan warnanya pun atraktif. Harganya berada di angka Rp 31.000.000 (OTR Jakarta).

Untuk jantung pacunya, keduanya masih memakai mesin 150cc DOHC 4-Valve fuel injection, dengan pendingin cairan yang sampai sekarang dikenal menghasilkan tenaga paling besar di kelasnya. Tapi, motor ini sekarang sudah disesuaikan dengan standar emisi terbaru.

Jadi yang nunggu Satria reborn, ya ini dia. Tinggal pilih kamu tim PRO atau tim F150.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News

Karpet Mobil Bisa Senyaman Ini? Trapo Classic V Resmi Meluncur

Published

on

By

Pasar aksesori mobil makin ramai dengan hadirnya produk-produk yang bukan cuma fokus ke tampilan, tapi juga kenyamanan dan fungsi harian. Salah satunya datang dari Trapo Indonesia yang baru saja meluncurkan karpet mobil premium terbaru mereka, Trapo Classic V.

Peluncuran produk ini digelar di showroom Trapo PIK 2, Tangerang, sekaligus memperkenalkan wajah baru mereka, Roro.

Secara konsep, Trapo Classic V memang dibuat buat pengguna mobil yang pengin kabinnya tetap nyaman, rapi, tapi juga praktis dipakai harian. Karpet ini pakai material EVA foam premium grade yang diklaim lebih empuk, ringan, tapi tetap tahan lama.

Menariknya lagi, Trapo juga menyematkan teknologi Anti-Slip RealGrip™ 2.0 supaya karpet tidak gampang geser saat dipakai. Jadi lebih aman, terutama buat area kaki pengemudi.

Belum cukup sampai situ, ada juga lapisan tambahan bernama CloudFlex™ Comfort Layer yang bikin pijakan kaki terasa lebih nyaman. Buat yang sering nyetir jauh atau terjebak macet, detail kecil seperti ini biasanya cukup terasa bedanya.

Bukan cuma jual fitur, Trapo juga cukup pede soal kualitas produknya. Sebab, Trapo Classic V dibekali garansi sampai 4 tahun.

Artinya, konsumen mendapat perlindungan lebih panjang untuk kerusakan akibat masalah produksi.

Selain itu, Trapo juga menyediakan layanan instalasi gratis, baik langsung di showroom maupun lewat home service untuk area Jakarta, Tangerang, dan Surabaya. Jadi konsumen tinggal duduk manis tanpa perlu repot pasang sendiri.

Layanan after sales juga jadi salah satu yang mereka tonjolkan. Konsumen bisa datang ke jaringan showroom atau menggunakan layanan home service untuk perawatan maupun kebutuhan lain terkait produk.

“Dengan Trapo® Classic V dan komitmen kami terhadap kualitas dan layanan, kami ingin memastikan bahwa setiap konsumen mendapatkan produk terbaik serta pelayanan yang dapat diandalkan. Ke depannya, kami akan terus berinovasi untuk memenuhi kebutuhan mobilitas dan kenyamanan pelanggan,” ujar Meita Feriana.

Buat yang penasaran, Trapo Classic V sudah bisa didapatkan lewat showroom resmi maupun marketplace online mereka.

Continue Reading

News

Honda Lebih Pilih Hybrid daripada EV, Ini Alasannya

Published

on

By

Honda lagi mengubah strategi besarnya buat pasar global. Kalau sebelumnya gencar ngomongin mobil listrik alias EV, sekarang pabrikan Jepang itu justru mulai fokus serius ke teknologi hybrid.

Perubahan arah ini kabarnya dipicu karena beberapa proyek mobil listrik Honda sebelumnya batal dan bikin perusahaan rugi besar. Nah, sebagai gantinya Honda sekarang siap meluncurkan banyak mobil hybrid baru dalam beberapa tahun ke depan.

Bahkan, Honda sudah memperlihatkan dua mobil konsep terbaru yang diduga kuat jadi calon generasi anyar Honda Accord dan Acura RDX.

Salah satunya adalah Honda Hybrid Sedan Prototype. Bentuknya sedan fastback lima pintu dengan desain lebih modern, lampu LED tipis, dan tampang depan yang mirip konsep Civic generasi baru.

Sementara satu lagi adalah Acura Hybrid SUV Prototype yang diyakini bakal jadi penerus Acura RDX. SUV ini tampil lebih sporty dengan bodi berotot, bumper agresif, dan lampu belakang berbentuk V.

Honda bilang kedua mobil tersebut bakal masuk jalur produksi dalam dua tahun ke depan.

Hybrid Jadi Senjata Utama Honda

Mulai 2027 nanti, Honda bakal memakai platform hybrid generasi terbaru untuk banyak model globalnya.

Targetnya cukup ambisius, biaya produksi mau dipangkas sampai 30 persen dan konsumsi BBM dibuat lebih irit lebih dari 10 persen dibanding model tahun 2023.

Honda juga lagi menyiapkan sistem penggerak AWD elektrik baru plus teknologi ADAS generasi terbaru yang dijadwalkan hadir mulai 2028.

Menariknya, Honda sekarang justru mengalokasikan investasi paling besar untuk mesin bensin dan hybrid, bukan EV murni.

Dari total investasi 6,2 triliun yen sampai 2029, sekitar 4,4 triliun yen bakal dipakai untuk pengembangan mobil bensin dan hybrid. Sementara buat mobil listrik murni, Honda cuma menyiapkan sekitar 0,8 triliun yen.

Gara-gara Rugi Besar?

Arah baru Honda ini bukan tanpa alasan.

Pabrikan tersebut baru saja mencatat kerugian tahunan pertama sejak 1957. Nilainya mencapai 423,9 miliar yen. Kerugian itu sebagian besar datang dari restrukturisasi dan pembatalan proyek mobil listrik yang nilainya tembus 1,57 triliun yen.

Meski begitu, Honda tetap optimistis bisa bangkit lagi dalam beberapa tahun ke depan.

Pasar Amerika Jadi Fokus

Honda juga menegaskan kalau Amerika Utara bakal jadi salah satu pasar utama untuk mobil hybrid mereka.

Pabrik Honda di Ohio nantinya bakal dialihkan untuk memproduksi mobil bensin dan hybrid. Bahkan seluruh pabrik Honda di Amerika Serikat juga bakal disiapkan supaya bisa memproduksi kendaraan hybrid.

Bukan cuma itu, kerja sama Honda dengan LG Energy Solution juga bakal diubah. Sebagian produksi baterai EV nantinya dialihkan buat baterai hybrid demi mengatasi masalah pasokan dan tarif.

Jepang, India, dan China Punya Strategi Berbeda

Di Jepang, Honda bakal fokus ke kei car listrik termasuk calon N-Box EV yang dijadwalkan meluncur tahun 2028. Kalau di India, Honda tetap fokus ke mobil kompak dan motor karena pasar roda dua di sana masih besar banget.

Sementara untuk China, Honda bakal kerja sama lebih dekat dengan partner lokal buat mengembangkan mobil elektrifikasi yang sesuai pasar setempat.

Yang paling menarik, Honda juga memberi sinyal kalau mereka tidak mau jalan sendiri buat bikin platform EV generasi berikutnya. Jadi kemungkinan besar bakal menggandeng partner lain setelah 2030 nanti.

Continue Reading

News

Wuling Eksion Siap Masuk ke Garasi Konsumen

Published

on

By

Wuling Eksion siap masuk garasi konsumen! Akhirnya Wuling mulai ngirim Eksion ke konsumen Indonesia. Seremoni handover SUV 7-seater terbaru ini digelar di Summarecon Mall Serpong, Tangerang, Sabtu (9/5/2026).

Di acara ini, ada 25 konsumen yang jadi penerima pertama Wuling Eksion. Momen ini juga jadi tanda kalau SUV terbaru Wuling tersebut resmi mulai wara-wiri di jalanan Indonesia setelah debut pada 22 April lalu.

“Sejak diperkenalkan kepada masyarakat Indonesia, Wuling Eksion mendapatkan respon yang sangat positif dan pada hari ini Wuling secara resmi melaksanakan handover Wuling Eksion kepada pelanggan. Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepada Eksion. Kami berharap Wuling Eksion dapat menjadi bagian dari perjalanan baru bersama keluarga Indonesia,” kata Kharismawan Awangga, Sales Director Wuling Motors.

Respons pasar buat Wuling Eksion ternyata lumayan kencang. Wuling bilang, mobil ini sudah kantongi lebih dari 1.000 SPK sejak pertama kali dikenalkan ke publik.

Menariknya lagi, salah satu pemesan Eksion datang dari pemain Timnas Indonesia, Egy Maulana Vikri. Pesepak bola tersebut memilih varian Plug-in Hybrid atau PHEV.

Setelah peluncuran nasional, Wuling juga langsung roadshow ke beberapa kota buat ngenalin Eksion lebih dekat ke masyarakat. Sejauh ini regional launch sudah digelar di Bali, Batam, Bandung, dan Tangerang. Selanjutnya mobil ini bakal mampir ke Bekasi, Medan, Makassar, Semarang, sampai Surabaya.

Eksion sendiri hadir dalam pilihan EV dan Plug-in Hybrid. SUV keluarga ini dibangun pakai platform terbaru Wonder Flexible Modular System (WFMS) yang memang dirancang khusus buat kendaraan elektrifikasi.

Buat versi Plug-in Hybrid, Wuling nyematkan LING Power Hybrid System yang diklaim bisa kasih performa halus tapi tetap irit bahan bakar. Ada juga fitur LING OS buat konektivitas pintar dan MAGIC Battery Pro untuk keamanan baterai.

Soal tampilan, desain Eksion dibuat cukup modern dengan gaya SUV yang terlihat tegas dan bongsor. Kabinnya juga lega buat isi tujuh orang penumpang.

Fitur kenyamanannya lumayan lengkap. Ada panoramic sunroof sampai bagasi besar yang kapasitasnya bisa tembus 1.788 liter.

Untuk daya jelajah, varian EV diklaim bisa jalan sampai 530 km dalam sekali cas berdasarkan standar CLTC. Sementara versi Plug-in Hybrid total jarak tempuhnya bisa lebih dari 1.000 km.

Wuling juga sudah nyematkan fitur ADAS Level 2 buat nambah keamanan selama perjalanan.

Buat yang tertarik, Wuling masih kasih program Early Bird untuk 2.000 konsumen pertama. Benefitnya berupa gratis biaya perawatan berkala untuk varian EV dan PHEV sesuai syarat dan ketentuan berlaku.

Selain itu ada juga Lifetime Warranty untuk komponen inti kendaraan elektrifikasi, baik buat model EV maupun Plug-in Hybrid.

Continue Reading

Trending