Connect with us

Blog

Kenapa Ban Mobil Bisa Kempis Padahal Gak Bocor?

Published

on

Cek ban sebelum mudik penting

Pernah ngalamin ban mobil tiba-tiba kurang angin, padahal pas dicek gak kelihatan ada paku atau benda tajam yang bikin bocor?

Tenang, kondisi seperti ini ternyata cukup umum. Ban mobil memang bisa kehilangan tekanan angin secara perlahan meski gak selalu disebabkan oleh kebocoran besar.

Salah satu penyebabnya adalah tekanan udara yang memang berkurang secara alami. Udara di dalam ban bisa keluar sedikit demi sedikit melalui material ban dan celah kecil pada sistem roda.

Makanya, meski gak ada lubang yang kelihatan, tekanan ban tetap bisa turun setelah beberapa waktu.

Perubahan Suhu Juga Bisa Bikin Tekanan Ban Berubah

Suhu udara ternyata ikut memengaruhi tekanan ban.

Saat suhu berubah, tekanan udara di dalam ban juga bisa ikut berubah. Itu sebabnya tekanan ban yang dicek pagi hari bisa berbeda dengan kondisi setelah mobil dipakai cukup lama.

Ban yang baru dipakai juga biasanya memiliki tekanan lebih tinggi karena temperatur ban meningkat.

Jadi, jangan langsung panik kalau angka tekanan ban terlihat berbeda setelah mobil selesai dipakai.

Bisa Juga Ada Bocor Halus

Kalau tekanan ban terus turun dalam waktu relatif cepat, baru perlu dicurigai ada kebocoran halus.

Masalahnya, kebocoran seperti ini kadang gak gampang ditemukan dengan mata.

Sumbernya bisa dari paku kecil, pentil yang bermasalah, atau bagian antara ban dan pelek yang gak lagi rapat sempurna.

Kalau satu ban terasa jauh lebih cepat kehilangan angin dibandingkan ban lainnya, sebaiknya jangan cuma ditambah angin terus.

Lebih aman bawa ke tukang ban untuk diperiksa dan dicari sumber kebocorannya.

Jangan Tunggu Ban Kelihatan Kempis

Satu hal yang sering dilakukan pemilik mobil adalah baru mengecek tekanan ban ketika ban sudah terlihat kempis.

Padahal, tekanan ban yang kurang dari rekomendasi bisa memengaruhi kenyamanan, pengendalian, sampai konsumsi BBM.

Karena itu, ada baiknya tekanan ban dicek secara rutin menggunakan alat ukur, bukan hanya mengandalkan pandangan mata.

Untuk angka tekanannya, jangan asal mengikuti angka yang tertulis di dinding ban. Gunakan rekomendasi tekanan dari pabrikan mobil yang biasanya tercantum pada label di area pintu pengemudi atau buku manual.

Jadi, kalau ban mobil tiba-tiba kurang angin padahal gak kelihatan bocor, belum tentu bannya kena paku. Bisa saja tekanan memang berkurang secara alami, dipengaruhi perubahan suhu, atau ada kebocoran kecil yang belum terlihat.

Yang penting, jangan dibiarin. Ban adalah salah satu komponen yang langsung berhubungan dengan keselamatan saat mobil jalan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Blog

Mobil Hybrid Kehabisan Bensin, Masih Bisa Jalan?

Published

on

By

Punya mobil hybrid tapi sampai kehabisan bensin di jalan? Nah, ini salah satu kondisi yang sebaiknya jangan sampai terjadi.

Soalnya, meski mobil hybrid punya baterai dan motor listrik, bukan berarti mobil bisa terus jalan ketika bensinnya benar-benar habis.

Pada mobil hybrid konvensional (HEV), mesin bensin dan motor listrik memang bekerja bergantian atau bareng sesuai kondisi. Baterainya juga bisa mendapat energi kembali saat mobil melakukan pengereman.

Tapi, baterai tersebut bukan pengganti bensin.

Baterai Masih Ada, Kok Tetap Bisa Berhenti?

Ini yang sering bikin orang salah paham.

Saat bensin habis, mungkin saja baterai hybrid masih menunjukkan sisa daya. Dalam kondisi tertentu, mobil bahkan bisa masih bergerak menggunakan tenaga listrik untuk sementara.

Tapi jangan menganggap kondisi tersebut bisa membuat mobil terus berjalan sampai SPBU berikutnya.

Sistem hybrid membutuhkan mesin bensin untuk berbagai kondisi pengoperasian dan untuk menjaga sistem tetap bekerja sebagaimana mestinya. Ketika bahan bakar sudah benar-benar habis, mobil pada akhirnya bisa berhenti.

Jadi kalau indikator bensin sudah masuk kondisi kritis, jangan mengandalkan sisa baterai untuk mencari aman.

Kalau PHEV Gimana?

Pada plug-in hybrid (PHEV), ceritanya sedikit berbeda.

PHEV memiliki baterai yang kapasitasnya jauh lebih besar dan bisa diisi dari sumber listrik eksternal. Karena itu, beberapa PHEV memang bisa berjalan menggunakan tenaga listrik saja dalam jarak tertentu.

Tapi tetap saja, ketika bensin habis, jangan menganggap mobil bisa digunakan seperti mobil listrik murni tanpa batas.

Kemampuan mobil untuk tetap berjalan dalam kondisi tersebut sangat tergantung pada sistem dan strategi pengoperasian masing-masing model.

Artinya, aturan paling aman tetap sama: jangan sengaja membiarkan tangki bensin sampai kosong.

Jangan Tunggu Sampai Indikator Bensin Nol

Sama seperti mobil bensin biasa, kebiasaan berkendara sampai bahan bakar benar-benar habis sebaiknya dihindari.

Selain berisiko bikin mobil berhenti di tempat yang gak diinginkan, kondisi tersebut juga bisa merepotkan karena mobil hybrid punya sistem penggerak yang lebih kompleks.

Kalau indikator bensin sudah menunjukkan sisa yang sedikit, lebih baik langsung cari SPBU.

Apalagi kalau sedang perjalanan jauh atau melewati daerah yang jarang punya SPBU. Jangan sampai cuma karena merasa masih punya baterai, pengisian bensin malah ditunda.

Jadi, Masih Bisa Jalan atau Gak?

Jawabannya, jangan mengandalkan mobil hybrid untuk terus berjalan setelah bensin habis.

Memang ada kemungkinan mobil masih bisa bergerak menggunakan energi listrik dalam kondisi tertentu, tetapi itu bukan berarti mobil hybrid dirancang untuk dipakai tanpa bensin.

Baterai hybrid pada dasarnya bekerja bersama mesin bensin, bukan menggantikannya.

Jadi, meskipun punya mobil hybrid, aturan sederhananya tetap berlaku, kalau indikator bensin sudah hampir habis, cari SPBU. Jangan tunggu sampai benar-benar kosong.

Continue Reading

Blog

Mobil Bau Gosong Saat Gas Gaspol, Bahaya Gak Sih?

Published

on

By

Pernah lagi bawa mobil santai, semuanya terasa normal. Tapi begitu pedal gas diinjak dalam-dalam atau digaspol, tiba-tiba muncul bau gosong dari arah depan mobil?

Bau seperti terbakar ini tentu bikin waswas. Apalagi kalau sebelumnya gak pernah muncul.

Sebenarnya, bau gosong setelah mobil digas penuh gak selalu berarti mesin langsung mengalami kerusakan. Ada beberapa kemungkinan penyebab, mulai dari komponen yang memang sedang bekerja lebih keras sampai masalah yang sebaiknya segera diperiksa.

Mesin Kerja Lebih Berat Saat Digaspol

Ketika pedal gas diinjak dalam-dalam, mesin bekerja lebih keras untuk menghasilkan tenaga.

Suhu di ruang mesin dan sistem pembuangan juga bisa meningkat. Kalau ada kotoran atau material tertentu yang menempel di bagian yang panas, bisa muncul bau seperti terbakar.

Misalnya, ada oli yang merembes sedikit dan mengenai bagian mesin atau knalpot yang panas. Ketika mobil digas dan suhu meningkat, oli tersebut bisa menimbulkan bau gosong.

Bisa Juga dari Oli yang Bocor

Kalau bau gosong muncul berulang kali setiap mobil digas dalam-dalam, coba perhatikan apakah ada tanda kebocoran oli.

Oli yang menetes ke bagian panas biasanya menghasilkan aroma yang cukup khas dan kadang disertai asap tipis dari area mesin.

Kalau sudah ada bau menyengat, asap, atau terlihat rembesan oli, jangan cuma mengandalkan asumsi bahwa itu karena mesin sedang panas.

Sebaiknya mobil diperiksa untuk mencari sumber kebocorannya.

Mobil Manual Bisa Bau Gosong karena Kopling

Untuk mobil dengan transmisi manual, bau gosong juga bisa berasal dari kampas kopling yang mengalami selip.

Biasanya kondisi ini lebih mudah muncul ketika mobil diajak menanjak, membawa beban berat, atau pengemudi sering menahan pedal kopling sambil menginjak gas.

Saat kopling selip, gesekan yang terjadi bisa menghasilkan panas dan menimbulkan bau seperti terbakar.

Kalau bau tersebut sering muncul dan disertai gejala seperti putaran mesin naik tetapi laju mobil gak sebanding, kopling sebaiknya diperiksa.

Rem Juga Bisa Jadi Sumber Bau

Bau gosong gak selalu datang dari mesin.

Kalau sebelumnya mobil melakukan pengereman cukup keras atau melewati turunan panjang, rem bisa menjadi sangat panas.

Kondisi tersebut bisa menghasilkan bau yang mirip seperti sesuatu terbakar.

Hal ini biasanya lebih terasa setelah mobil digunakan cukup berat, bukan cuma ketika pedal gas diinjak.

Tapi kalau bau gosong muncul tanpa pengereman berat dan terus berulang, sebaiknya cari tahu sumbernya.

Kapan Harus Mulai Khawatir?

Kalau bau cuma muncul sesekali setelah mobil bekerja cukup berat dan kemudian hilang, belum tentu ada masalah serius.

Tapi kalau setiap digas penuh selalu muncul bau gosong, apalagi disertai asap, indikator peringatan menyala, suara aneh, mesin terasa kehilangan tenaga, atau ada cairan yang menetes, jangan dibiarkan.

Sebaiknya mobil segera diperiksa supaya sumber masalahnya bisa diketahui.

Jadi, kalau mobil tiba-tiba bau gosong setelah digaspoll, gak perlu langsung panik. Tapi jangan juga dianggap sepele kalau kejadian tersebut terus berulang.

Karena bau gosong bisa berasal dari hal sederhana seperti kotoran yang terkena bagian panas, tapi bisa juga menjadi tanda adanya kebocoran oli, kopling selip, atau komponen yang mengalami panas berlebihan.

Continue Reading

Blog

Kenapa Setir Mobil Kadang Terasa Gak Lurus Saat Jalan?

Published

on

By

Pernah merasa setir mobil sudah dipegang lurus, tapi posisi setirnya malah sedikit miring saat mobil melaju?

Atau justru setir sudah diluruskan, tapi mobil terasa seperti jalan sedikit ke kiri atau kanan?

Kondisi seperti ini cukup sering ditemui. Penyebabnya juga gak selalu berarti ada kerusakan besar. Bisa saja karena kondisi jalan, tekanan ban, sampai posisi roda yang sudah berubah.

Jalan Gak Selalu Benar-Benar Lurus

Salah satu hal yang sering gak disadari adalah permukaan jalan memang gak selalu benar-benar datar.

Jalan biasanya dibuat sedikit miring ke sisi tertentu supaya air hujan bisa mengalir dan gak menggenang di tengah jalan.

Akibatnya, ketika mobil melaju di jalan tertentu, kendaraan bisa terasa sedikit bergerak ke satu sisi. Pengemudi kemudian secara otomatis mengoreksi setir.

Makanya, jangan langsung menganggap ada masalah pada mobil hanya karena setir terlihat sedikit miring di satu ruas jalan.

Coba di Jalan yang Berbeda

Kalau penasaran, coba perhatikan posisi setir ketika mobil melewati jalan yang berbeda dan relatif rata.

Kalau setir kembali terasa normal, bisa jadi sebelumnya memang pengaruh kemiringan permukaan jalan.

Tapi kalau posisi setir tetap miring atau mobil terus terasa menarik ke satu sisi, kemungkinan ada hal lain yang perlu diperiksa.

Tekanan Ban Bisa Jadi Penyebab

Hal sederhana seperti tekanan angin ban yang berbeda juga bisa memengaruhi arah mobil.

Misalnya, tekanan salah satu ban lebih rendah dibandingkan ban di sisi lainnya. Kondisi ini bisa membuat karakter mobil terasa berbeda ketika dikendarai.

Karena itu, kalau setir mulai terasa gak lurus, gak ada salahnya cek tekanan semua ban terlebih dahulu.

Tekanan ban sebaiknya mengikuti rekomendasi dari pabrikan yang biasanya tercantum pada stiker di area pintu pengemudi atau buku manual kendaraan.

Bisa Juga Karena Spooring

Kalau masalah tetap terasa, salah satu hal yang perlu diperiksa adalah spooring.

Sederhananya, spooring berkaitan dengan penyetelan sudut roda supaya sesuai dengan spesifikasi kendaraan.

Roda yang sudutnya sudah berubah bisa membuat mobil terasa menarik ke satu sisi atau posisi setir gak lagi berada di tengah ketika mobil berjalan lurus.

Kondisi ini bisa terjadi karena berbagai hal, misalnya mobil sering melewati jalan berlubang, menghantam trotoar, atau roda terkena benturan cukup keras.

Jangan Tunggu Sampai Ban Ikut Botak

Kalau memang ada masalah pada posisi roda, dampaknya gak cuma bikin setir terasa miring.

Keausan ban juga bisa menjadi gak merata. Kalau dibiarkan, bagian tertentu pada ban bisa lebih cepat aus dibandingkan bagian lainnya.

Makanya, kalau setir terasa gak lurus secara konsisten, sebaiknya jangan cuma membiasakan diri mengoreksi setir.

Periksa dulu tekanan ban. Kalau tetap terasa, baru lakukan pemeriksaan kaki-kaki dan spooring di bengkel.

Jadi, setir yang gak lurus gak selalu berarti mobil rusak. Bisa saja pengaruh kemiringan jalan atau tekanan ban. Tapi kalau mobil terus menarik ke satu sisi di berbagai kondisi jalan, sebaiknya jangan diabaikan.

Continue Reading

Trending