Blog
Tesla Roadster Bisa Terbang dan Berputar di Udara, Kok Bisa?!
Tesla kembali bikin heboh lewat Roadster terbaru. Mobil sport listrik ini diperlihatkan melakukan berbagai aksi ekstrem, mulai dari meluncur di lintasan vertikal, berputar di udara, sampai mendarat dengan mulus.
Bukan cuma itu, Tesla juga mengklaim Roadster bisa berakselerasi dari diam hingga 60 mph atau sekitar 96,6 km/jam hanya dalam 0,81 detik.
Angka tersebut terdengar gak masuk akal untuk sebuah mobil jalan raya. Sebagai gambaran, akselerasi mobil sport berperforma tinggi saja biasanya masih membutuhkan waktu beberapa detik untuk mencapai kecepatan tersebut.
Namun, ada satu hal yang perlu dicatat. Mobil yang diperlihatkan masih berupa konsep, sehingga berbagai kemampuan yang ditampilkan belum tentu tersedia pada mobil produksi nantinya.
Tesla Roadster Bisa Berputar di Udara
Dalam demonstrasi yang diperlihatkan, Roadster melaju menaiki lintasan vertikal yang kemudian berlanjut secara horizontal. Setelah itu, mobil meluncur keluar dari lintasan dan menggunakan pendorong khusus untuk membalikkan posisi di udara sebelum mendarat dengan terkendali.
Aksi berikutnya gak kalah ekstrem. Roadster melakukan barrel roll, yakni gerakan berputar pada sumbu memanjang mobil, di atas jajaran kendaraan Tesla lainnya. Setelah berputar, mobil kembali mendarat tanpa masalah.
Kemampuan tersebut diklaim berasal dari kolaborasi Tesla dengan SpaceX, perusahaan antariksa yang juga didirikan Elon Musk.
Kalau benar bisa diterapkan seperti yang diperlihatkan, teknologi ini jelas berbeda dari sistem yang biasa ditemukan pada mobil sport konvensional.

Pakai Kipas dan 10 Pendorong Khusus
Salah satu teknologi yang menarik perhatian adalah kipas di bagian bawah mobil. Menurut Tesla, kipas tersebut mampu menghasilkan gaya tekan ke bawah (downforce) hingga 2G saat mobil diam.
Downforce merupakan gaya yang membantu menekan mobil ke permukaan jalan agar tetap stabil. Pada mobil sport, gaya ini biasanya dihasilkan melalui desain bodi, sayap, dan komponen aerodinamika lainnya.
Namun, Roadster juga dilengkapi 10 pendorong berbahan gas dingin atau cold-gas thruster. Komponen ini memungkinkan mobil melakukan manuver di udara.
Pendorong tersebut menggunakan udara bertekanan sangat tinggi yang disimpan dalam dua tangki berkapasitas masing-masing 600 liter.
Elon Musk menyebut gas yang digunakan merupakan udara atmosfer biasa. Dengan begitu, pasokan udara bisa diisi kembali saat mobil digunakan.
Meski terdengar futuristis, masih perlu dibuktikan bagaimana sistem tersebut akan bekerja pada mobil produksi, termasuk soal bobot, keamanan, daya tahan, dan penggunaannya di jalan raya.

Akselerasi 0-96 Km/Jam Kurang dari Satu Detik
Klaim yang gak kalah bikin penasaran adalah kemampuan akselerasinya.
Tesla menyebut Roadster mampu melesat dari 0 hingga 60 mph atau sekitar 96,6 km/jam dalam waktu 0,81 detik pada demonstrasi tersebut.
Pendorong khusus yang digunakan mobil disebut turut memungkinkan pencapaian itu. Namun, angka tersebut masih merupakan klaim dari Tesla berdasarkan demonstrasi yang ditampilkan.
Karena mobilnya masih berupa konsep, belum ada jaminan bahwa performa serupa akan tersedia pada versi produksi. Apalagi, pengujian independen diperlukan untuk memastikan bagaimana angka akselerasi tersebut diukur dan dalam kondisi seperti apa.
Tesla memang menjanjikan sesuatu yang jauh berbeda dari mobil sport listrik pada umumnya. Namun, klaim performa ekstrem seperti ini tetap perlu dibuktikan melalui pengujian nyata.

Tiga Varian, Termasuk Versi Satu Penumpang
Tesla menyebut Roadster akan tersedia dalam tiga varian, yaitu Performance, Thrust, dan Rocket.
Varian Performance membutuhkan uang muka 50.000 dollar AS. Sementara itu, varian Thrust membutuhkan uang muka 250.000 dollar AS dan dikaitkan dengan klaim akselerasi kurang dari satu detik.
Ada juga varian Rocket yang disebut sebagai versi satu tempat duduk dan hanya tersedia melalui undangan khusus.
Namun, Tesla belum membeberkan banyak detail teknis yang biasanya menjadi perhatian calon pembeli mobil listrik. Informasi seperti kapasitas baterai, tenaga motor listrik, jarak tempuh, dan konfigurasi penggerak belum dijelaskan secara lengkap.
Artinya, meski tampilan dan demonstrasinya terlihat spektakuler, masih banyak pertanyaan yang belum terjawab.
Roadster terbaru ini memang menawarkan konsep yang terdengar seperti kendaraan dari film fiksi ilmiah. Namun, menampilkan mobil yang bisa bermanuver di udara dalam sebuah pertunjukan tentu berbeda dengan memproduksi kendaraan yang aman, andal, dan siap digunakan konsumen.
Pada akhirnya, yang paling penting bukan cuma seberapa keren aksi yang bisa dilakukan Roadster, melainkan apakah seluruh teknologi tersebut benar-benar bisa diwujudkan pada mobil produksi.