Blog
Ini 5 Lampu Merah Terlama di Indonesia, Kuncinya Cuma Sabar

Nungguin lampu merah 50-100 detik udah biasa, gimana kalo kamu nunggu di lampu merah terlama di Indonesia? Saking lamanya, kamu bisa ngelakuin hal-hal bermanfaat di jalan, seperti ngerol rambut, touch up, sampe makan nasi rames. Jadi, gak perlu nglakson orang apalagi asal nerabas di jalan.
Gak percaya ada lampu merah paling lama di Indonesia? Cek dulu beberapa kota ini!
Bangjo Pingit
Warga Jogja pasti relate kalo nunggu di lampu merah terlama satu ini. Lampu merah Pingit ini lamanya sekitar 3 menit 50 detik. Gak sebanding sama lampu ijonya yang cuma 50 detik aja. Kata Dinas Perhubungan Jogja, durasi panjang ini karena harus menyesuaikan lalu lintas barat Tugu Jogja yang gak pernah sepi pengendara. Bayangin kalo di siang bolong rebutan lampu ijo. Beh, menguji kesabaran banget gak tuh?
Lampu merah Grand mall Artos
Gak jauh dari Jogja, lampu merah sekitar Mall Grand Artos juga terbilang lama. Durasinya kurang lebih sekitar 4 menit lebih 5 detik. Kabarnya, durasi ini karena perempatan di sekitar mall cukup berkelok dan jauh. Biar kemacetan terurai, Dishub bikin durasinya lebih lama dari yang lain.
Lampu merah Simpang Kalibanteng
Dari Magelang sekarang kita ke Semarang. Lampu merah di Simpang Kalibanteng kabarnya sampe 300 detik atau 5 menit. Kalo kata Dinas Perhubungan Kota Semarang, hal ini karena ada 6 simpang di lampu merah tersebut. Sabar-sabar yah kalo hawa lagi panas!
Lampu merah Margorejo
Lampu merah terlama di Indonesia berikutnya Margorejo, Surabaya. Durasi lampu merah ini sekitar 5 menit atau 300 detik. Sebagai kota besar, area jalan ini emang selalu rame pengendara, entah kendaraan pribadi atau umum. Gak heran deh kalo arek-arek kudu macet-macetan di sini.
Simpang Kiaracondong-Soekarno Hatta
Rekor lampu merah terlama di Indonesia ada di Bandung, tepatnya Simpang Kiaracondong-Soekarno Hatta. Durasi simpang Kiaracondong-Soekarno Hatta sampe 12 menit atau 720 detik. Sedangkan, lampu hijaunya hanya 1,37 menit aja. Menurutmu sebanding gak sama lampu merahnya?
Kawasan simpang Kiaracondong-Soekarno Hatta ini emang udah jadi cerita lama bagi warga Bandung. Dishub sendiri ngomong, lampu merah sengaja lama demi keamanan semua pengendara. Jadi, siap-siap aja cari jalan tikus kalo lagi buru-buru.
Blog
Rahasia Mobil China Lebih Murah Dibanding Mobil Jepan

Harga mobil China yang cenderung lebih murah dibanding mobil Jepang sering bikin orang penasaran. Banyak yang mikir karena kualitas, padahal banyak faktornya.
Direktur Indomobil Group, Andrew Nasuri, bilang kalau kunci utamanya ada di skala produksi dan cara industri di China bekerja.
“Kita itu kalau membuat kendaraan, harus melihat dari skala produksi sparepart, komponen. China itu komponen manufacturing itu sudah bukan antara grup tapi antara merek,” kata Andrew.
Menurut dia, di China banyak komponen yang dipakai bareng oleh berbagai merek. Contohnya baterai dari CATL yang dipakai oleh banyak pabrikan mobil listrik.
“Baterai, CATL, semua merek pakai CATL. Itu adalah cost efficiency yang luar biasa,” kata dia.
Nah, di sinilah bedanya dengan pabrikan Jepang. Industri otomotif Jepang cenderung lebih tertutup dan mengembangkan komponen masing-masing.

“Sedangkan Jepang apa-apa individual. Jerman juga begitu,” ucap Andrew.
Dengan sistem berbagi komponen tadi, biaya produksi di China bisa ditekan jauh lebih rendah. Karena satu komponen bisa diproduksi dalam jumlah sangat besar dan dipakai oleh banyak merek sekaligus.
“China coba dilihat, bareng-bareng mereka. Komponen makernya sama semuanya. Sharing, jadi cost of production-nya luar biasa, sangat murah,” kata dia.
Selain itu, faktor skala produksi juga jadi penentu utama. Semakin besar volume produksi, maka biaya per unit akan semakin turun.
“Jadi bukannya bilang, barang di China kok bisa murah? Karena scale. Kamu kan kalau sudah namanya produksi, scale itu sudah gila. Once you have the scale, itu price turun,” ujar Andrew.
Jadi, murahnya mobil China bukan semata soal kualitas, tapi lebih ke efisiensi industri dan strategi produksi massal yang sudah sangat besar.
Blog
Pajak Mobil Listrik Sudah Gak Gratis Lagi, Jadi Bayar Berapa?

Kalau dulu mobil listrik identik dengan pajak yang murah banget, bahkan cuma bayar ratusan ribu setahun, sekarang sudah beda cerita.
Pemerintah resmi menghapus status bebas pajak lewat aturan baru tahun 2026. Artinya, mobil listrik sekarang sudah jadi objek pajak kendaraan bermotor (PKB), sama seperti mobil bensin atau diesel.
Dulu, pemilik mobil listrik cuma bayar biaya wajib seperti SWDKLLJ sekitar Rp 143.000 per tahun. Sekarang? Sudah mulai kena pajak tahunan.
Jadi berapa pajaknya sekarang?
Secara kasar, pajak mobil listrik mengikuti rumus umum, sekitar 2 persen dari nilai jual kendaraan (NJKB), tergantung daerah masing-masing.
Makanya, nominalnya langsung melonjak dari ratusan ribu jadi jutaan rupiah.
Contoh paling gampang, mobil listrik yang cukup populer di Indonesia. Mobil seperti Wuling Air ev yang dulu pajaknya cuma sekitar Rp 143.000, sekarang bisa kena pajak tahunan di kisaran Rp 3,7 jutaan sampai Rp 4,7 jutaan tergantung tipe.

Sementara untuk mobil yang lebih mahal, angkanya tentu ikut naik. Karena semakin tinggi harga mobil, semakin besar juga pajaknya.
Contoh mobil listrik lain, mobil listrik yang sering ditemui di jalan seperti, Hyundai Ioniq 5 atau BYD Atto 1.
Secara konsep, hitungannya sama. Tinggal dikalikan nilai jualnya. Jadi, makin mahal mobilnya, pajaknya juga ikut naik, meski masih bisa lebih ringan dibanding mobil konvensional di beberapa daerah.
Kenapa sekarang jadi kena pajak? Simpelnya, pemerintah mulai mengubah strategi.
Kalau dulu fokusnya mendorong orang beli mobil listrik dengan insentif besar, sekarang arahnya mulai lebih seimbang. Mobil listrik tetap didukung, tapi gak lagi dimanjakan sepenuhnya dengan pajak nol persen.
Selain itu, tiap daerah juga punya kebijakan sendiri. Jadi ada kemungkinan pajak di satu provinsi lebih murah dibanding daerah lain.
Jadi bisa dibilang mobil listrik sekarang sudah masuk fase normal. Gak lagi bebas pajak, tapi juga belum semahal mobil bensin. Pajaknya sekarang realistis, di kisaran jutaan rupiah per tahun, tergantung harga mobilnya.
Blog
Mobil Diesel Modern Boleh Isi Solar Biasa?

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) belakangan ini bikin banyak pemilik mobil diesel mulai putar otak. Harga Dexlite, Pertamina Dex, sampai V-Power Diesel ikut terkerek, sementara selisihnya dengan solar biasa jadi makin terasa di kantong.
Akhirnya muncul pertanyaan klasik, kalau pakai solar biasa saja atau yang sering disebut solar busuk, mobil diesel modern masih aman gak?
Jawabannya bisa, tapi ada risikonya.
Mobil diesel modern, apalagi yang sudah pakai teknologi common rail seperti Toyota Fortuner atau Mitsubishi Pajero Sport, punya sistem injeksi yang jauh lebih presisi dibanding diesel jadul. Tekanan injektornya sangat tinggi, dan komponen di dalamnya punya toleransi yang rapat.
Masalahnya, kualitas bahan bakar sangat berpengaruh ke sistem ini.

Kalau pakai solar dengan kualitas rendah atau yang sering disebut “solar busuk” (biasanya kadar sulfur tinggi atau terkontaminasi), efeknya gak langsung terasa.
Mobil tetap bisa jalan, bahkan mungkin terasa normal di awal. Tapi pelan-pelan, kotoran dan kandungan yang tidak bersih bisa menumpuk di injektor dan pompa bahan bakar.
Akibatnya? Mulai dari yang ringan sampai bikin kantong jebol. Tarikan jadi berat, mesin lebih berisik, asap knalpot lebih tebal, sampai risiko kerusakan injektor yang harganya bisa belasan juta rupiah.
Jadi, boleh gak pakai solar biasa atau yang oktan rendah?
Boleh, selama sesuai rekomendasi pabrikan dan kualitasnya terjaga. Tapi kalau mobil sudah diesel modern dengan teknologi canggih, pakai bahan bakar yang lebih bersih jelas lebih aman untuk jangka panjang.
Intinya, mobil diesel modern itu bukan gak kuat, tapi lebih sensitif. Salah pilih bahan bakar mungkin gak langsung terasa hari ini, tapi efeknya bisa muncul diam-diam dan mahal di kemudian hari.
News2 years agoMercedes Benz AMG SL 63 Nampang Di Queen Of Tears
News2 years ago8 Fitur GWM Tank 500 Yang Kepake Banget
News2 years agoMobil BAIC BJ30 Bakal Ada di Indonesia
News1 year agoVF 3 Mini-SUV Elektrik Harganya 227 Jutaan Rupiah
News2 years agoIntip Perbedaan Hyundai Stargazer X
News2 years agoKatakan Selamat Tinggal ke Calo, Kini SIM Gak Bisa Nembak Lagi!
Blog2 years ago4 Mobil SUV Termahal di Dunia, Kepoin dulu Beli Nanti!
Tips2 years agoIni 5 Suara Aneh di Mobil, Hati-hati Kalo Denger Suara Ini!
















