News
Racing, East, Pameran Sejarah Balap Jepang dan Indonesia
Kalau ngomongin mobil performa Jepang, nama-nama seperti Toyota, Mazda, atau berbagai tuner dan tim balapnya mungkin sudah gak asing lagi buat penggemar otomotif.
Tapi jauh sebelum mobil-mobil tersebut dikenal sebagai ikon otomotif dunia, reputasinya lebih dulu dibangun di lintasan balap.
Cerita tersebut kini diangkat lewat Racing, East, pameran yang digelar Vault Automotive Museum bersama Indonesia Motorsport Museum Heritage.
Pameran ini mengajak pengunjung melihat hubungan Jepang dan Indonesia melalui perkembangan budaya balap pada era 1970-an dan 1980-an.
Berawal dari mobil jalan raya
Pada masanya, mobil yang awalnya dibuat untuk digunakan di jalan raya mulai punya kehidupan lain ketika dibawa ke sirkuit.
Mesinnya dipacu sampai batas kemampuan, bodinya dibuat lebih lebar, interior dilucuti, sementara suspensi dirancang ulang untuk satu tujuan, yaitu berkompetisi.
Dari sinilah budaya balap Jepang berkembang dan melahirkan berbagai nama yang kemudian punya pengaruh besar di dunia motorsport.
Ada TOM’S, TRD, ADVAN, sampai berbagai tim balap independen yang ikut membentuk identitas mobil Jepang di lintasan.
Namun, ceritanya gak berhenti di Jepang.
Mobil Jepang ikut membentuk balap Indonesia
Memasuki dekade 1970-an dan 1980-an, semangat yang sama mulai menyebar ke berbagai negara di Asia, termasuk Indonesia.
Mobil Jepang kemudian menjadi bagian penting dari perkembangan dunia balap nasional.
Di tangan tim, mekanik, dan pembalap lokal, mobil-mobil tersebut dikembangkan lagi dan disesuaikan dengan karakter kompetisi di Indonesia.
Artinya, mobil yang datang dari Jepang gak cuma menjadi kendaraan yang dipakai untuk balapan, tapi juga ikut mengalami perkembangan ketika masuk ke dunia motorsport Indonesia.
Tujuh mobil dengan cerita berbeda
Racing, East mempertemukan tujuh mobil yang membawa cerita dari periode tersebut.
Koleksi yang ditampilkan terdiri dari:
- Mazda RX-7 eks Tinton Suprapto
- Mazda RX3 Drag Car
- Toyota Starlet KP47 TOM’S
- Toyota Starlet KP47 Kuwahara
- Toyota Starlet KP61 TRD
- Toyota Trueno TE71 Garuda
- Toyota Trueno TE47 ADVAN
Masing-masing mobil punya cerita sendiri.
Ada yang membawa jejak perkembangan industri motorsport Jepang, sementara lainnya menyimpan sejarah kompetisi di Indonesia dan nama-nama yang pernah berada di balik kemudi.

Bukan cuma soal kencang
Menariknya, Racing, East gak cuma mengajak pengunjung melihat mobil dari sisi spesifikasi, kecepatan, atau jumlah kemenangan yang pernah diraih.
Setiap mobil diposisikan sebagai arsip dari sebuah era.
Dari sana, pengunjung bisa melihat bagaimana teknologi berkembang, seperti apa identitas visual motorsport pada masa itu, sampai siapa saja orang yang ikut membangun budaya balap di balik mobil-mobil tersebut.
Jadi, yang ditampilkan bukan sekadar tujuh mobil lawas yang punya tampilan menarik.
Ada sejarah yang ikut menempel pada masing-masing mobil.
Jepang dan Indonesia punya bahasa yang sama
Melalui Racing, East, Vault Automotive Museum ingin melihat kembali periode ketika hubungan Jepang dan Indonesia berkembang lebih jauh dari sekadar hubungan antara produsen dan pasar.
Di lintasan, keduanya menemukan bahasa yang sama:
Balap.




