Connect with us

News

Mazda CX 60 Pro, Worth to Buy?

Published

on

Mazda CX 60 Pro

5-seaters dari Mazda ini emang bikin orang yang mau beli Mazda CX 5 mikir. Karena dari segi ukuran sedikit lebih gede daripada Mazda CX 5. Ini beberapa reason yang perlu lo tau kenapa Mazda CX 60 Pro kayak untuk di beli.

Biar gak bingung, varian Mazda CX 60 itu ada 3 yaitu Pro, Elite dan Kuro. Bedanya apa? Kalau yang Pro punya harga sekitar Rp818.000.000 mesinnya 2.500cc sedangkan yang Elite/Kuro harganya sekitar Rp1.188.800.000 mesinnya 3.300cc. Beda around 300 jutaan ya. So, bahas yang Pro aja karena lebih ramah dikantong.

Spesifikasi Mazda CX 60 Pro

Mesin Mazda CX-60 Pro 2.500 cc 4-silinder yang bisa ngehasilin tenaga 185 Tk pada 6.000 rpm dan torsi 250 Nm pada 3.000 rpm. Penggeraknya All Wheel Drive (AWD).

Kalau dari size dan kualitasnya gak ada yang beda dibandingin sama tipe diatasnya. Cuma dari sisi tenaga aja lebih kalem dan untuk harian nyaman. Soal dimensinya, mobil ini punya ukuran (PxLxT) 4.740 mm x 1.890 mm x 1.687 mm yang bikin bagian depan dan row kedua masih lega kalau keisi penuh. Bagian bagasi juga kedapatan lebih luas daripada Mazda CX 5,

Bagian interior didominasi warna hitam ada detail karbon di dashboard dan console tengahnya. Sound system-nya pakai BOSE. Center Display berukuran 12 inci, apple car play dan android auto wireless, dan udah dilengkapi sama Head-up Display,

Karena filosofi Mazda Jinba-Ittai yang berarti pengendara dan kendaraan menyatu, di Mazda CX 60 Pro ini ada fitur Driver Personalization System. Jadi bisa atur posisi duduk, posisi kemudi secara otomatis tinggal masukin tinggi badan doang. Oh iya, bisa ngedetect wajah pengemudi juga, jadi pas masuk ke mobil siap berkendara, sistemnya bakal langsung ngenalin wajahnya dan bakal ngesetting sesuai dengan memory yang udah di save. Canggih bukan ~

Safety Features

Walaupun harganya lebih murah dibanding versi Kuro dan Elite, fitur keamanan yang ada di mobil ini gak berkurang. Fitur keamanan i-ACTIVSENSE yang ada:
– Adaptive LED Headlamp (ALH)
– Smart Brake Support (SBS) & Forward Obstruction Warning (FOW)
– Mazda Radar Cruise Control (MRCC)
– Lane Departure Warning System (LDWS)
– Lane Keep Assist System (LAS)
– Driver Monitor
– Blind Spot Monitoring (BSM)
– Rear Cross-Traffic Alert (RCTA)

Kalau dibandingin sama Mazda CX 5, fitur keselamatannya lebih lengkap di mobil ini. Karena di Mazda CX 5 cuma ada Adaptive Front-lighting System (AFS), Blind Spot Monitoring (BSM) and Rear Cross Traffic Alert (RCTA).

Halotomotif udah cobain Mazda CX 60 Pro ini, di tol dengan kecepatan penuh mobil ini firm, mantap dan tangguh hehe. Untuk dipakai sehari-hari udah lebih dari cukup, karena kalau di Jakarta kenanya macet lagi macet lagi. Jadi pilih mobil yang nyaman di dalam, tapi masih enak kalau diajakin ngebut.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News

Kenalan Sama Wuling Eksion di IIMS 2026

Published

on

By

Wuling kenalin SUV terbaru, Eksion, yang langsung hadir dalam versi listrik dan plug-in hybrid. Ini jadi debut pertama model tersebut di Indonesia.

Di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, Wuling Motors resmi menampilkan Wuling Eksion untuk pertama kalinya ke publik Tanah Air. Lewat debut ini, Wuling sekaligus menunjukkan keseriusannya memperluas lini produk dengan membawa Wuling Technology ke model terbaru mereka.

Eksion disebut sebagai SUV keluarga pertama di Indonesia yang punya dua opsi elektrifikasi sekaligus, yaitu Electric Vehicle (EV) dan Plug-in Hybrid (PHEV). Model ini juga jadi produk kedua di Indonesia yang memakai Wuling Technology setelah Darion.

“Sejalan dengan semangat Wuling untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia, kami secara konsisten menghadirkan berbagai produk di setiap segmen. Sepanjang tahun 2025, Wuling telah memperkenalkan beragam model mulai dari city car EV, hatchback EV, hingga kendaraan komersial serta MPV dengan teknologi EV dan PHEV. Memasuki tahun 2026, kami juga sedang menyiapkan produk terbaru untuk menjawab kebutuhan konsumen ke depan,” kata Ricky Christian selaku Marketing Director Wuling Motors.

Soal nama, Eksion diambil dari kata “action”. Maksudnya, mobil ini mau dibawa ke mana saja, buat apa saja dari aktivitas harian sampai jalan bareng keluarga.

Dari tampang, SUV ini pakai konsep Muscular Flowline Design. Garis bodinya dibuat tegas dan kelihatan kekar, tapi tetap modern. Proporsinya juga dibuat supaya kelihatan gagah tanpa terasa berlebihan.

Masuk kabin, nuansanya dibuat lega. Ada panoramic sunroof panjang sampai baris belakang, bikin interior terasa lebih terbuka. Konfigurasinya 7-penumpang, jadi masih aman buat kebutuhan keluarga.

Untuk varian EV, Wuling menyematkan Magic Battery Pro dengan klaim jarak tempuh sampai 530 km. Cocok buat yang mau mobil listrik dengan daya jelajah panjang.

Buat yang belum siap full listrik, ada opsi Plug-in Hybrid. Versi ini menggabungkan mesin bensin dan motor listrik dengan teknologi Ling Power. Total jarak tempuhnya diklaim bisa tembus lebih dari 1.000 km, jadi masih nyaman buat perjalanan jauh.

Kalau penasaran mau lihat langsung, Wuling Eksion dipajang di booth Wuling Motors, Hall D booth D2, JIExpo Kemayoran selama IIMS 2026. Sekalian juga bisa cek lini mobil Wuling lain, dari ICE sampai elektrifikasi.

Continue Reading

News

Suzuki Akhirnya Punya Mobil Listrik, e Vitara!

Published

on

By

Suzuki gak mau cuma jadi penonton di era mobil listrik. Lewat IIMS 2026, mereka memperkenalkan e Vitara, SUV listrik murni yang jadi jagoan baru di elektrifikasi Suzuki.

e Vitara jadi model BEV (Battery Electric Vehicle) global pertama Suzuki.

SUV listrik ini datang dengan karakter “High-Tech & Adventure”. Artinya, teknologi jadi jualan utama, tapi tetap bawa jiwa petualang khas SUV.

“Peluncuran e Vitara menandai babak baru Suzuki di Indonesia. Kehadirannya sebagai BEV melengkapi strategi multi-pathway dari Suzuki. Kami yakin pemiliknya akan merasa spesial, karena menjadi bagian dari sejarah besar Suzuki di dunia,” kata President Director PT Suzuki Indomobil Sales & PT Suzuki Indomobil Motor, Minoru Amano.

Dari tampilan luar, e Vitara pakai konsep desain “Metal Beast”. Banyak permainan bentuk poligonal yang bikin kesannya modern tapi tetap kelihatan kokoh. Ciri khasnya ada di lampu LED matrix tiga titik dan pelek 18 inci dengan desain aerodinamis.

SUV listrik ini juga pakai platform baru HEARTECT-e. Basis ini memang dirancang khusus buat mobil listrik: bobot lebih ringan, struktur tetap kuat, dan redaman kabin lebih maksimal.

Secara ukuran, bodinya masih ramah buat jalanan Indonesia. Panjangnya sekitar 4,2 meter dengan wheelbase 2,7 meter. Radius putarnya juga cukup bersahabat di angka 5,8 meter.

Urusan tenaga, e Vitara dibekali baterai Lithium Iron-Phosphate (LFP) 61 kWh. Output motor listriknya tembus 128 kW dengan torsi 193 Nm, disalurkan ke roda depan lewat sistem eAxle.

Pengisian dayanya sudah mendukung fast charging DC. Dari 15 persen ke 80 persen diklaim bisa sekitar 50 menit.

“Pengendara pun akan merasakan keharmonisan antara respon performa dengan efisiensi konsumsi daya listriknya.” kata Dony Saputra, Deputy to 4W Sales & Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales.

Suzuki juga menyiapkan 3 mode berkendara plus pengaturan tingkat deselerasi saat pedal dilepas. Jadi karakter mobil bisa disesuaikan dengan gaya nyetir.

Masuk ke kabin, nuansanya dibuat premium dengan kombinasi warna coklat-hitam. Panel depannya sudah pakai integrated display, layar instrumen 10,25 inci dan layar tengah 10,1 inci yang menyatu.

Sistem audionya bukan kaleng-kaleng, sudah pakai Infinity sound system plus subwoofer. Ada juga ambient light dengan 12 pilihan warna, jok elektrik 10 arah dengan pemanas di depan, wireless charger, sampai Apple CarPlay dan Android Auto.

Suzuki juga tetap menyediakan tombol fisik untuk fungsi penting, jadi gak semua harus dioperasikan lewat layar.

Sebagai model paling canggih Suzuki saat ini, e Vitara sudah dibekali Suzuki Safety Support yang isinya lumayan komplit. Mulai dari Adaptive Cruise Control, Lane Keep Assist, Dual Sensor Brake Support II, Blind Spot Monitor, sampai Rear Crossing Traffic Alert.

Airbag ada 7 titik, ditambah ABS, EBD, ESP, 360 View Camera, sensor parkir, dan Hill Hold Control. Ada juga Active Cornering Control untuk bantu jaga stabilitas saat menikung di permukaan licin.

Suzuki membuka pemesanan e Vitara mulai Februari 2026 dengan harga OTR Jakarta Rp 755.000.000 untuk tipe single-tone dan Rp 758.000.000 untuk tipe two-tone.

Continue Reading

News

Lepas E4 Muncul Perdana di Dunia Lewat IIMS 2026

Published

on

By

Lepas memilih Indonesia sebagai panggung dunia untuk memperkenalkan Lepas E4, SUV listrik murni pertama mereka yang langsung debut secara global di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026.

Bukan cuma sekadar pamer mobil baru, kehadiran Lepas E4 di IIMS 2026 jadi penanda langkah besar Lepas memasuki era elektrifikasi. SUV listrik ini disiapkan untuk konsumen urban yang melihat mobil bukan cuma alat transportasi, tapi juga bagian dari gaya hidup dan ekspresi diri.

Sebagai EV perdana, Lepas E4 membawa misi lebih besar. Mobil ini dirancang untuk memperkuat identitas Lepas sebagai brand NEV premium yang berpandangan ke depan, menggabungkan desain, teknologi, dan pengalaman berkendara dalam satu paket yang utuh.

“Lepas E4 bukan hanya EV pertama Lepas di dunia, tetapi juga representasi arah jangka panjang kami dalam menghadirkan mobilitas yang cerdas, elegan, dan berkelanjutan. Indonesia memiliki peran strategis dalam perjalanan ini, sebagai pasar yang memahami desain, gaya hidup modern, dan nilai premium,” kata Ricky He, Deputy Director of LEPAS Business Unit.

EV dengan Filosofi “Electrification, the Lepas Way”

Lepas menyebut pendekatan elektrifikasinya sebagai “Electrification, the Lepas Way”. Artinya, elektrifikasi bukan cuma soal ganti mesin bensin ke listrik, tapi jadi bahasa baru dalam merancang mobil masa depan.

Setiap model Lepas dikembangkan dengan fokus pada keseimbangan antara inovasi, kenyamanan, dan rasa percaya diri saat dipakai harian. Targetnya, pengalaman berkendara yang terasa tenang, relevan, dan tetap berkelas.

Desain Terinspirasi Macan Tutul

Dari sisi desain, Lepas E4 mengusung filosofi “The Signature of Lepas Design” yang berakar pada konsep Leopard Aesthetics. Karakter macan tutul dipilih sebagai simbol kelincahan, presisi, dan kekuatan.

Hasilnya, siluet Lepas E4 tampil streamline dengan garis tegas dan proporsi yang seimbang. Setiap detail gak cuma dibuat untuk mempercantik tampilan, tapi juga mencerminkan performa dan efisiensi khas kendaraan listrik modern.

Bagian depan pakai konsep Leopard Gaze, dipadukan dengan Predator Gaze Headlamp yang memberi kesan fokus dan percaya diri. Detail Aero Wing Fog Lamp Styling serta 18-inch Aero Leopard Shadow Alloy Wheels kasih aura sporty sekaligus elegan.

Di sisi samping, ada Leopard Leap Window Line, garis dinamis yang mengalir dari depan ke belakang, terinspirasi dari gerakan macan tutul saat melompat. Efeknya, profil mobil terlihat lincah, modern, dan progresif.

Di belakang, Lepas E4 dibekali Full-Width Independently Segmented Taillight yang langsung mencuri perhatian, terutama saat malam hari. Dipadukan dengan Sporty Smoked Rear Diffuser dan lekukan pilar belakang yang halus, tampilan buritannya terlihat tegas tanpa kehilangan kesan premium.

Melalui debut Lepas E4 di IIMS 2026, Lepas bukan hanya memperkenalkan mobil listrik pertamanya di dunia, tapi juga menegaskan arah desain dan filosofi elektrifikasi brand secara keseluruhan.

Lepas E4 jadi gambaran awal bagaimana Lepas memadukan teknologi EV dengan identitas desain yang percaya diri, progresif, dan mudah dikenali, menuju masa depan mobilitas yang lebih hijau, modern, dan fashionable.

Continue Reading

Trending