Connect with us

News

Chery Q Mulai Penuhi Garasi Konsumen

Published

on

Bakal makin sering melihat Chery Q di jalan? Mobil listrik terbaru Chery ini mulai dikirim ke konsumen di Indonesia. Penyerahan unit perdana dilakukan kepada pemesan pertama di Jakarta pada 23 Oktober 2026.

Dimulainya pengiriman ini sekaligus menjadi awal distribusi Chery Q ke berbagai wilayah di Indonesia.

Budi Darmawan Jantania, Vice Country Director Chery Business Unit, memberi apresiasi atas kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap Chery Q.

“Kami mengucapkan terima kasih atas antusiasme dan kepercayaan konsumen yang telah memilih Chery Q. Tingginya angka pemesanan yang kami terima menjadi motivasi bagi Chery untuk terus memberikan layanan terbaik. Dengan dimulainya serah terima unit ini, kami berkomitmen untuk menjaga kelancaran pengiriman dengan memperhatikan kualitas kendaraan yang diterima konsumen,” kata Budi.

Pemesan Pertama Sudah Terima Chery Q

Penyerahan unit perdana menjadi momen bagi konsumen untuk melihat dan mencoba langsung mobil yang sebelumnya hanya dikenal melalui informasi produk selama masa pemesanan.

Selain desain eksterior, konsumen juga bisa mengeksplorasi ruang kabin, teknologi, dan berbagai fitur yang ditawarkan Chery Q.

Jackson Iqbal, pemesan Chery Q pertama, mengaku sudah tertarik dengan mobil listrik tersebut bahkan sebelum peluncuran.

“Saya sudah tertarik dengan Chery Q dari awal, bahkan sebelum launching. Menurut saya, inovasi dan teknologinya mantap. Selain itu, Chery Q juga punya fitur-fitur menarik yang bikin saya makin penasaran, terutama Autonomous Parking Assist dan front trunk. Saya jadi tidak sabar untuk mencoba langsung fitur-fitur tersebut,” kata Jackson Iqbal, pemesan Chery Q pertama.

Dua fitur yang menarik perhatiannya adalah Autonomous Parking Assist dan front trunk. Fitur pertama berkaitan dengan bantuan parkir otomatis, sedangkan front trunk merupakan ruang penyimpanan di bagian depan kendaraan.

Cara Pantau Pengiriman Chery Q

Buat konsumen yang masih menunggu unitnya, Chery menyediakan layanan Track My Chery Q untuk memantau perkembangan proses distribusi.

Layanan ini bisa diakses melalui situs resmi Chery. Pemesan perlu memasukkan data yang diminta dan menyelesaikan proses verifikasi untuk melihat informasi terbaru mengenai unit yang dipesan.

Begini caranya :

  1. Akses laman Track My Chery Q melalui situs resmi Chery.
  2. Masukkan data yang diperlukan.
  3. Selesaikan proses verifikasi.
  4. Lihat perkembangan terbaru unit Chery Q yang ditampilkan dalam sistem.

Layanan tersebut melengkapi komunikasi melalui jaringan diler resmi. Kalau butuh informasi atau bantuan lebih lanjut, konsumen juga bisa menghubungi diler tempat melakukan pemesanan.

Spesifikasi Chery Q, Jarak Tempuh hingga 400 Km

Dari sisi spesifikasi, Chery Q mengusung dimensi kompak dengan jarak sumbu roda atau wheelbase 2.700 mm. Dimensi tersebut dirancang untuk menghadirkan ruang kabin yang lapang.

Mobil listrik ini menggunakan baterai berkapasitas 42,7 kWh dengan jarak tempuh hingga 400 kilometer berdasarkan pengujian NEDC.

Untuk pengisian daya, Chery Q sudah mendukung DC fast charging. Berdasarkan informasi yang disampaikan, pengisian baterai dari 30 persen hingga 80 persen membutuhkan waktu sekitar 16,5 menit.

Kepraktisan juga menjadi salah satu bagian yang ditawarkan. Chery Q memiliki power frunk atau ruang penyimpanan di bagian depan berkapasitas 70 liter.

Sementara itu, kapasitas bagasi belakang bisa diperluas hingga 1.450 liter. Jika digabungkan, total kapasitas penyimpanan kendaraan ini mencapai 1.520 liter untuk menunjang kebutuhan perjalanan harian maupun aktivitas bersama keluarga.

Dibekali Layar 15,6 Inci dan 20 Fitur ADAS

Urusan teknologi, Chery Q dilengkapi layar infotainment berukuran 15,6 inci yang terintegrasi dengan fitur konektivitas.

Mobil listrik ini juga memiliki enam airbag untuk mendukung keselamatan penumpang, serta 20 fitur Advanced Driver Assistance Systems (ADAS).

Selain itu, tersedia kamera 540° HD Panoramic Camera yang membantu pengemudi melihat kondisi di sekitar kendaraan.

Chery Q turut dibekali fungsi Vehicle-to-Load (V2L) dengan daya hingga 6,6 kW. Fitur ini memungkinkan kendaraan memasok energi listrik untuk berbagai perangkat elektronik eksternal yang kompatibel.

Dimulainya pengiriman perdana menjadi langkah awal Chery Indonesia dalam mendistribusikan Chery Q kepada konsumen lainnya secara bertahap. Mobil listrik ini diharapkan bisa menjadi pilihan untuk menunjang mobilitas harian masyarakat Indonesia, sejalan dengan semangat “Chery For Family. For Love”.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News

Honda Culture Indonesia Kumpulkan Ribuan Pencinta Otomotif

Published

on

By

Honda kembali menggelar Honda Culture Indonesia (HCI) Night Meet Up pada 23 Oktober 2026 di Senayan Park, Jakarta Selatan. Acara ini menjadi ajang kumpul para pencinta otomotif sebelum perayaan utama Honda Culture Indonesia 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 7 November mendatang.

Mengusung semangat car culture belongs to everyone, acara ini gak cuma menjadi tempat berkumpulnya pemilik mobil Honda, tetapi juga ruang untuk berbagi cerita, bertukar pengalaman, dan memperluas koneksi dengan sesama pencinta otomotif.

Acara puncak Honda Culture Indonesia 2026 nantinya akan digelar di Plaza Barat, Gelora Bung Karno, dan kawasan Asia Afrika Senayan, Jakarta.

Ada Trunk Market hingga Area Diecast

Berbeda dari acara puncak yang digelar setahun sekali, HCI Night Meet Up merupakan kegiatan kumpul mobil yang diadakan secara rutin sebagai bagian dari inisiatif Honda untuk merayakan dan mengembangkan kultur otomotif di Indonesia.

Berbagai aktivitas disiapkan untuk meramaikan acara, mulai dari trunk market, food truck, hiburan, permainan mobil RC, hingga area diecast yang menampilkan koleksi miniatur kendaraan.

President Director PT Honda Prospect Motor Masanao Kataoka bilang, antusiasme para pencinta otomotif terhadap HCI Night Meet Up terus berkembang sepanjang tahun ini.

“Kami senang melihat Honda Culture Indonesia terus berkembang melalui antusiasme para pecinta otomotif yang hadir di HCI Night Meet Up sepanjang tahun ini. Bagi kami, car culture adalah milik semua orang yang memiliki passion yang sama. Melalui HCI Night Meet Up, kami ingin menghadirkan ruang yang terbuka bagi siapa saja, sekaligus membawa semangat kebersamaan ini menuju perayaan yang lebih besar pada November mendatang.”

Sudah Kumpulkan Lebih dari 1.200 Mobil

Antusiasme terhadap HCI Night Meet Up terlihat dari jumlah peserta yang hadir sepanjang 2026.

Hingga September 2026, lima acara yang sudah digelar berhasil mengumpulkan lebih dari 1.200 mobil dan 1.800 peserta. Rangkaian kegiatan ini sebelumnya telah menyambangi sejumlah kawasan, mulai dari Jakarta Utara, Tangerang, BSD, PIK, hingga Bekasi.

Kegiatan tersebut juga didukung ekosistem komunitas Honda yang mencakup lebih dari 45 komunitas, 100 chapter, dan 50.000 anggota dari berbagai model kendaraan Honda.

Seiring perkembangannya, HCI Night Meet Up juga membuka kesempatan bagi komunitas lintas merek dan pelaku industri kreatif otomotif untuk ikut bergabung.

Honda Prelude dan Super-ONE Ikut Meramaikan

Keterbukaan terhadap berbagai komunitas dan model kendaraan juga terlihat dalam acara kali ini. Sejumlah pemilik mobil Honda hadir bersama komunitas dan pencinta otomotif lainnya, termasuk pengguna Honda Super-ONE dan Honda Prelude.

Hingga Oktober 2026, Honda Prelude telah mencatat lebih dari 400 pemesanan. Dari jumlah tersebut, lebih dari 140 unit sudah diserahkan kepada konsumen.

Sementara itu, Honda Super-ONE telah mengumpulkan 200 pemesanan. Seluruh alokasi pengiriman untuk 2026 juga sudah terpenuhi, dengan lebih dari 80 unit telah diserahkan kepada konsumen.

Meski alokasi pengiriman tahun ini sudah terpenuhi, pemesanan Honda Super-ONE tetap dibuka. Pengiriman kepada konsumen sendiri telah dilakukan secara bertahap sejak September 2026.

Sales & Marketing Division Head PT Honda Prospect Motor Ferdianto Budiono bilang, kegiatan ini menjadi salah satu cara Honda untuk terus menjalin hubungan dengan komunitas otomotif.

“Honda memiliki sejarah panjang, kultur otomotif yang kuat, serta hubungan yang telah tumbuh bersama komunitas. Melalui HCI Night Meet Up, kami ingin melanjutkan perjalanan tersebut dengan menghadirkan ruang bagi automotive enthusiasts untuk bertemu, berbagi inspirasi, dan merasakan langsung kultur Honda. Bagi kami, mobil bukan hanya alat mobilitas, tetapi juga bagian dari identitas, ekspresi, dan cara menikmati dunia otomotif sejalan dengan semangat Hondaisme.”

Setelah rangkaian Night Meet Up di sejumlah wilayah, Honda Culture Indonesia 2026 akan mencapai puncaknya pada 7 November mendatang di Plaza Barat, Gelora Bung Karno, dan Asia Afrika Senayan, Jakarta.

Continue Reading

News

Honda Punya SUV Listrik Baru, Ini Gambaran Mobilnya

Published

on

By

Honda punya SUV listrik baru yang siap meluncur pada 2 Desember, namanya Honda 0 Alpha. Mobil ini bakal dipasarkan di India dan Jepang, tetapi gak akan dijual di Amerika Serikat (AS).

Kehadiran 0 Alpha juga menarik karena Honda sebelumnya membatalkan sejumlah proyek mobil listrik untuk pasar AS, termasuk sedan dan SUV 0 Series serta Acura RSX. Meski begitu, pengembangan mobil listrik Honda ternyata masih berlanjut lewat model yang menyasar pasar lain.

Honda 0 Alpha pertama kali diperkenalkan sebagai mobil konsep di ajang Japan Mobility Show pada Oktober 2025.

Lalu, pada Maret 2026, Honda memperlihatkan prototipe yang sudah dikembangkan lebih lanjut. Bodinya masih dibungkus kamuflase ungu, tetapi pada kesempatan itu Honda juga mengumumkan dimulainya pengujian di jalan umum India atau Public Road Verification.

Sejak saat itu, prototipe 0 Alpha beberapa kali tertangkap kamera di India dan Jepang. Foto dan videonya pun ramai dibagikan di media sosial.

Kini, Honda sudah mengonfirmasi jadwal perkenalannya pada 2 Desember.

Desainnya Mirip Honda 0 SUV, tapi Lebih Kecil

Meski masih pakai kamuflase, bentuk Honda 0 Alpha sudah mulai kelihatan. Desainnya terlihat gak jauh berbeda dari versi konsep yang diperkenalkan sebelumnya.

Bagian depan punya lampu LED modern yang menyatu dengan area gril tertutup. Bumper depan dan belakang dibuat menonjol, sedangkan bagian lengkungan roda dilengkapi lapisan pelindung berwarna gelap.

Di bagian samping, pilar C terlihat tebal dan menyatu dengan desain fender belakang yang berotot. Sementara itu, bagian belakangnya dibuat tegak dengan lampu LED vertikal yang bentuknya menyerupai huruf U.

Kalau dilihat sekilas, desainnya seperti Honda 0 SUV yang dibuat lebih kecil. Padahal, proyek 0 SUV untuk pasar AS sudah dibatalkan Honda.

Uniknya, bagian belakang 0 Alpha juga punya tampilan yang sedikit mengingatkan pada Kia Soul, tetapi dengan desain yang lebih futuristis.

Honda mengembangkan mobil ini dengan mempertimbangkan kebutuhan konsumen India. Salah satu perhatian utamanya adalah kondisi jalan yang gak selalu mulus serta cuaca ekstrem yang kerap terjadi di negara tersebut.

Interiornya Minimalis, Ada Layar Besar

Bagian kabin Honda 0 Alpha juga sempat terlihat dari foto yang beredar. Meski belum diperlihatkan secara resmi, interiornya tampak mengusung desain minimalis.

Di dasbor, terlihat layar infotainment berukuran besar yang ditemani panel instrumen digital. Setirnya menggunakan desain tiga palang dengan bagian bawah datar.

Sementara itu, panel pengaturan AC ditempatkan secara terpisah di konsol tengah.

Saat pertama kali memperkenalkan konsep 0 Alpha, Honda menjanjikan kabin yang lapang dan nyaman buat penumpang.

Mobil ini juga dikembangkan dengan filosofi Honda, yaitu Thin, Light, and Wise. Sederhananya, Honda ingin menghadirkan kendaraan yang tipis, ringan, dan cerdas.

Pakai Motor Listrik Tunggal dan Baterai LFP

Beralih ke bagian teknis, Honda 0 Alpha menggunakan platform yang memang dirancang khusus untuk mobil listrik.

Mobil ini diperkirakan memakai sistem penggerak roda depan atau front-wheel drive (FWD), dengan satu motor listrik.

Untuk baterainya, Honda disebut menyiapkan dua pilihan kapasitas dengan teknologi lithium iron phosphate (LFP).

Namun, spesifikasi lengkapnya belum diumumkan. Begitu juga dengan kapasitas baterai dan jarak tempuh resmi yang bisa dicapai dalam sekali pengisian daya.

Media lokal India memperkirakan varian dengan baterai lebih besar bisa menempuh jarak hingga 500 kilometer. Meski begitu, angka tersebut masih berupa perkiraan dan belum dikonfirmasi Honda.

Jadi, belum bisa dipastikan seberapa jauh SUV listrik ini bisa melaju ketika spesifikasi finalnya diumumkan nanti.

Diproduksi di India, Bakal Dijual ke Jepang

Honda 0 Alpha bakal diproduksi di pabrik Honda yang berlokasi di Tapukara, Rajasthan, India.

India dipilih sebagai basis produksi karena Honda ingin mengembangkan pasar kendaraan listrik di negara tersebut sekaligus memanfaatkan biaya produksi yang lebih rendah.

Setelah dipasarkan di India, Honda juga berencana mengekspor 0 Alpha ke negara lain, termasuk Jepang.

Strategi ini bukan hal baru buat Honda. Sebelumnya, Honda Elevate juga diproduksi di India untuk kemudian dipasarkan ke negara lain.

Berapa Harga Honda 0 Alpha?

Soal harga, Honda masih belum mengumumkan banderol resmi 0 Alpha.

Namun, diperkirakan mobil ini bakal dijual di kisaran 16 lakh rupee atau sekitar 16.900 dollar AS hingga 25 lakh rupee atau sekitar 26.400 dollar AS.

Harga tersebut masih sebatas perkiraan media lokal, bukan angka resmi dari Honda.

Dengan jadwal perkenalan pada 2 Desember, spesifikasi lengkap, jarak tempuh, dan harga Honda 0 Alpha bakal lebih jelas saat mobil ini resmi diperkenalkan.

Continue Reading

News

Flash Charging BYD, Isi Baterai Mobil Listrik Cuma 9 Menit

Published

on

By

BYD memperkenalkan teknologi pengisian daya supercepat bernama Flash Charging di Indonesia. Teknologi ini diklaim mampu mengisi baterai mobil listrik dari 10 persen hingga 70 persen dalam waktu sekitar lima menit.

Bahkan, pengisian daya hingga 97 persen disebut bisa dilakukan dalam waktu sekitar sembilan menit pada kondisi suhu normal.

Teknologi ini mengandalkan daya pengisian hingga 1.500 kW melalui satu konektor. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan daya yang tersedia pada kebanyakan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) yang saat ini digunakan.

BYD memperkenalkan Flash Charging bersama Blade Battery generasi kedua. Keduanya dirancang untuk bekerja beriringan agar baterai bisa menerima daya besar dalam waktu singkat tanpa mengabaikan pengelolaan panas dan keselamatan.

Isi Baterai Mobil Listrik Cuma Lima Menit?

Salah satu tantangan mobil listrik adalah waktu pengisian baterai yang umumnya lebih lama dibandingkan mengisi bahan bakar mobil konvensional.

Lewat Flash Charging, BYD ingin memangkas waktu tunggu tersebut. Perusahaan mengusung slogan Ready in 5, Full in 9, yang merujuk pada kemampuan pengisian dari 10 persen hingga 70 persen dalam lima menit dan hingga 97 persen dalam sembilan menit.

Namun, kemampuan ini bukan berarti semua mobil listrik bisa mengisi daya secepat itu. Kecepatan pengisian tetap bergantung pada kompatibilitas kendaraan, kemampuan baterai menerima daya, kondisi suhu, serta perangkat pengisian yang digunakan.

Artinya, mobil harus mendukung teknologi tersebut agar bisa memanfaatkan kemampuan maksimal Flash Charging.

Daya Pengisian Tembus 1.500 kW

Flash Charging menawarkan daya pengisian hingga 1.500 kW melalui satu konektor. Untuk mencapai kemampuan tersebut, sistem pengisian ini dirancang untuk bekerja bersama Blade Battery generasi kedua.

Pasalnya, pengisian daya supercepat gak cukup hanya mengandalkan perangkat pengisi daya dengan output besar. Baterai juga harus mampu menerima energi dalam jumlah tinggi dan mengendalikan panas yang muncul selama proses pengisian.

BYD mengembangkan Blade Battery generasi kedua dengan hambatan internal yang lebih rendah dan jalur perpindahan ion yang dioptimalkan. Tujuannya, energi bisa masuk ke dalam sel baterai dengan lebih efisien saat pengisian berdaya tinggi.

Meski begitu, angka 1.500 kW merupakan kemampuan maksimum sistem pengisian. Daya aktual yang diterima mobil bisa berubah selama proses berlangsung, tergantung kondisi baterai dan kemampuan kendaraan.

Kabel Pengisian Gak Perlu Diseret di Lantai

Selain menawarkan pengisian daya cepat, BYD juga memperhatikan kemudahan penggunaan perangkat Flash Charging.

Perangkat ini memiliki desain berbentuk huruf T dengan sistem rel dan katrol di bagian atas. Mekanisme tersebut membuat kabel pengisian tetap menggantung, sehingga gak perlu menyentuh lantai yang mungkin kotor atau basah.

Desain ini juga membantu menjaga area pengisian tetap rapi. Pengguna bisa mengarahkan konektor ke port pengisian mobil tanpa harus mengangkat seluruh bobot kabel.

BYD menyebut sistem tersebut mengusung konsep ergonomi zero-gravity. Penyangga membantu mengurangi beban kabel saat ditarik dan diarahkan, sementara konektornya dirancang agar bisa dioperasikan dengan satu tangan.

Konektor yang menggantung pada rel juga bisa digeser untuk menjangkau posisi port pengisian yang berbeda. Dengan begitu, pengguna gak harus selalu memarkir mobil pada posisi yang sama persis untuk menghubungkan kabel.

Tinggal Colok, Pengisian Bisa Berjalan Otomatis

Fitur lain yang disematkan adalah Plug-and-Charge. Pada kendaraan yang kompatibel dan sudah mengaktifkan layanan ini, pengguna cukup menghubungkan konektor untuk memulai pengisian daya.

Proses autentikasi berlangsung otomatis, sehingga pengguna gak perlu memulai setiap sesi melalui aplikasi atau kartu.

Namun, fitur ini tetap bergantung pada kompatibilitas kendaraan dan layanan yang tersedia. Jadi, belum tentu semua mobil listrik bisa langsung menggunakan sistem tersebut.

Kapan Bisa Digunakan di Indonesia?

BYD memperkenalkan Flash Charging sebagai bagian dari upayanya mengembangkan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Teknologi ini juga menjadi salah satu langkah untuk menjawab kekhawatiran konsumen soal waktu pengisian baterai.

Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, mengatakan teknologi ini dirancang agar pengalaman mengisi daya mobil listrik semakin mendekati kebiasaan konsumen saat mengisi bahan bakar.

Meski demikian, kemampuan pengisian hingga 1.500 kW dan waktu pengisian dalam hitungan menit perlu didukung perangkat yang kompatibel, baik dari sisi mobil maupun infrastruktur pengisian.

Karena itu, kehadiran Flash Charging bukan sekadar soal seberapa besar daya yang bisa disalurkan. Kesiapan infrastruktur, kompatibilitas kendaraan, dan ketersediaan layanan juga akan menentukan seberapa praktis teknologi ini nantinya digunakan oleh konsumen Indonesia.

Continue Reading

Trending