Connect with us

News

Ssst, Ini Bocoran Desain BMW M5 2025!

Published

on

Bodi BMW M5

Sobat Halotomotif, siapa yang gak sabar nunggu mobil terbaru keluaran BMW? Kabarnya, BMW lagi nyiapin model terbaru all new BMW M5 yang bakal rilis di taun 2025 nanti. Merk flagship satu ini tetep pertahanin sedan berperforma tinggi, desain mewah, dan bodi elegan. Harganya juga gak main-main, ditaksir BMW terbaru sekitar $ 120 ribu dolar atau sekitar Rp 1,9 M, lo!

FYI, bocoran desain BMW M5 terbaru keliatan di sekitar Garching, Jerman. Mobil ini ketangkap basah lagi ngelakuin pengujian dengan bodi kamuflase. Biar pun masih percobaan, udah ada banyak bocoran soal mesinnya.

Langsung aja kita cari tau keistimewaan BMW M5 2025 ini, Sob!

Desain BMW M5 2025

Yang namanya BMW emang terkenal soal desainnya yang mewah. Dari luar aja udah keliatan lampu LED yang bikin tampilan mobil keliatan elegan. Bagian bumper mobil dipaduin side skirt yang keliatan sporty. Bodinya sendiri keliatan mungil, cukup buat 4-5 orang. 

Sistem infotainment

Meski detail resmi BMW M5 belum rilis, kabarnya mobil ini udah punya sistem infotainment lengkap. Contohnya kayak layar touchscreen yang dukung iDrive 8 terbaru. Sistem udah dipastiin terkoneksi Apple CarPlay, hotspot, wiffi, radio satelit, sampe audio premium, Sob! 

Performa mesin 

Soal mesin BMW 5 2025 gimana? Kabarnya, mobil ini mesinnya mirip kayak model XM Label Red yang pakai V8 kapasitas 4,4 liter dengan plug-in hybrid. Mesin ini bisa ngehasilin 718 hp dan torsi puncak 1.030 Nm. Kalo dugaan ini bener, berarti M5 2025 tenaganya lebih dari 101 hp. Harapannya, M5 bisa nempuh jarak 87 mph atau 139,7 km/jam dalam mode EV. 

Kapan BMW M5 2025 launching?

Sekedar informasi, dilansir dari laman Car and Driver, sedan BMW M5 2025 generasi baru bakal hadir di panggung bulan Juli 2024 nanti. Mobil ini bakal jadi saingan Mercedes-AMG-E-Class yang sekarang pake mesin 6-silinder kapasias 3 liter dan motor listrik hybrid. Tapi, ngeliat fitur dan performa terbaru BMW 5 siapa yang gak kepingin coba? So, kita nantikan kedatangannya di pasar global aja, Sob!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News

Wuling Hadirkan Aira ev, City Car Listrik Baru Buatan Indonesia

Published

on

By

Wuling Motors akhirnya resmi memperkenalkan mobil listrik terbaru, Aira ev, di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Model ini jadi city car listrik Wuling yang disiapkan buat ikutin perkembangan kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia.

Peluncuran Aira ev juga bertepatan dengan perjalanan sembilan tahun Wuling di Indonesia. Menariknya, mobil listrik ini sudah diproduksi secara lokal di pabrik Wuling yang berada di Cikarang, Jawa Barat.

“Wuling berhasil mengukuhkan posisinya sebagai Brand No.1 Global Small Electric Vehicle. Pencapaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia,” ujar Arif Pramadana selaku Vice President Wuling Motors.

Pasar EV Makin Tumbuh, Kebutuhan Konsumen Ikut Berubah

Wuling melihat tren kendaraan listrik di Indonesia terus mengalami pertumbuhan. Hingga Juni 2026, populasi kendaraan listrik di Tanah Air sudah menembus 236 ribu unit dengan kontribusi sebesar 16 persen terhadap total pasar otomotif nasional.

Di segmen city car, kendaraan listrik bahkan menjadi kontributor terbesar dengan pangsa pasar mencapai 51 persen. Kondisi ini yang kemudian mendorong Wuling menghadirkan Aira ev sebagai pilihan baru di kelas mobil listrik perkotaan.

Menurut Wuling, ekspektasi konsumen terhadap sebuah electric city car juga mulai berubah. Bukan cuma praktis dipakai harian, tetapi juga harus punya kabin yang lebih lega, fitur modern, sudah mendukung fast charging, dan menggunakan desain empat pintu agar akses keluar masuk penumpang lebih mudah.

Karena itu, Aira ev hadir dengan empat karakter utama, yakni Artistik, Inovatif, Ramah, dan Aman.

Diproduksi Lokal di Cikarang

Aira ev diproduksi di fasilitas manufaktur Wuling di Cikarang oleh talenta Indonesia. Mobil listrik ini ditujukan untuk berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, first jobbers, profesional, hingga keluarga.

Sebagai pelengkap, Wuling juga memberikan program Free Lifetime EV Core Components Warranty yang mencakup tiga komponen utama kendaraan listrik, yaitu Drive Motor, Motor Controller Unit, dan High Voltage Battery. Program ini ditujukan untuk memberikan pengalaman kepemilikan kendaraan listrik yang lebih nyaman bagi konsumennya.

“Didorong oleh semangat ‘Wuling Dibangun di Indonesia untuk Anda’, kami dipercaya oleh konsumen sebagai partner mobilitas. Kepercayaan tersebut kami bangun melalui tiga komitmen utama, yaitu Good Product, Good Quality, dan Good Service. Pada kesempatan ini juga kami mengundang seluruh masyarakat untuk mengunjungi booth Wuling di GIIAS 2026 dan merasakan langsung berbagai inovasi yang kami hadirkan, termasuk Wuling Aira ev,” kata Arif Pramadana.

Continue Reading

News

GIIAS 2026 Resmi Dibuka, Siap Manjakan Pecinta Otomotif

Published

on

By

GIIAS 2026 akhirnya resmi dibuka. Mulai hari ini, Kamis (30/7/2026), sampai 9 Agustus mendatang, ICE BSD City bakal jadi tempat kumpulnya deretan mobil baru, teknologi terbaru, sampai berbagai inovasi dari merek otomotif dunia.

Pembukaan pameran dilakukan langsung oleh Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita. Tahun ini, GIIAS kembali jadi salah satu ajang otomotif terbesar di Indonesia yang menghadirkan puluhan merek kendaraan dari berbagai negara.

Dalam sambutannya, Agus mengapresiasi GAIKINDO yang dinilai konsisten menjaga eksistensi GIIAS hingga memasuki penyelenggaraan ke-33.

“Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian menyampaikan selamat dan apresiasi kepada GAIKINDO atas penyelenggaraan GIIAS. Menjaga sebuah pameran tetap relevan selama 33 kali penyelenggaraan bukanlah pekerjaan yang mudah, dan GAIKINDO telah membuktikan dirinya sebagai mitra strategis dan terpercaya, baik di masa sulit maupun di saat pasar tumbuh baik,” ujar Agus.

Menurut Agus, kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri otomotif juga perlu terus diperkuat karena sektor ini punya peran penting terhadap perekonomian nasional.

“Hubungan kemitraan ini harus terus diperkuat, karena pemerintah memandang sektor otomotif sebagai salah satu sektor yang sangat penting bagi perekonomian nasional. Kementerian Perindustrian akan senantiasa hadir sebagai mitra strategis industri, mendengarkan, memfasilitasi, dan berjalan bersama Bapak dan Ibu sekalian,” kata Agus.

GIIAS Tahun Ini Makin Besar

Kalau dibanding tahun-tahun sebelumnya, GIIAS 2026 hadir dengan skala yang lebih besar. Ada lebih dari 65 merek otomotif global yang ikut meramaikan pameran, mulai dari Jepang, Korea Selatan, Eropa, Amerika Serikat, China, sampai Vietnam.

Gak cuma itu, lebih dari 150 merek industri pendukung juga ikut ambil bagian. Jadi selain lihat mobil baru, pengunjung juga bisa melihat berbagai produk aftermarket, aksesori, teknologi, hingga layanan pendukung otomotif.

Ketua Umum GAIKINDO, Putu Juli Ardika, mengatakan GIIAS 2026 membawa optimisme baru di tengah kondisi ekonomi global yang masih penuh tantangan.

“Di tengah tantangan ekonomi global, industri otomotif Indonesia terus menunjukkan daya tahan yang kuat, GIIAS 2026 hadir membawa semangat dan optimisme baru untuk mendorong industri otomotif nasional bergerak lebih cepat dan lebih kuat, sekaligus membuktikan bahwa Indonesia semakin dipercaya sebagai pusat produksi dan ekspor kendaraan untuk pasar global,” ujar Putu.

Tiket Mulai Rp 50.000

Buat yang mau datang langsung ke GIIAS 2026, tiket bisa dibeli secara online lewat aplikasi atau situs Auto360.

Harga tiket weekdays dibanderol Rp 50.000, sedangkan weekend dijual Rp 100.000.

Kalau beli langsung di lokasi, harga tiketnya Rp 75.000 saat weekdays dan Rp 125.000 saat weekend.

GIIAS 2026 Resmi Dibuka, Siap Manjakan Pecinta Otomotif

Selesai digelar di BSD City, rangkaian GIIAS The Series 2026 bakal lanjut ke beberapa kota besar.

Mulai dari Surabaya pada 26-30 Agustus, lanjut ke Bandung pada 9-13 September, Semarang pada 30 September-4 Oktober, dan ditutup di Makassar pada 28 Oktober-1 November 2026.

Yang menarik, tahun depan GAIKINDO juga bakal menambah satu kota baru dalam rangkaian pamerannya, yakni Bali. GIIAS Bali dijadwalkan berlangsung pada 27-31 Januari 2027 di The Meru Sanur.

Jadi buat yang belum sempat datang ke BSD, masih ada kesempatan buat mampir ke kota lain saat rangkaian GIIAS The Series digelar.

Continue Reading

News

Robot Siap Kerja di Pabrik Hyundai, Karyawan Sampai Mogok Kerja

Published

on

By

Industri otomotif sekarang lagi berubah cepat. Bukan cuma soal mobil listrik yang makin banyak bermunculan, tapi juga karena robot mulai masuk ke pabrik-pabrik mobil.

Buat sebagian orang, kehadiran robot mungkin dianggap kabar baik karena produksi bisa makin cepat dan efisien. Tapi buat para pekerja, ceritanya beda.

Di Korea Selatan, karyawan Hyundai bahkan sampai menggelar aksi mogok kerja. Bukan semata-mata karena minta gaji naik, tapi juga karena mulai waswas kalau suatu saat pekerjaan mereka bakal diambil alih robot.

Aksi mogok ini dilakukan selama tiga hari. Bukan mogok total, melainkan para pekerja pulang dua jam lebih awal dari jadwal kerja sambil menunggu negosiasi dengan manajemen selesai.

Gaji Naik, Tapi Masa Depan Pekerjaan Juga Jadi Kekhawatiran

Memang, salah satu tuntutan serikat pekerja adalah kenaikan gaji pokok, bonus yang lebih besar, sampai pembagian keuntungan perusahaan.

Menurut mereka, kalau perusahaan teknologi bisa menikmati keuntungan besar dari perkembangan AI, pekerja yang membuat mobil juga seharusnya ikut merasakan hasilnya.

Tapi ternyata, bukan cuma soal uang yang bikin mereka turun ke jalan.

Yang lebih bikin khawatir adalah rencana Hyundai menghadirkan robot humanoid Atlas buatan Boston Dynamics ke pabriknya di Amerika Serikat mulai 2028.

Awalnya robot ini bakal mengerjakan pekerjaan yang sifatnya berulang, seperti memindahkan barang atau mengurus logistik di dalam pabrik.

Namun seiring waktu, robot tersebut juga diproyeksikan bisa ikut membantu proses perakitan mobil yang lebih rumit.

Nah, di sinilah para pekerja mulai merasa cemas.

Mereka meminta Hyundai duduk bersama sebelum robot benar-benar digunakan secara luas. Selain itu, serikat pekerja juga ingin ada jaminan kalau otomatisasi gak bakal mengurangi pendapatan karyawan, sekaligus meminta usia pensiun diperpanjang dari 60 menjadi 65 tahun.

Hyundai Gak Sendirian

Kalau dipikir-pikir, langkah Hyundai ini sebenarnya bukan sesuatu yang mengejutkan.

Soalnya, banyak produsen mobil lain juga lagi berlomba mengembangkan robot dan teknologi AI buat membantu proses produksi.

Mulai dari Tesla, Mercedes-Benz, BMW, Toyota, Mitsubishi, BYD, sampai Chery, semuanya sudah mulai investasi besar-besaran di bidang ini.

Ke depannya, robot kemungkinan gak cuma bertugas angkat-angkat barang di gudang. Mereka juga diproyeksikan bisa ikut merakit mobil di lini produksi.

Produksi Bisa Terganggu

Buat Hyundai, aksi mogok ini jelas bukan kabar yang menyenangkan.

Pasalnya, sekitar setengah produksi mobil Hyundai di seluruh dunia masih berasal dari Korea Selatan. Jadi, kalau produksi terganggu meski cuma beberapa jam, dampaknya bisa cukup besar.

Ribuan mobil berpotensi telat diproduksi dan perusahaan bisa kehilangan pendapatan dalam jumlah yang gak sedikit.

Meski begitu, Hyundai tetap pada pendiriannya.

Kepala Produksi Domestik Hyundai, Choi Yeong Il, bilang aksi mogok sebelumnya hanya menyebabkan kerugian produksi, hilangnya pendapatan pekerja, serta memicu kritik dari pelanggan maupun masyarakat.

Ia juga menegaskan perusahaan gak akan mengganti upah pekerja yang hilang selama aksi mogok berlangsung.

Robot Bakal Jadi Rekan Kerja atau Pengganti?

Masuknya robot ke pabrik mobil sepertinya tinggal menunggu waktu.

Pertanyaannya, apakah robot cuma bakal membantu pekerjaan manusia, atau malah pelan-pelan menggantikan mereka?

Jawabannya mungkin baru akan terlihat beberapa tahun lagi.

Yang jelas, pabrik mobil masa depan kemungkinan bakal jauh berbeda dibanding sekarang. Bukan cuma dipenuhi suara mesin dan pekerja, tapi juga robot humanoid yang mondar-mandir membantu proses produksi.

Semoga saja yaa nanti robotnya gak ikut-ikutan minta kenaikan gaji juga.

Continue Reading

Trending