Connect with us

Blog

Kebiasaan Unik Pengemudi di Indonesia, Kamu Termasuk?

Published

on

Mobil mogok di jalan tol

Kalau diperhatiin, gaya berkendara orang Indonesia itu punya ciri khas sendiri. Kadang bikin geleng-geleng, tapi di sisi lain juga relatable banget karena sering kita lakukan tanpa sadar. Nah, dari sekian banyak kebiasaan unik di jalan, kira-kira kamu termasuk yang mana?

  • Lampu Sein Belok Kiri, Tapi Kendaraan ke Kanan
    Ini salah satu misteri di jalan raya. Lampu sein nyala, tapi arah kendaraan beda. Sering terjadi sama sepeda motor. Entah karena lupa atau iseng, kebiasaan ini jelas bikin pengendara lain bingung dan rawan bikin salah antisipasi.
  • Klakson Jadi Bahasa Utama
    Di Indonesia, klakson bukan cuma buat kasih peringatan, tapi juga jadi alat komunikasi. Mulai dari “permisi”, “cepetan dong”, sampai “awas!” semuanya diwakilin suara klakson.
  • Sedikit-sedikit Rem Mendadak
    Jalanan masih kosong, tapi tiba-tiba ngerem. Kadang karena lihat sesuatu di pinggir jalan, kadang juga karena refleks aja. Kebiasaan ini sering bikin pengendara belakang ikut panik.
  • Nyelip di Segala Kondisi
    Mau macet atau gak, selalu ada saja yang cari celah sekecil apa pun buat nyelip. Skill tinggi sih, tapi kalau terlalu nekat justru berisiko.

    Nyetir di jalan

    • Jalan Pelan di Lajur Kanan
      Secara aturan, lajur kanan itu buat mendahului. Tapi di jalanan kita, sering dipakai santai dengan kecepatan rendah, terutama di jalan tol. Akibatnya, arus lalu lintas jadi terhambat.
    • Lampu Hazard Buat Tanda Hujan
      Padahal fungsi hazard itu untuk kondisi darurat. Tapi di Indonesia, hujan deras sering “dianggap darurat”, jadi banyak yang langsung nyalain hazard sambil tetap jalan.
    • Dekat-dekatan Saat Macet
      Saat macet, jarak antar mobil sering super mepet. Tujuannya biar gak diselip kendaraan lain. Tapi efeknya, kalau ada yang ngerem mendadak, risiko tabrakan jadi lebih tinggi.
    • Nyalip dari Kiri Itu Biasa
      Secara aturan seharusnya mendahului dari kanan. Tapi di kondisi jalan tertentu, nyalip dari kiri jadi hal yang “lumrah”.

      Kebiasaan-kebiasaan ini mungkin terlihat sepele, tapi kalau terus dilakukan bisa berdampak ke keselamatan di jalan. Gak ada salahnya mulai lebih sadar dan disiplin, biar berkendara jadi lebih aman dan nyaman buat semua.

      Jadi, dari daftar di atas, kamu pernah atau masih sering lakukan yang mana?

      Click to comment

      Leave a Reply

      Your email address will not be published. Required fields are marked *

      Blog

      Rahasia Mobil China Lebih Murah Dibanding Mobil Jepang

      Published

      on

      By

      Harga mobil China yang cenderung lebih murah dibanding mobil Jepang sering bikin orang penasaran. Banyak yang mikir karena kualitas, padahal banyak faktornya.

      Direktur Indomobil Group, Andrew Nasuri, bilang kalau kunci utamanya ada di skala produksi dan cara industri di China bekerja.

      “Kita itu kalau membuat kendaraan, harus melihat dari skala produksi sparepart, komponen. China itu komponen manufacturing itu sudah bukan antara grup tapi antara merek,” kata Andrew.

      Menurut dia, di China banyak komponen yang dipakai bareng oleh berbagai merek. Contohnya baterai dari CATL yang dipakai oleh banyak pabrikan mobil listrik.

      “Baterai, CATL, semua merek pakai CATL. Itu adalah cost efficiency yang luar biasa,” kata dia.

      Nah, di sinilah bedanya dengan pabrikan Jepang. Industri otomotif Jepang cenderung lebih tertutup dan mengembangkan komponen masing-masing.

      “Sedangkan Jepang apa-apa individual. Jerman juga begitu,” ucap Andrew.

      Dengan sistem berbagi komponen tadi, biaya produksi di China bisa ditekan jauh lebih rendah. Karena satu komponen bisa diproduksi dalam jumlah sangat besar dan dipakai oleh banyak merek sekaligus.

      “China coba dilihat, bareng-bareng mereka. Komponen makernya sama semuanya. Sharing, jadi cost of production-nya luar biasa, sangat murah,” kata dia.

      Selain itu, faktor skala produksi juga jadi penentu utama. Semakin besar volume produksi, maka biaya per unit akan semakin turun.

      “Jadi bukannya bilang, barang di China kok bisa murah? Karena scale. Kamu kan kalau sudah namanya produksi, scale itu sudah gila. Once you have the scale, itu price turun,” ujar Andrew.

      Jadi, murahnya mobil China bukan semata soal kualitas, tapi lebih ke efisiensi industri dan strategi produksi massal yang sudah sangat besar.

      Continue Reading

      Blog

      Pajak Mobil Listrik Sudah Gak Gratis Lagi, Jadi Bayar Berapa?

      Published

      on

      By

      Kalau dulu mobil listrik identik dengan pajak yang murah banget, bahkan cuma bayar ratusan ribu setahun, sekarang sudah beda cerita.

      Pemerintah resmi menghapus status bebas pajak lewat aturan baru tahun 2026. Artinya, mobil listrik sekarang sudah jadi objek pajak kendaraan bermotor (PKB), sama seperti mobil bensin atau diesel.

      Dulu, pemilik mobil listrik cuma bayar biaya wajib seperti SWDKLLJ sekitar Rp 143.000 per tahun. Sekarang? Sudah mulai kena pajak tahunan.

      Jadi berapa pajaknya sekarang?

      Secara kasar, pajak mobil listrik mengikuti rumus umum, sekitar 2 persen dari nilai jual kendaraan (NJKB), tergantung daerah masing-masing.

      Makanya, nominalnya langsung melonjak dari ratusan ribu jadi jutaan rupiah.

      Contoh paling gampang, mobil listrik yang cukup populer di Indonesia. Mobil seperti Wuling Air ev yang dulu pajaknya cuma sekitar Rp 143.000, sekarang bisa kena pajak tahunan di kisaran Rp 3,7 jutaan sampai Rp 4,7 jutaan tergantung tipe.

      Wuling Air ev

      Sementara untuk mobil yang lebih mahal, angkanya tentu ikut naik. Karena semakin tinggi harga mobil, semakin besar juga pajaknya.

      Contoh mobil listrik lain, mobil listrik yang sering ditemui di jalan seperti, Hyundai Ioniq 5 atau BYD Atto 1.

      Secara konsep, hitungannya sama. Tinggal dikalikan nilai jualnya. Jadi, makin mahal mobilnya, pajaknya juga ikut naik, meski masih bisa lebih ringan dibanding mobil konvensional di beberapa daerah.

      Kenapa sekarang jadi kena pajak? Simpelnya, pemerintah mulai mengubah strategi.

      Kalau dulu fokusnya mendorong orang beli mobil listrik dengan insentif besar, sekarang arahnya mulai lebih seimbang. Mobil listrik tetap didukung, tapi gak lagi dimanjakan sepenuhnya dengan pajak nol persen.

      Selain itu, tiap daerah juga punya kebijakan sendiri. Jadi ada kemungkinan pajak di satu provinsi lebih murah dibanding daerah lain.

      Jadi bisa dibilang mobil listrik sekarang sudah masuk fase normal. Gak lagi bebas pajak, tapi juga belum semahal mobil bensin. Pajaknya sekarang realistis, di kisaran jutaan rupiah per tahun, tergantung harga mobilnya.

      Continue Reading

      Blog

      Mobil Diesel Modern Boleh Isi Solar Biasa?

      Published

      on

      By

      Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) belakangan ini bikin banyak pemilik mobil diesel mulai putar otak. Harga Dexlite, Pertamina Dex, sampai V-Power Diesel ikut terkerek, sementara selisihnya dengan solar biasa jadi makin terasa di kantong.

      Akhirnya muncul pertanyaan klasik, kalau pakai solar biasa saja atau yang sering disebut solar busuk, mobil diesel modern masih aman gak?

      Jawabannya bisa, tapi ada risikonya.

      Mobil diesel modern, apalagi yang sudah pakai teknologi common rail seperti Toyota Fortuner atau Mitsubishi Pajero Sport, punya sistem injeksi yang jauh lebih presisi dibanding diesel jadul. Tekanan injektornya sangat tinggi, dan komponen di dalamnya punya toleransi yang rapat.

      Masalahnya, kualitas bahan bakar sangat berpengaruh ke sistem ini.

      Kalau pakai solar dengan kualitas rendah atau yang sering disebut “solar busuk” (biasanya kadar sulfur tinggi atau terkontaminasi), efeknya gak langsung terasa.

      Mobil tetap bisa jalan, bahkan mungkin terasa normal di awal. Tapi pelan-pelan, kotoran dan kandungan yang tidak bersih bisa menumpuk di injektor dan pompa bahan bakar.

      Akibatnya? Mulai dari yang ringan sampai bikin kantong jebol. Tarikan jadi berat, mesin lebih berisik, asap knalpot lebih tebal, sampai risiko kerusakan injektor yang harganya bisa belasan juta rupiah.

      Jadi, boleh gak pakai solar biasa atau yang oktan rendah?

      Boleh, selama sesuai rekomendasi pabrikan dan kualitasnya terjaga. Tapi kalau mobil sudah diesel modern dengan teknologi canggih, pakai bahan bakar yang lebih bersih jelas lebih aman untuk jangka panjang.

      Intinya, mobil diesel modern itu bukan gak kuat, tapi lebih sensitif. Salah pilih bahan bakar mungkin gak langsung terasa hari ini, tapi efeknya bisa muncul diam-diam dan mahal di kemudian hari.

      Continue Reading

      Trending