News
Flash Charging BYD, Isi Baterai Mobil Listrik Cuma 9 Menit
BYD memperkenalkan teknologi pengisian daya supercepat bernama Flash Charging di Indonesia. Teknologi ini diklaim mampu mengisi baterai mobil listrik dari 10 persen hingga 70 persen dalam waktu sekitar lima menit.
Bahkan, pengisian daya hingga 97 persen disebut bisa dilakukan dalam waktu sekitar sembilan menit pada kondisi suhu normal.
Teknologi ini mengandalkan daya pengisian hingga 1.500 kW melalui satu konektor. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan daya yang tersedia pada kebanyakan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) yang saat ini digunakan.
BYD memperkenalkan Flash Charging bersama Blade Battery generasi kedua. Keduanya dirancang untuk bekerja beriringan agar baterai bisa menerima daya besar dalam waktu singkat tanpa mengabaikan pengelolaan panas dan keselamatan.
Isi Baterai Mobil Listrik Cuma Lima Menit?
Salah satu tantangan mobil listrik adalah waktu pengisian baterai yang umumnya lebih lama dibandingkan mengisi bahan bakar mobil konvensional.
Lewat Flash Charging, BYD ingin memangkas waktu tunggu tersebut. Perusahaan mengusung slogan Ready in 5, Full in 9, yang merujuk pada kemampuan pengisian dari 10 persen hingga 70 persen dalam lima menit dan hingga 97 persen dalam sembilan menit.
Namun, kemampuan ini bukan berarti semua mobil listrik bisa mengisi daya secepat itu. Kecepatan pengisian tetap bergantung pada kompatibilitas kendaraan, kemampuan baterai menerima daya, kondisi suhu, serta perangkat pengisian yang digunakan.
Artinya, mobil harus mendukung teknologi tersebut agar bisa memanfaatkan kemampuan maksimal Flash Charging.
Daya Pengisian Tembus 1.500 kW
Flash Charging menawarkan daya pengisian hingga 1.500 kW melalui satu konektor. Untuk mencapai kemampuan tersebut, sistem pengisian ini dirancang untuk bekerja bersama Blade Battery generasi kedua.
Pasalnya, pengisian daya supercepat gak cukup hanya mengandalkan perangkat pengisi daya dengan output besar. Baterai juga harus mampu menerima energi dalam jumlah tinggi dan mengendalikan panas yang muncul selama proses pengisian.
BYD mengembangkan Blade Battery generasi kedua dengan hambatan internal yang lebih rendah dan jalur perpindahan ion yang dioptimalkan. Tujuannya, energi bisa masuk ke dalam sel baterai dengan lebih efisien saat pengisian berdaya tinggi.
Meski begitu, angka 1.500 kW merupakan kemampuan maksimum sistem pengisian. Daya aktual yang diterima mobil bisa berubah selama proses berlangsung, tergantung kondisi baterai dan kemampuan kendaraan.

Kabel Pengisian Gak Perlu Diseret di Lantai
Selain menawarkan pengisian daya cepat, BYD juga memperhatikan kemudahan penggunaan perangkat Flash Charging.
Perangkat ini memiliki desain berbentuk huruf T dengan sistem rel dan katrol di bagian atas. Mekanisme tersebut membuat kabel pengisian tetap menggantung, sehingga gak perlu menyentuh lantai yang mungkin kotor atau basah.
Desain ini juga membantu menjaga area pengisian tetap rapi. Pengguna bisa mengarahkan konektor ke port pengisian mobil tanpa harus mengangkat seluruh bobot kabel.
BYD menyebut sistem tersebut mengusung konsep ergonomi zero-gravity. Penyangga membantu mengurangi beban kabel saat ditarik dan diarahkan, sementara konektornya dirancang agar bisa dioperasikan dengan satu tangan.
Konektor yang menggantung pada rel juga bisa digeser untuk menjangkau posisi port pengisian yang berbeda. Dengan begitu, pengguna gak harus selalu memarkir mobil pada posisi yang sama persis untuk menghubungkan kabel.
Tinggal Colok, Pengisian Bisa Berjalan Otomatis
Fitur lain yang disematkan adalah Plug-and-Charge. Pada kendaraan yang kompatibel dan sudah mengaktifkan layanan ini, pengguna cukup menghubungkan konektor untuk memulai pengisian daya.
Proses autentikasi berlangsung otomatis, sehingga pengguna gak perlu memulai setiap sesi melalui aplikasi atau kartu.
Namun, fitur ini tetap bergantung pada kompatibilitas kendaraan dan layanan yang tersedia. Jadi, belum tentu semua mobil listrik bisa langsung menggunakan sistem tersebut.
Kapan Bisa Digunakan di Indonesia?
BYD memperkenalkan Flash Charging sebagai bagian dari upayanya mengembangkan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Teknologi ini juga menjadi salah satu langkah untuk menjawab kekhawatiran konsumen soal waktu pengisian baterai.
Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, mengatakan teknologi ini dirancang agar pengalaman mengisi daya mobil listrik semakin mendekati kebiasaan konsumen saat mengisi bahan bakar.
Meski demikian, kemampuan pengisian hingga 1.500 kW dan waktu pengisian dalam hitungan menit perlu didukung perangkat yang kompatibel, baik dari sisi mobil maupun infrastruktur pengisian.
Karena itu, kehadiran Flash Charging bukan sekadar soal seberapa besar daya yang bisa disalurkan. Kesiapan infrastruktur, kompatibilitas kendaraan, dan ketersediaan layanan juga akan menentukan seberapa praktis teknologi ini nantinya digunakan oleh konsumen Indonesia.