Connect with us

News

Mazda CX 60 Pro, Worth to Buy?

Published

on

Mazda CX 60 Pro

5-seaters dari Mazda ini emang bikin orang yang mau beli Mazda CX 5 mikir. Karena dari segi ukuran sedikit lebih gede daripada Mazda CX 5. Ini beberapa reason yang perlu lo tau kenapa Mazda CX 60 Pro kayak untuk di beli.

Biar gak bingung, varian Mazda CX 60 itu ada 3 yaitu Pro, Elite dan Kuro. Bedanya apa? Kalau yang Pro punya harga sekitar Rp818.000.000 mesinnya 2.500cc sedangkan yang Elite/Kuro harganya sekitar Rp1.188.800.000 mesinnya 3.300cc. Beda around 300 jutaan ya. So, bahas yang Pro aja karena lebih ramah dikantong.

Spesifikasi Mazda CX 60 Pro

Mesin Mazda CX-60 Pro 2.500 cc 4-silinder yang bisa ngehasilin tenaga 185 Tk pada 6.000 rpm dan torsi 250 Nm pada 3.000 rpm. Penggeraknya All Wheel Drive (AWD).

Kalau dari size dan kualitasnya gak ada yang beda dibandingin sama tipe diatasnya. Cuma dari sisi tenaga aja lebih kalem dan untuk harian nyaman. Soal dimensinya, mobil ini punya ukuran (PxLxT) 4.740 mm x 1.890 mm x 1.687 mm yang bikin bagian depan dan row kedua masih lega kalau keisi penuh. Bagian bagasi juga kedapatan lebih luas daripada Mazda CX 5,

Bagian interior didominasi warna hitam ada detail karbon di dashboard dan console tengahnya. Sound system-nya pakai BOSE. Center Display berukuran 12 inci, apple car play dan android auto wireless, dan udah dilengkapi sama Head-up Display,

Karena filosofi Mazda Jinba-Ittai yang berarti pengendara dan kendaraan menyatu, di Mazda CX 60 Pro ini ada fitur Driver Personalization System. Jadi bisa atur posisi duduk, posisi kemudi secara otomatis tinggal masukin tinggi badan doang. Oh iya, bisa ngedetect wajah pengemudi juga, jadi pas masuk ke mobil siap berkendara, sistemnya bakal langsung ngenalin wajahnya dan bakal ngesetting sesuai dengan memory yang udah di save. Canggih bukan ~

Safety Features

Walaupun harganya lebih murah dibanding versi Kuro dan Elite, fitur keamanan yang ada di mobil ini gak berkurang. Fitur keamanan i-ACTIVSENSE yang ada:
– Adaptive LED Headlamp (ALH)
– Smart Brake Support (SBS) & Forward Obstruction Warning (FOW)
– Mazda Radar Cruise Control (MRCC)
– Lane Departure Warning System (LDWS)
– Lane Keep Assist System (LAS)
– Driver Monitor
– Blind Spot Monitoring (BSM)
– Rear Cross-Traffic Alert (RCTA)

Kalau dibandingin sama Mazda CX 5, fitur keselamatannya lebih lengkap di mobil ini. Karena di Mazda CX 5 cuma ada Adaptive Front-lighting System (AFS), Blind Spot Monitoring (BSM) and Rear Cross Traffic Alert (RCTA).

Halotomotif udah cobain Mazda CX 60 Pro ini, di tol dengan kecepatan penuh mobil ini firm, mantap dan tangguh hehe. Untuk dipakai sehari-hari udah lebih dari cukup, karena kalau di Jakarta kenanya macet lagi macet lagi. Jadi pilih mobil yang nyaman di dalam, tapi masih enak kalau diajakin ngebut.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News

MaxDecal Punya Teknologi Wrapping Terbaru

Published

on

By

Ajang Indonesia Modification & Lifestyle Expo (IMX) 2026 jadi tempat MaxDecal memamerkan inovasi terbarunya. Kali ini, produsen stiker kendaraan asal Indonesia tersebut meluncurkan 9600 Printable Evolution Wrap Film Series, sekaligus membawa Honda NSX Silver sebagai salah satu mobil andalan di booth mereka.

IMX 2026 berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang. Di acara ini, MaxDecal ingin menunjukkan kalau teknologi wrapping lokal bisa memberikan banyak ruang buat pemilik mobil yang ingin tampil beda.

Mengusung tema “Based on View Workshop”, booth MaxDecal dibuat dengan nuansa bengkel futuristik yang dekat dengan dunia modifikasi. Pengunjung bisa melihat langsung proses kreatif di balik pengerjaan stiker kendaraan, sekaligus mengenal produk terbaru mereka.

Salah satu yang jadi sorotan adalah 9600 Printable Series, bagian dari lini flagship Evolution Wrap Film. Material ini dikembangkan untuk memberikan lebih banyak pilihan dalam berkreasi dengan warna dan desain, sekaligus mempercepat proses pengerjaan.

“Di IMX 2026, kami menghadirkan rilis spesial MaxDecal 9600 Printable Evolution Wrap Film Series sebagai salah satu produk yang menjadi highlight. Keunggulan utamanya adalah hadir dengan karakter printable, di mana seri ini dirancang untuk memberikan ruang kreativitas warna lebih luas sekaligus proses lebih cepat dalam mewujudkan desain sesuai kebutuhan pelanggan—mulai dari bengkel, studio wrap, hingga kreator otomotif,” kata Nofian Hendra, Project Director & Research and Development (RnD) MaxDecal.

Menurut Nofian, teknologi printable ini membuka lebih banyak kemungkinan buat pengguna yang ingin punya tampilan kendaraan sesuai selera. Jadi, bukan cuma ganti warna bodi, tetapi juga bisa mengeksplorasi desain yang lebih personal dan detail.

Honda NSX Silver Jadi Pajangan Utama

Buat memperlihatkan hasil penggunaan material terbarunya, MaxDecal membawa Honda NSX berwarna Silver ke IMX 2026. Supercar legendaris ini dibalut penuh menggunakan 9600 Printable Evolution Wrap Film.

Tampilan silver dipilih untuk menonjolkan kesan modern, bersih, dan premium. Mobil ini sekaligus menjadi contoh bagaimana material wrapping bisa mengubah penampilan kendaraan tanpa menghilangkan karakter aslinya.

“Mobil ini kami jadikan sebagai salah satu showcase untuk memperlihatkan bagaimana material MaxDecal dapat memberikan perubahan visual yang sangat kuat tanpa menghilangkan karakter asli dari kendaraan,” kata Nofian.

Pengunjung bisa melihat langsung hasil pengerjaan pada bodi Honda NSX, mulai dari presisi pemasangan hingga ketajaman desain dan daya rekat materialnya.

Pemilihan mobil ini juga memperlihatkan bahwa teknologi wrapping gak hanya ditujukan buat mobil harian. Kendaraan berperforma tinggi seperti Honda NSX pun bisa menjadi media untuk mengeksplorasi tampilan baru.

Wrapping Bukan Cuma Soal Ganti Warna

Menurut Nofian, tren penggunaan stiker dan wrapping di Indonesia terus berkembang. Konsumen sekarang gak sekadar mencari warna baru, tetapi juga ingin punya desain yang unik, finishing premium, dan tampilan yang mencerminkan karakter masing-masing.

“Tren modifikasi saat ini semakin mengarah ke konsep yang lebih kreatif dan fleksibel. Karena itu, material seperti printable wrap film memiliki potensi yang sangat besar, karena memungkinkan pengguna membuat desain yang benar-benar sesuai dengan identitas dan karakter mereka sendiri. Wrap bukan lagi sekadar mengganti warna kendaraan, tetapi sudah menjadi media untuk mengekspresikan kreativitas dan identitas pemilik kendaraan,” kata Nofian Hendra.

Kehadiran material printable menjadi salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Pengguna bisa lebih leluasa mengembangkan desain sesuai keinginan, sementara bengkel dan studio wrapping punya lebih banyak pilihan untuk mengerjakan permintaan pelanggan.

Gak cuma fokus di pasar Indonesia, MaxDecal juga terus menjajaki peluang ekspansi ke luar negeri.

“Kami terus melihat peluang untuk memperluas pasar internasional. Saat ini kami tidak hanya fokus pada pasar Indonesia, tetapi juga terus mengeksplorasi pasar-pasar baru di Asia dan kawasan lainnya yang memiliki potensi besar untuk produk automotive wrapping, printable film, dan berbagai material MaxDecal,” kata Nofian.

Ada Diskon hingga 30 Persen dan Lucky Draw

Selain memamerkan produk terbaru dan Honda NSX Silver, MaxDecal juga menyiapkan sejumlah aktivitas buat pengunjung IMX 2026.

Booth dengan tema “Based on View Workshop” ini berada di ICE BSD Hall 9–10 selama pameran berlangsung pada 9–11 Oktober 2026. Pengunjung bisa melihat langsung 9600 Printable Evolution Wrap Film, produk paint protection film (PPF), serta hasil pemasangan wrapping pada Honda NSX.

Ada juga Mirror Photobooth yang bisa dimanfaatkan pengunjung untuk berfoto. MaxDecal turut mengadakan lucky draw dengan hadiah produk eksklusif.

“Konsepnya kami buat agar booth Maxdecal tidak hanya menjadi tempat untuk melihat produk, tetapi juga menjadi area yang interaktif dan menyenangkan bagi pengunjung. Jadi, pengunjung bisa mendapatkan pengalaman, berfoto, sekaligus berkesempatan membawa pulang hadiah dari Maxdecal,” kata Nofian.

Buat yang sedang mencari material wrapping atau ingin mencoba produk MaxDecal, ada promo khusus selama IMX 2026. Potongan harga yang ditawarkan mencapai 30 persen untuk produk-produk MaxDecal, ditambah kesempatan mendapatkan penawaran khusus selama pameran.

Pengunjung juga berkesempatan berinteraksi langsung dengan sejumlah influencer dan modifikator yang berkolaborasi dengan MaxDecal.

Kenalan dengan Produk MaxDecal

Selain 9600 Printable Evolution Wrap Film, MaxDecal juga menampilkan beberapa produk andalannya, seperti SPC 100 Chrome dan Black Chrome.

Ada pula Spider PU Basecoat yang menawarkan pigmentasi tinggi, warna tajam, daya rekat kuat, dan ketahanan terhadap cuaca. Sementara itu, Silstar Clear Coat ditujukan untuk menghasilkan kilau sekaligus memberikan perlindungan terhadap sinar ultraviolet (UV) dan goresan halus.

Buat yang ingin mengeksplorasi warna lebih personal, MaxDecal turut menghadirkan Spider PU Custom Color PRO Series yang menawarkan pilihan warna kustom.

Selama IMX 2026, produk-produk MaxDecal juga ditawarkan dengan harga khusus. Ada merchandise eksklusif untuk pengunjung dengan transaksi tertentu, selama persediaan masih ada.

Produk MaxDecal sendiri sudah tersedia di lebih dari 2.000 toko rekanan di seluruh Indonesia. Buat yang ingin belanja secara online, produknya juga bisa ditemukan di toko resmi MaxDecal melalui store.abca-indonesia.com dan akun Shopee abcacoating.

MaxDecal juga membuka kesempatan bagi maksimal lima orang untuk bergabung dalam program Shopee Affiliate.

Dengan berbagai produk dan aktivitas tersebut, MaxDecal memanfaatkan IMX 2026 bukan cuma untuk memperkenalkan teknologi wrapping terbaru, tetapi juga mengajak pengunjung melihat lebih jauh bagaimana stiker kendaraan bisa menjadi media untuk menuangkan ide dan karakter pemilik mobil.

Continue Reading

News

Cat Spider Bawa Accord Cielo Shansokhu ke IMX 2026

Published

on

By

Pameran Indonesia Modification & Lifestyle Expo (IMX) 2026 bukan cuma jadi tempat buat melihat mobil modifikasi dengan tampilan unik. Ajang ini juga menjadi panggung bagi para modifikator untuk menunjukkan hasil karyanya, mulai dari mobil balap bergaya Jepang sampai mobil klasik yang tampil beda.

Salah satu yang ikut meramaikan acara ini adalah Cat Spider, merek cat otomotif produksi PT Anugerah Berkat Cahaya Abadi (ABCA).

Dalam IMX 2026 yang berlangsung di ICE BSD, Tangerang, pada 9–11 Oktober 2026, Cat Spider menggandeng sejumlah kreator, modifikator Indonesia dan Jepang, serta workshop modifikasi ternama.

Mengusung tema NextGEN Pit Stop, Cat Spider menghadirkan beragam mobil yang mendapat sentuhan pengecatan dan modifikasi. Salah satu yang menjadi andalan adalah Honda Accord Cielo Shansokhu hasil kolaborasi dengan W2R Carchitect.

Selain itu, ada Toyota Kijang Rover GH Style milik Gofar Hilman yang menjadi mobil supergiveaway, Suzuki Katana Long Kicau Mania, hingga berbagai mobil modifikasi lain dengan karakter berbeda.

Honda Accord Cielo Shansokhu, Bergaya Mobil Balap JTCC

Salah satu mobil yang menarik perhatian di booth Cat Spider adalah Honda Accord Cielo Shansokhu CD5.

Mobil ini merupakan hasil kolaborasi Cat Spider dengan W2R Carchitect yang mengusung konsep Modern Japanese Touring Car Championship (JTCC) Super GT Track Car.

Dari tampilannya, Accord Cielo ini punya bodi lebar dengan gaya mobil balap Jepang. Kelirnya juga gak lagi abu-abu seperti warna dasarnya, melainkan berubah menjadi kombinasi tiga warna, yaitu hijau, hitam, dan putih.

Nama Shansokhu sendiri secara harfiah dalam bahasa Jepang bermakna kombinasi tiga warna.

“Khusus di booth pameran, kami menghadirkan unit kolaborasi flagship bersama W2R Carchitect, yaitu Honda Accord Cielo ‘Shansokhu’ dengan fully Spider ABCA Coating Paint Polyurethane (PU), full-system Spider dan Silstar Clear Coat,” kata Sugiarto, Marketing Director PT Anugerah Berkat Cahaya Abadi (ABCA).

Menurut William, pemilik W2R Carchitect, pengecatan punya peran penting dalam membentuk karakter mobil balap. Bukan sekadar membuat bodi terlihat menarik, tetapi juga memperkuat konsep yang ingin ditampilkan.

Ia pun mengaku puas dengan hasil penggunaan Cat Spider dalam proyek Shansokhu.

“Pengalaman menggunakan Cat Spider itu bukan cuma bikin puas, tapi jujur bikin ‘candu’ buat terus berkarya. Keberhasilan kami tahun lalu memboyong predikat ‘The Best Jet Black Winner 2025’ versi Djarum Black Xperience lewat Lancer Evo convert berbalut Cat Spider jadi bukti nyata kualitasnya. Makanya di IMX 2026 ini, saya dan tim W2R sangat antusias kembali berkolaborasi membangun Shansokhu. Hasil akhirnya luar biasa—presisi warna dan kilau ketahanannya benar-benar melampaui ekspektasi kami,” kata William.

Pakai cat tiga warna dan clear coat premium

Untuk pengerjaan Shansokhu, Cat Spider menggunakan Spider Tricolor PU Basecoat dengan warna hijau, hitam, dan putih. Formulasi Polyurethane premium tersebut diklaim mampu mempertahankan ketajaman warna hingga lebih dari 5 tahun.

Lapisan akhirnya menggunakan Silstar Spectra Clear, produk Ultra High Solid Clear yang menawarkan kilau mendalam, efek hidrofobik atau daun talas, serta teknologi self-healing.

Teknologi tersebut diklaim mampu menyamarkan baret-baret halus secara otomatis dengan bantuan panas sinar matahari.

Persiapan bodinya juga menggunakan Spider Hi-Grade Putty, dempul yang dikembangkan melalui investasi mesin produksi senilai Rp 10 miliar. Produk ini dirancang memiliki tekstur padat, halus, dan ringan saat diaplikasikan.

Untuk lapisan dasar, digunakan Spider PSEP 4:1 sebagai epoxy primer dengan daya rekat ke logam sekaligus perlindungan terhadap korosi dan karat. Setelah itu, Spider PU Primer 4:1 diaplikasikan sebagai lapisan surfacer sebelum warna utama.

Bukan cuma catnya yang mendapat perhatian. Bagian eksterior Shansokhu juga dilengkapi berbagai komponen, seperti W2R Front Race Headlamp, Front Aerokit Hood, Front Lip, Sideskirt, Side Splitter, Rear Upper Aerokit, Rear Diffuser, Rear Aero GT Wing, serta wide body alami di depan dan belakang.

Mobil ini juga memakai lis pintu Black Gloss dan emblem Honda Red Type R.

Mesin dan kaki-kaki ikut mendapat sentuhan

Di sektor mesin, Shansokhu dilengkapi Front White Engine Cover, Hydraulic Hood Damper, Dastek Unichip Q Tuning, W2R Titanium Front Strut Bar, HKS Green Mushroom Air Filter, HKS Intake Stainless, Samco Hose Blue, RMX Coil Red, busi Iridium 0,1 mm, Pivot MegaRaizin Voltstabilizer, HKS Earth Grounding 8 Point, Spoon Tower Reservoir, Mugen Radiator & Oil Cap, D1 Spec Oil Catch Tank, serta Tomei Full Regulator.

Sistem pembuangannya menggunakan W2R Header 4-2-1 Titanium, W2R Mid Center Pipe, W2R CatBack Pipe System, dan Dronell Japan Titanium Single Exhaust.

Bagian kaki-kaki memakai velg Volk Rays TE37 Green Cobalt Tosca Finished dengan spesifikasi depan dan belakang 9,5 inci ET 12, dibalut ban Hankook RS4 Semi-Slick ukuran 255/35/18.

Pengeremannya mengandalkan Brembo Yellow GT6 Pot Front Caliper dengan rotor 355 mm Drilled Slot di depan dan Brembo Yellow GT4 Pot Rear Caliper dengan rotor 355 mm Drilled Slot di belakang. Suspensinya memakai Tein Spring Set.

Masuk ke kabin, ada Bride Bucket Seat Set, Takata Green Sabelt Seat, W2R Roll Bar 8 Point, W2R Fire Extinguisher, Red Titanium Shift Knob, setir Mugen Leather dengan HKB Bosskit dan Momo Quick Release, Speedometer Mugen White, Panel Racing Carbon Switch, Pivot Engine Start/Stop, Apexi Turbo Timer, serta indikator Defi untuk tachometer, RPM, volt, dan vacuum.

Interior juga mendapat retrim suede pada door trim dan center console, lengkap dengan karpet W2R 189 Edition.

Sistem audionya menggunakan perangkat dari Pioneer, Venom, dan Nakamichi, termasuk subwoofer 12 inci, power 4-channel, dan DSP System.

Kijang Rover GH Style, Mobil Giveaway dari Gofar Hilman

Selain mobil bergaya balap Jepang, Cat Spider juga membawa proyek yang gak kalah menarik, yaitu Toyota Kijang Rover GH Style keluaran 1991 milik Gofar Hilman.

Mobil klasik ini diubah dengan konsep Toyota Bundera LC70 dan menjadi unit supergiveaway utama yang akan diundi pada puncak IMX 2026.

Proyek tersebut ingin menunjukkan bahwa mobil klasik lokal juga bisa tampil dengan gaya berbeda melalui restorasi dan modifikasi yang dikerjakan secara serius.

Bodi Kijang Rover GH Style mendapat warna khusus dari Cat Spider untuk menonjolkan lekuk desain klasiknya. Ada juga aksen serat kayu yang dibuat menggunakan stiker bermotif dan bertekstur khusus dari Avery Dennison.

Bagi Gofar, proyek ini punya kesan tersendiri karena perubahan mobil dari kondisi awal hingga menjadi bergaya Bundera termasuk salah satu proses modifikasi ekstrem yang pernah ia kerjakan.

“Gue sejujurnya takjub banget sama hasil akhir Kijang Rover GH Style ini. Begitu disiram cat buatan Cat Spider, penampilannya langsung naik kelas, jauh lebih menarik. Pas warnanya dengan warna Bundera, cleatcoat mantap, karakter ‘GH Style’-nya keluar banget! Pigmen warnanya dalam, kilau ketebalannya pas, dan mampu mengeksekusi ide liar yang ada di kepala gue. Buat yang mau dapet mobil ini gratis, wajib banget ikut berburu kuponnya di IMX!” kata Gofar Hilman antusias.

Perombakan Kijang ini gak berhenti di bagian luar. Interiornya juga dirancang ulang untuk mengurangi kesan kaku khas mobil era 1990-an.

Tata letak dan material kabin diubah supaya suasananya lebih rapi, mewah, dan nyaman untuk pengemudi maupun penumpang.

Toyota Hiace 200 bergaya VIP Offroad

Kolaborasi Cat Spider dan Gofar Hilman juga hadir lewat Toyota Hiace 200 yang mengusung konsep VIP Offroad.

Dari luar, mobil ini tampil gagah dengan gaya yang siap menghadapi medan off-road. Namun, begitu masuk ke kabin, nuansanya justru dibuat mewah dan nyaman seperti kendaraan VIP.

Cat Spider memberikan sentuhan warna Sand Khaki dengan formulasi premium untuk memperkuat karakter eksteriornya.

“Sama seperti di Kijang Rover, eksekusi warna Sand Khaki dari Cat Spider di Toyota Hiace ini benar-benar pas dan hasilnya mantap banget! Karakter warnanya keluar, kelihatan kokoh untuk gaya off-road di luar, tapi tetap kelihatan kelas atas saat dipadukan sama interior VIP-nya,” kata Gofar Hilman.

Ada Starlet Kapsul, Civic Nouva, sampai BMW F10

Deretan mobil modifikasi di booth Cat Spider gak berhenti di Shansokhu dan Kijang Rover GH Style.

Ada juga Toyota Starlet Kapsul milik Rico Lubis, Daihatsu Ayla Turbo karya Om Mobi, Honda Civic Super Nuova milik Roy Ricardo, Honda CR-V milik Danilla Riyadi, serta BMW F10 520d milik Ustad Jojo.

Cat Spider juga berkolaborasi dengan Dito Banditoz lewat Suzuki Katana Long Kicau Mania, Iwan Autobahn dari Autobahn Legacy melalui Mercedes-Benz, serta Nixx GH Style.

Masing-masing mobil punya konsep yang berbeda, mulai dari restorasi bergaya klasik, modifikasi futuristik, sampai tampilan elegan.

Honda Civic Super Nuova tampil futuristik

Honda Civic Super Nuova milik Roy Ricardo mendapat ubahan bergaya restomod futuristik.

Pengerjaan bodinya menggunakan rangkaian produk Cat Spider, mulai dari Spider Degreaser, Dempul Spider, Polyurethane Primer, dan Spider Basecoat.

Efek reflektif pada bodi diperkuat Spider SPC100 Chrome, kemudian disempurnakan dengan Silstar Rapid Clear, Silstar Spectra Clear, Spider Polyurethane Thinner, dan Silstar Premium Reducer.

Modifikasinya juga mencakup pintu gunting atau gull-wing, lampu full pixel LED dengan running text display, velg Mugen CF48, interior serba putih, serta audio dual subwoofer.

“Sangat puas dengan hasil finishing cat Spider yang presisi dan mampu menerjemahkan ekspektasi visi futuristik secara sempurna,” kata Roy Ricardo mengomentari Civic Super Nuova kesayangannya.

Starlet Kapsul kembali ke nuansa klasik

Toyota Starlet Kapsul milik Rico Lubis mengusung konsep restorasi yang membawa kembali kenangan masa kecil sang pemilik.

Mobil yang identik dengan era 1990-an ini mendapat warna putih yang disesuaikan dengan karakter aslinya atau disebut period correct.

Hasilnya, tampilan Starlet tetap mempertahankan nuansa klasik tanpa kehilangan kesan segar setelah direstorasi.

BMW F10 520d dengan warna San Marino Blue

BMW F10 520d milik Ustad Jojo juga mendapat sentuhan Cat Spider.

Sedan ini dimodifikasi dengan gaya M Performance menggunakan bodykit plug and play, sehingga tetap dirancang nyaman untuk digunakan sehari-hari.

Warna San Marino Blue menjadi daya tarik utamanya. Kelir biru tersebut memberikan tampilan yang lebih tegas sekaligus elegan.

Mercedes-Benz 300SL Roadster bergaya vintage restomod

Dari Autobahn Legacy, ada Mercedes-Benz 300SL Roadster 1957 milik Iwan Autobahn.

Mobil ini mengusung konsep vintage restomod dengan bodi wide body berbahan fiberglass, spoiler kustom, serta velg lebar berukuran 19 inci.

Warna yang dipilih adalah British Racing Green dengan formulasi khusus untuk menghasilkan tampilan yang lebih dalam dan kaya dimensi.

Proses pengecatan menggunakan rangkaian Cat Spider, mulai dari Spider Degreaser, Dempul Spider, Spider Basecoat Special Gold Base, Spider Special Transparent Green atau Candy Tone, Spider Polyurethane Thinner, Silstar Premium Reducer, hingga Silstar Spectra Clear.

“Kami memilih full system Cat Spider dari dasar hingga top-coat clear karena kualitasnya yang sudah teruji. Pigmentasi warnanya sangat bagus, mampu menghasilkan pendaran warna yang lebih cerah, serta relatif mudah diaplikasikan. Tantangan utamanya hanya pada presisi saat pengaplikasian warna candy tone agar kedalaman warnanya merata,” kata Iwan Autobahn.

Iwan menambahkan, pengerjaan mobil tersebut memakan waktu dua bulan.

“Secara keseluruhan, hasilnya sangat luar biasa dan ini adalah salah satu wujud karya terbaik anak bangsa,” kata dia.

Suzuki Katana Kicau Mania, Perpaduan Chicano dan Budaya Lokal

Salah satu mobil dengan konsep paling unik di booth Cat Spider adalah Suzuki Katana Long Kicau Mania milik Dito Banditoz.

Mobil ini menggabungkan dunia kicau mania dengan Chicano Cultura, budaya yang berkembang dari identitas Meksiko-Amerika dan dikenal lewat gaya lowrider, mural, serta seni jalanan.

Untuk mewujudkan konsep tersebut, Dito menggandeng pinstriper Yoesbrush Head Tattoo.

Pengerjaan lukisan tangan atau pinstripe di bodi mobil memakan waktu sekitar dua bulan. Prosesnya membutuhkan ketelitian tinggi dan kestabilan tangan karena setiap garis dibuat secara khusus.

“Khusus karya seni grafisnya, Mas Yoes memakai Spider Pinstrip and Lettering, cat pinstripe berbasis Polyurethane (PU) satu-satunya di Indonesia yang diakui ketajaman warna dan kecepatan pengeringan alaminya, bahkan oleh artisan dunia seperti Mr. Pinman dari Thailand,” kata Dito.

Untuk pengerjaannya, Dito menggunakan rangkaian produk Cat Spider, mulai dari Dempul Hi-Grade Spider, PU Primer, Basecoat 1K PU, sampai Silstar Spectra Clear.

Ia juga menilai kolaborasi tersebut menjadi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan produk dan kreator lokal.

“Cat Spider sudah sangat akrab di tangan para artisan lokal. Menggabungkan produk lokal terbaik dengan kreator lokal terbaik adalah sinergi strategis untuk sama-sama membawa harum nama Indonesia. Hasil akhirnya? Sangat puas, yaow yaow yaow!” katanya.

Selain lukisan bodi, Katana Long ini juga mendapat sejumlah ubahan lain.

Sistem pencahayaan dipercayakan kepada Pro7 Solo atau Prolight Solo. Sektor kaki-kaki menggunakan Shockbreaker OME Nitrocharger Gaz, Bushing per daun OME, serta shackles atau anting dari Making Cars by ProRock Solo.

Velgnya merupakan produk kustom dari Pangeran Ban Yogyakarta, dipadukan dengan spinner hasil pengerjaan CNC Bahtera Inti Kreasi Solo.

Bagian interior juga mendapat retrim kabin bergaya sofa elegan garapan Jales atau Jaya Lestari Cover Jok Sukoharjo.

Odyssey dan Elysion Tampil dengan Gaya VIP Stance

Buat yang lebih suka modifikasi elegan, Cat Spider juga menghadirkan dua MPV premium dengan gaya VIP Static Elegance Stance, yaitu Honda Odyssey RB1 Absolute dan Honda Elysion.

Honda Odyssey RB1 Absolute keluaran 2005 mendapat pengecatan ulang dari hitam menjadi Solid White Metallic menggunakan lapisan coating premium Cat Spider ABCA.

Bagian eksteriornya menggunakan W2R VIP Front Lip Aerokit, VIP Sideskirt, VIP Rear Aerokit, dan W2R Rear Exhaust Quad.

Velgnya menggunakan Leonhardiritt Waffe Step Lip 20 inci Brush Finished, dengan ukuran depan 9,5 inci ET 15 Low Dish dan belakang 10,5 inci ET 5 Low Dish.

Velg tersebut dibalut ban Yokohama ukuran 225/35/20 di depan dan 245/35/20 di belakang. Suspensinya dibuat lebih rendah menggunakan RSR Spring Set, sementara interiornya dilengkapi karpet kustom W2R Odyssey Set.

Sementara itu, Honda Elysion keluaran 2005 mendapat warna Deep Navy Blue yang memberikan kesan elegan.

Eksteriornya juga menggunakan W2R VIP Front Lip Aerokit, VIP Sideskirt, VIP Rear Aerokit, dan W2R Rear Exhaust Quad.

Bagian kaki-kaki menggunakan velg impor Jepang Spirit Rodeo Super Star 20 inci Brush Finished. Ukurannya 9,5 inci ET 25 Low Dish di depan dan 10,5 inci ET 30 Low Dish di belakang.

Ban yang digunakan adalah Pirelli ukuran 235/35/20 di depan dan Yokohama ukuran 245/35/20 di belakang. Suspensinya menggunakan RSR Spring Set.

Bagian kabin mendapat sentuhan mewah lewat W2R Full Set Leather Seat dan karpet W2R Elysion Set.

Cat Spider Gandeng Banyak Workshop Modifikasi

Selain berkolaborasi dengan para kreator dan pemilik mobil, Cat Spider juga menggandeng sejumlah workshop modifikasi ternama.

Nama-nama yang terlibat antara lain WetGloss milik Maverick Jonathan, Platinum milik Andra, Tommy Airbrush, Rainwork milik Raindy Igas, Sevenstar milik Noval, Rmoda milik Tommy, Yus Airbrush, serta ProRock Engineering.

Kolaborasi ini memberikan ruang bagi para modifikator untuk menggunakan produk Cat Spider sesuai konsep dan kebutuhan masing-masing kendaraan.

“Kolaborasi Cat Spider dengan para modifikator top dan workshop mengikuti kreasi apa yang mereka inginkan dalam kendaraan modifikasinya,” kata Sugiarto.

Cat Spider JetBlack untuk Mercedes-Benz V220d

Dalam proyek bersama Nixx GH Style, Gofar Hilman juga menggarap Mercedes-Benz V220d dengan konsep VIP Style.

MPV premium tersebut mendapat balutan Spider JetBlack yang memperkuat kesan elegan dan mewah.

Warna hitamnya dibuat pekat dengan kilau yang menonjolkan lekuk bodi kendaraan.

“Hitam sangat deep dan solid,” kata dia.

Gofar juga mengerjakan Honda CR-V Gen 4 milik Danilla Riyadi dengan konsep restorasi full option.

Mobil tersebut menggunakan Spider JetBlack yang memberikan tampilan hitam pekat dan kilau elegan di seluruh bodi.

Mengandalkan Ekosistem Cat dari Dasar sampai Lapisan Akhir

Dalam proyek-proyek yang ditampilkan di IMX 2026, Cat Spider menggunakan rangkaian produk pengecatan yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap kendaraan.

Prosesnya dimulai dengan Spider Degreaser untuk membersihkan permukaan bodi sebelum pengecatan.

Setelah itu, Spider PSEP 4:1 digunakan sebagai lapisan pelindung antikarat pada pelat besi, disusul Spider Hi-Grade Putty sebagai dempul dan Spider PU Primer untuk membantu meratakan permukaan serta memperkuat daya rekat.

Tahap berikutnya adalah pewarnaan menggunakan Spider Basecoat Custom yang diracik sesuai konsep modifikasi.

Lapisan akhirnya menggunakan Silstar Spectra Clearcoat untuk menghasilkan efek kilau deep-gloss. Proses ini didukung Silstar Reducer Slow sebagai thinner khusus clearcoat dan Thinner Laba-Laba Hijau yang digunakan untuk berbagai kebutuhan aplikasi otomotif.

Cat Spider juga memamerkan produk SPC 100 Chrome dan Black Chrome dengan efek reflektif, serta Spider PU Custom Color PRO Series yang memungkinkan modifikator meracik warna sesuai karakter kendaraan.

Menurut Sugiarto, perkembangan dunia modifikasi membuat pilihan warna dan konsep kendaraan semakin beragam.

“Sejalan dengan tema IMX 2026 yakni ‘NEXT GEN Culture’, kita menyaksikan pergeseran lanskap kreativitas yang kini didominasi oleh generasi Gen Z. Selera warna berubah secara drastis—mulai dari corak futuristik full chrome yang mencolok seperti pada Civic Super Nuova milik Roy Ricardo, hingga permainan Tiga Warna (Tricolor) yang berani pada Honda Accord Cielo ‘Shansokhu’ karya W2R Carchitect,” kata Sugiarto.

Ia menilai perubahan tersebut menjadi bukti bahwa dunia modifikasi terus berkembang.

“Ini adalah bukti nyata perkembangan zaman. Cat Spider hadir dan siap menjadi peluru utama bagi seluruh kreator modifikasi yang berani mendobrak batas. SPIDER – UNLEASHED YOUR COLOUR!” katanya.

Ada Meet and Greet sampai Kopi Gratis

Selain melihat deretan mobil modifikasi, pengunjung booth Cat Spider di IMX 2026 juga bisa mengikuti berbagai kegiatan.

Ada prosesi unveiling Honda Accord Cielo Shansokhu CD5 hasil kolaborasi W2R Carchitect dan Cat Spider, serta peluncuran Suzuki Katana Kicau Mania karya Dito Banditoz.

Pengunjung juga berkesempatan bertemu dan berfoto bersama sejumlah kreator serta builder, termasuk Dito Banditoz, Roy Ricardo bersama Civic Super Nuova, Mike Juntak, dan Iwan Autobahn.

Buat yang sedang merencanakan proyek restorasi atau modifikasi, tersedia sesi konsultasi langsung dengan tim teknis Cat Spider. Pengunjung juga bisa melihat katalog sampel warna dan mendapatkan penawaran harga khusus selama pameran.

Ada juga Coffee Bar On The House yang menyediakan kopi gratis. Caranya cukup dengan mengikuti akun Instagram @abcacoating, meninggalkan komentar di postingan utama, atau mengunggah foto mobil berbalut Cat Spider yang ada di pameran IMX 2026.

Cat Spider turut memberikan promo harga khusus untuk lini produknya. Pengunjung yang bertransaksi dengan nominal tertentu juga berkesempatan mendapatkan merchandise eksklusif edisi terbatas selama persediaan masih ada.

Buat yang tertarik menggunakan warna khusus seperti mobil-mobil garapan Gofar Hilman, produk Cat Spider tersedia di lebih dari 2.000 outlet rekanan di seluruh Indonesia.

Produk tersebut juga bisa dibeli melalui web store store.abca-indonesia.com atau Shopee di akun abcacoating. Cat Spider turut membuka kesempatan menjadi Shopee Affiliate dengan kuota maksimal 5 orang.

IMX 2026 berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di ICE BSD, Tangerang. Selain melihat berbagai karya modifikasi, pengunjung juga bisa menyaksikan langsung kolaborasi para kreator, modifikator, dan workshop yang membawa beragam ide ke dunia otomotif.

Continue Reading

News

Racing, East, Pameran Sejarah Balap Jepang dan Indonesia

Published

on

By

Kalau ngomongin mobil performa Jepang, nama-nama seperti Toyota, Mazda, atau berbagai tuner dan tim balapnya mungkin sudah gak asing lagi buat penggemar otomotif.

Tapi jauh sebelum mobil-mobil tersebut dikenal sebagai ikon otomotif dunia, reputasinya lebih dulu dibangun di lintasan balap.

Cerita tersebut kini diangkat lewat Racing, East, pameran yang digelar Vault Automotive Museum bersama Indonesia Motorsport Museum Heritage.

Pameran ini mengajak pengunjung melihat hubungan Jepang dan Indonesia melalui perkembangan budaya balap pada era 1970-an dan 1980-an.

Berawal dari mobil jalan raya

Pada masanya, mobil yang awalnya dibuat untuk digunakan di jalan raya mulai punya kehidupan lain ketika dibawa ke sirkuit.

Mesinnya dipacu sampai batas kemampuan, bodinya dibuat lebih lebar, interior dilucuti, sementara suspensi dirancang ulang untuk satu tujuan, yaitu berkompetisi.

Dari sinilah budaya balap Jepang berkembang dan melahirkan berbagai nama yang kemudian punya pengaruh besar di dunia motorsport.

Ada TOM’S, TRD, ADVAN, sampai berbagai tim balap independen yang ikut membentuk identitas mobil Jepang di lintasan.

Namun, ceritanya gak berhenti di Jepang.

Mobil Jepang ikut membentuk balap Indonesia

Memasuki dekade 1970-an dan 1980-an, semangat yang sama mulai menyebar ke berbagai negara di Asia, termasuk Indonesia.

Mobil Jepang kemudian menjadi bagian penting dari perkembangan dunia balap nasional.

Di tangan tim, mekanik, dan pembalap lokal, mobil-mobil tersebut dikembangkan lagi dan disesuaikan dengan karakter kompetisi di Indonesia.

Artinya, mobil yang datang dari Jepang gak cuma menjadi kendaraan yang dipakai untuk balapan, tapi juga ikut mengalami perkembangan ketika masuk ke dunia motorsport Indonesia.

Tujuh mobil dengan cerita berbeda

Racing, East mempertemukan tujuh mobil yang membawa cerita dari periode tersebut.

Koleksi yang ditampilkan terdiri dari:

  • Mazda RX-7 eks Tinton Suprapto
  • Mazda RX3 Drag Car
  • Toyota Starlet KP47 TOM’S
  • Toyota Starlet KP47 Kuwahara
  • Toyota Starlet KP61 TRD
  • Toyota Trueno TE71 Garuda
  • Toyota Trueno TE47 ADVAN

Masing-masing mobil punya cerita sendiri.

Ada yang membawa jejak perkembangan industri motorsport Jepang, sementara lainnya menyimpan sejarah kompetisi di Indonesia dan nama-nama yang pernah berada di balik kemudi.

Bukan cuma soal kencang

Menariknya, Racing, East gak cuma mengajak pengunjung melihat mobil dari sisi spesifikasi, kecepatan, atau jumlah kemenangan yang pernah diraih.

Setiap mobil diposisikan sebagai arsip dari sebuah era.

Dari sana, pengunjung bisa melihat bagaimana teknologi berkembang, seperti apa identitas visual motorsport pada masa itu, sampai siapa saja orang yang ikut membangun budaya balap di balik mobil-mobil tersebut.

Jadi, yang ditampilkan bukan sekadar tujuh mobil lawas yang punya tampilan menarik.

Ada sejarah yang ikut menempel pada masing-masing mobil.

Jepang dan Indonesia punya bahasa yang sama

Melalui Racing, East, Vault Automotive Museum ingin melihat kembali periode ketika hubungan Jepang dan Indonesia berkembang lebih jauh dari sekadar hubungan antara produsen dan pasar.

Di lintasan, keduanya menemukan bahasa yang sama:

Balap.

Continue Reading

Trending