Connect with us

Blog

Jenis Mobil Road Trip, Pilih yang Aman dan Bertenaga!

Published

on

jenis mobil road trip

Road trip udah jadi kegiatan traveling plus olahraga otomotif yang disukai banyak orang. Soalnya, kita bisa pake mobil atau motor pribadi buat keliling kota dan tempat wisata, tapi kebanyakan orang pilih mobil biar lebih safety dan nyaman di jalan. Masalahnya, masih banyak yang belum tau jenis mobil buat road trip, lo! 

Sebenernya milih mobil buat road trip itu gak susah-susah banget. Kamu bisa pilih mobil SUV, van, atau MPV yang emang direkomendasiin buat perjalanan jauh. Langsung aja deh kita cari tau jenis mobil yang pas! 

Jenis mobil buat road trip

Sebelum milih jenis mobil buat road trip, kamu udah nentuin medan yang bakal kamu lewati belum nih? Biar hemat bahan bakar, pastiin pilih mobil yang performa mesinnya oke, contohnya kaya beberapa mobil ini nih. 

Mitsubishi New Pajero Sport

Source: Mitsubishi

Jenis mobil SUV satu ini udah pasti cocok buat road trip. Mitsubishi New Pajero Sport punya bodi besar dan kabin leluasa, cocok lah kalo bawa 7 orang. Belum lagi, fitur ground clearance 218 mm yang bantu kamu lewatin medan ekstrim. Wih, bisa ngacir aja kalo di jalan berbatu nih.

Soal keselamatan gimana? Mitsubishi New Pajero Sport dilengkapi beberapa fitur keselamatan, kaya Blind Spot Warning, Rear Cross Traffic Alert, Forward Collision Mitigation System, Hill Start Assist, dan Active Stability & Traction Control. Lengkap banget kan? 

Honda CR-V

jenis Mobil CRV untuk road trip
Source: Honda

Masih jenis mobil SUV, Honda CR-V juga cocok buat nemenin road trip kamu. Tampilan luarnya gagah, kabin leluasa, dan bisa nampung 7 seat. Oiya, Honda CR-V ini performanya tangguh banget, soalnya punya turbo engine yang bisa ngehasilin tenaga maksimum 190 PS dan torsi 240 Nm. 

Keselamatan Honda CR-V buat perjalanan jauh udah aman. Mobil ini punya fitur Honda Sensing yang terhubung langsung sama adaptive cruise control with low-speed follow. FYI, fitur ini bantu bisa ngikutin kecepatan mobil otomatis. 

Baca juga: Cek Bagian Mobil Ini sebelum Road Trip, Tenang di Jalan

Toyota All New Kijang Innova Zenix

Toyota All New Kijang Innova Zenix Toyota untuk road trip
Source: Toyotadealer.co.id

Buat kalian yang cari jenis mobil MPV buat road trip, ini jawabanya! Toyota All New Kijang Innova Zenix punya kabin luas dan nyaman buat perjalanan jauh. Apalagi, kapasitas mesinnya udah 2.000 cc dengan teknologi hybrid. Gak cuma itu, mobil ini nawarin bahan bakar super irit, alias 21,5 km/liter. Gak bikin boncos kalo dibawa road trip, deh! 

Soal kenyamanan gimana? Sans aja, mobil ini punya 7 seater yang ramah anak. Di bagian belakang ada ISOFIX yang bisa kamu manfaatin buat pasang baby seat car. Biar lebih aman lagi, Innova Zenix punya fitur keselamatan lengkap. Contohnya fitur blind spot, kamera depan, pendeteksi marka, dan jarak aman otomatis. 

Mercedes-Benz V-Class

Mercedes-Benz V-Class
Source: Mercedes-Benz

Dari mobil MPV, kita pindah ke tipe Van yak! Mercedes-Benz V-Class punya bodi besar dan bisa nampung sampe 7 seat yang nyaman. Kalo badan pegel-pegel, V-Class punya kursi pijat di baris kedua. 

Performa mesin Mercedes-Benz V-Class udah ampuh banget. Mobil ini udah pake transmisi otomatis 7G-Tronic Plus yang bikin mesin alus. Pokoknya mah, jenis mobil satu ini cocok banget buat road trip keliling kota!

Setelah pilih mobil buat road trip, jangan lupa cari destinasinya. Langsung saja klik artikel ini Destinasi Road Trip di Indonesia, Keliling Pake Mobil, yuk!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Blog

Alasan Kei Car Jadi Mobil Favorit di Jepang

Published

on

By

Kei car jadi mobil favorit di Jepang.

Kalau lihat jalanan di Jepang, ada satu hal yang langsung kelihatan beda, mobil-mobilnya kecil-kecil. Bentuknya mungil, dimensinya kompak, bahkan kadang terlihat “imut” dibanding mobil pada umumnya.

Mobil jenis ini dikenal sebagai kei car. Dan uniknya, bukan cuma sekadar alternatif, tapi justru jadi pilihan utama banyak orang di Jepang.

Kei car adalah kategori mobil kecil dengan aturan khusus di Jepang. Ukurannya dibatasi, biasanya panjang maksimal sekitar 3,4 meter, lebar 1,48 meter, dan mesin kecil (umumnya 660 cc).

Contohnya bisa dilihat di model seperti Honda N-Box, Suzuki Alto, atau Daihatsu Tanto.

Walau kecil, mobil ini tetap muat 4 orang dan banyak yang desain kabinnya dibuat maksimal supaya tetap lega.

Kenapa Kei Car Begitu Populer di Jepang?

Jawabannya bukan cuma satu, tapi kombinasi dari kondisi dan aturan di Jepang.

Pertama, soal ruang. Jalanan di Jepang, terutama di area perumahan, cenderung sempit. Parkiran juga terbatas. Mobil kecil jelas lebih praktis dipakai harian.

Kedua, biaya. Pemerintah Jepang memberikan banyak insentif untuk kei car. Pajaknya lebih murah, biaya registrasi lebih ringan, bahkan asuransi juga lebih terjangkau dibanding mobil biasa.

Yang menarik, untuk mobil biasa di Jepang, pemilik wajib punya bukti parkir sebelum membeli. Tapi untuk kei car, aturan ini bisa lebih longgar di beberapa daerah. Ini jadi alasan kuat kenapa banyak orang memilih mobil kecil.

Ketiga, efisiensi. Dengan mesin kecil, konsumsi bahan bakar lebih irit. Cocok untuk penggunaan harian seperti antar-jemput atau belanja.

Walau ukurannya kecil, bukan berarti fiturnya seadanya. Kei car modern justru sudah cukup canggih.

Banyak yang sudah dilengkapi fitur keselamatan, layar infotainment, bahkan pintu geser elektrik seperti di Honda N-Box.

Desainnya juga variatif. Ada yang boxy biar lega, ada yang sporty, sampai yang tampil unik dan stylish.

Kenapa Jarang di Indonesia?

Di Indonesia, mobil seperti ini kurang populer. Salah satu alasannya karena kebutuhan konsumen berbeda.

Orang Indonesia cenderung mencari mobil yang bisa muat banyak penumpang, punya tenaga lebih besar, dan cocok untuk perjalanan jauh. Selain itu, harga kei car kalau masuk ke Indonesia juga belum tentu murah karena faktor pajak dan impor.

Continue Reading

Blog

Mobil Sedan Gak Punya Wiper Belakang, Kenapa?

Published

on

By

Kalau diperhatiin mobil sedan gak punya wiper belakang kayak hatchback atau SUV. Padahal sama-sama mobil, sama-sama kena hujan juga.

Ternyata, ini bukan soal hemat fitur atau sekadar desain, tapi lebih ke bentuk bodinya.

Sedan punya desain yang disebut “three-box”, di mana bagian kabin dan bagasi terpisah jelas. Kaca belakangnya juga dibuat lebih landai. Nah, bentuk seperti ini bikin aliran udara saat mobil berjalan jadi lebih rapi.

Angin yang mengalir dari atas atap akan “menyapu” air hujan di kaca belakang, jadi visibilitas tetap cukup terjaga tanpa bantuan wiper.

Berbeda dengan hatchback atau SUV yang punya bagian belakang lebih tegak. Desain ini bikin aliran udara jadi “berputar” di belakang mobil. Akibatnya, air, debu, bahkan kotoran lebih mudah menempel di kaca belakang. Di kondisi seperti ini, wiper jadi penting untuk menjaga pandangan tetap jelas.

Jual mobil bekas cepat laku

Makanya, di mobil dengan bodi belakang tegak, wiper belakang hampir selalu ada. Sementara di sedan, kebutuhan itu tidak terlalu mendesak.

Selain itu, faktor desain juga ikut berpengaruh. Sedan biasanya mengedepankan tampilan yang lebih clean dan elegan. Tanpa wiper belakang, garis desain jadi terlihat lebih rapi.

Tapi, bukan berarti sedan tidak butuh visibilitas ke belakang. Pabrikan biasanya mengakalinya dengan fitur lain, seperti kaca dengan lapisan water repellent atau kamera parkir yang makin umum dipakai.

Jadi, alasan sedan jarang pakai wiper belakang bukan karena “pelit fitur”, tapi memang karena secara desain dan aerodinamika, mobil ini gak terlalu butuh itu.

Continue Reading

Blog

Kenapa Ban Mobil Warnanya Selalu Hitam?

Published

on

By

Cek ban sebelum mudik penting

Kalau diperhatikan hampir semua ban mobil pasti berwarna hitam. Mau mobil murah sampai mahal, bentuknya beda-beda, tapi soal ban tetap sama. Padahal kalau ditelusuri, bahan dasar ban itu sendiri sebenarnya bukan hitam.

Secara alami, karet punya warna putih kekuningan. Di awal perkembangan otomotif, ban bahkan sempat dibuat dengan warna terang. Tapi ada satu masalah besar, tidak cukup kuat untuk dipakai di jalan. Ban jadi cepat aus, gampang rusak, dan gak tahan panas.

Di sinilah peran material bernama carbon black jadi penting. Produsen ban mencampurkan bahan ini ke dalam karet, dan dari situlah warna hitam muncul. Tapi fungsinya bukan sekadar pewarna. Carbon black justru membuat struktur ban jadi jauh lebih kuat, lebih tahan panas, dan gak gampang retak meski terus terpapar sinar matahari.

Mobil BYD Shark

Dengan tambahan material ini, umur pakai ban bisa meningkat signifikan. Grip ke jalan juga jadi lebih baik, yang tentu berpengaruh langsung ke keselamatan berkendara. Jadi, warna hitam yang kita lihat itu sebenarnya “efek samping” dari upaya memperkuat ban.

Sebenarnya, bukan berarti ban gak bisa dibuat warna lain. Ada saja ban dengan aksen putih atau bahkan warna tertentu untuk kebutuhan khusus. Tapi untuk penggunaan harian, warna hitam tetap jadi pilihan paling masuk akal. Selain lebih tahan lama, juga tidak gampang terlihat kotor.

Coba bayangkan kalau ban warnanya putih atau cerah dipakai di jalanan yang penuh debu dan air. Baru dipakai sebentar saja pasti sudah kusam dan kelihatan kotor.

Jadi, warna hitam pada ban mobil itu bukan sekadar soal tampilan. Ada alasan teknis di baliknya yang berkaitan langsung dengan daya tahan, performa, dan keselamatan.

Continue Reading

Trending