Connect with us

Blog

Sudah Tahu Fungsi Regenerative Braking di Mobil Listrik?

Published

on

Lagi bawa mobil listrik, lepas pedal gas… eh mobil melambat sendiri. Yang bikin makin menarik, katanya di momen itu baterai malah ke isi. Loh, gimana ceritanya?

Nah, di situlah peran fitur yang namanya regenerative braking.

Kalau di mobil biasa, setiap kali kamu ngerem, energi dari laju mobil itu hilang begitu saja jadi panas. Makanya rem bisa panas kalau sering dipakai.

Tapi di mobil listrik, energi itu nggak langsung dibuang. Sebagian “ditangkep” lagi dan diubah jadi listrik buat ngisi baterai. Itulah kenapa disebut Regenerative karena energi yang tadinya kebuang, diregenerasi alias dipakai ulang.

Cara kerjanya cukup simpel. Di mobil listrik, motor itu punya dua fungsi, bisa jadi penggerak, tapi juga bisa jadi “generator”.

Pas kamu injak gas, motor pakai listrik dari baterai buat muter roda. Tapi begitu kamu lepas gas atau mulai ngerem, sistemnya dibalik. Roda yang masih muter bakal “memutar balik” motor tadi, dan dari situ dihasilkan listrik yang disalurin lagi ke baterai.

Makanya, setiap deselerasi itu sebenarnya ada proses ngecas kecil-kecilan.

Terus apa yang bikin mobil bisa melambat sendiri?

Ini yang sering bikin kaget pertama kali coba mobil listrik. Begitu lepas pedal gas, mobil langsung terasa ngerem sendiri. Itu bukan rem biasa, tapi efek dari regenerative braking tadi.

Besarnya efek ini beda-beda, tergantung mobilnya. Ada yang halus banget, ada juga yang cukup kuat sampai hampir gak perlu injak rem sering disebut one pedal driving.

Terus beneran bisa nambah jarak tempuh? Bisa, tapi jangan dibayangin kayak ngecas full ya.

Regenerative braking itu cuma bantu ngisi sedikit-sedikit. Tapi kalau dipakai di kondisi yang pas misalnya macet atau stop and go, efeknya lumayan buat nambah efisiensi. Makanya mobil listrik biasanya lebih efisien di kota dibanding di tol yang konstan.

Bonusnya, karena sebagian perlambatan ditangani sistem ini, rem konvensional jadi jarang dipakai.

Efeknya? Kampas rem bisa lebih awet dibanding mobil biasa.

Intinya, regenerative braking itu salah satu “trik pintar” di mobil listrik. Energi yang biasanya kebuang saat ngerem, dimanfaatin lagi buat ngecas baterai. Jadi lebih efisien, lebih hemat, dan terasa beda saat dikendarai.

Awalnya mungkin butuh adaptasi, tapi kalau sudah biasa, justru bikin nyetir jadi lebih santai bahkan kadang cukup pakai satu pedal saja.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Blog

Kenapa Mobil Listrik Gak Punya Knalpot?

Published

on

By

Pernah kepikiran gak sih, kenapa mobil listrik gak punya knalpot? Padahal, di mobil konvensional, knalpot itu komponen yang cukup penting, bahkan jadi salah satu ciri khas kendaraan.

Nah, di mobil listrik, cerita ini beda total. Gak ada pembakaran, gak ada asap

Alasan paling utama sederhana, karena mobil listrik gak punya mesin bensin atau diesel.

Kalau di mobil biasa, mesin bekerja dengan cara membakar bahan bakar. Dari proses pembakaran itu, muncul gas sisa yang harus dibuang keluar lewat knalpot. Makanya, knalpot itu wajib ada di mobil konvensional.

Sementara di mobil listrik, gak ada proses pembakaran sama sekali. Energi langsung diambil dari baterai, lalu disalurkan ke motor listrik untuk menggerakkan roda.

Karena gak ada pembakaran, otomatis gak ada gas buang. Jadi ya… gak butuh knalpot.

Ini juga yang bikin mobil listrik sering disebut lebih ramah lingkungan. Karena gak ada emisi gas buang dari kendaraan, udara di sekitar jadi lebih bersih, setidaknya dari sisi penggunaan langsung di jalan.

Makanya, mobil listrik sering jadi solusi buat ngurangin polusi di kota-kota besar.

Tanpa knalpot, pabrikan juga jadi punya kebebasan lebih dalam desain. Bagian kolong mobil bisa dimanfaatkan buat hal lain, biasanya untuk penempatan baterai yang ukurannya cukup besar.

Selain itu, tampilan belakang mobil juga jadi lebih clean karena gak perlu lubang knalpot. Makanya, banyak mobil listrik yang desainnya terlihat lebih simpel dan futuristik.

Satu lagi efek yang langsung terasa, suara.

Mobil listrik hampir gak bersuara, terutama saat jalan pelan. Ini karena nggak ada ledakan kecil dari proses pembakaran di dalam mesin.

Buat pengemudi, ini bikin pengalaman berkendara jadi lebih nyaman. Tapi di sisi lain, karena terlalu senyap, beberapa mobil listrik bahkan ditambahkan suara buatan supaya tetap “terdengar” oleh pejalan kaki.

Meski gak punya knalpot, bukan berarti mobil listrik benar-benar tanpa “sisa”. Tetap ada panas dari sistem baterai dan motor listrik yang harus dikelola. Bedanya, bukan dibuang dalam bentuk gas, tapi lewat sistem pendingin.

Continue Reading

Blog

Sirip Hiu di Atap Mobil, Fungsinya Apa Sih?

Published

on

By

Sirip hiu di mobil fungsinya apa sih?

Kalau diperhatiin di jalan, beberapa mobil punya sirip hiu di atap. Bentuknya kecil, runcing, biasanya ada di bagian belakang atap. Sekilas cuma kayak aksesori biar mobil kelihatan lebih modern. Tapi sebenarnya, fungsi antena model shark fin ini gak sesimpel itu.

Dulu, mobil pakai antena model batang panjang yang bisa ditarik. Selain kurang enak dilihat, antena model ini juga rawan patah apalagi kalau sering masuk parkiran basement atau kena dahan pohon.

Nah, sirip hiu ini hadir sebagai solusi yang lebih praktis sekaligus lebih canggih.

Fungsi utama sirip hiu sebenarnya masih sama seperti antena lama, yaitu menangkap sinyal. Bedanya, sekarang fungsinya sudah lebih banyak.

Di dalam “sirip” kecil itu, biasanya sudah terintegrasi beberapa sistem, mulai dari radio AM/FM, GPS, sampai konektivitas seperti telematika atau bahkan internet di mobil-mobil tertentu.

Makanya, meskipun bentuknya kecil, komponen di dalamnya cukup kompleks.

Selain soal fungsi, desain juga jadi alasan kenapa banyak pabrikan beralih ke shark fin.

Bentuknya yang ramping dan menyatu dengan bodi bikin aliran udara di atas mobil jadi lebih halus dibanding antena batang. Efeknya memang gak signifikan banget ke performa, tapi tetap membantu dari sisi aerodinamika. Plus, tampilannya jelas lebih clean dan modern.

Keunggulan lain, sirip hiu ini lebih tahan terhadap gangguan luar. Karena bentuknya pendek dan solid, risiko patah jauh lebih kecil.

Selain itu, beberapa model juga punya kemampuan menangkap sinyal lebih stabil, terutama untuk GPS dan sistem navigasi. Jadi, gak cuma gaya-gayaan.

Sekarang, shark fin antenna sudah jadi standar di banyak mobil, mulai dari LCGC sampai mobil premium. Bahkan, di beberapa model, desainnya dibuat kontras dengan warna bodi biar jadi aksen tambahan.

Jadi, lain kali kalau lihat “sirip hiu” di atap mobil, jangan cuma dianggap pemanis. Di balik bentuknya yang simpel, ternyata ada teknologi yang lumayan canggih juga.

Continue Reading

Blog

Alasan Kei Car Jadi Mobil Favorit di Jepang

Published

on

By

Kei car jadi mobil favorit di Jepang.

Kalau lihat jalanan di Jepang, ada satu hal yang langsung kelihatan beda, mobil-mobilnya kecil-kecil. Bentuknya mungil, dimensinya kompak, bahkan kadang terlihat “imut” dibanding mobil pada umumnya.

Mobil jenis ini dikenal sebagai kei car. Dan uniknya, bukan cuma sekadar alternatif, tapi justru jadi pilihan utama banyak orang di Jepang.

Kei car adalah kategori mobil kecil dengan aturan khusus di Jepang. Ukurannya dibatasi, biasanya panjang maksimal sekitar 3,4 meter, lebar 1,48 meter, dan mesin kecil (umumnya 660 cc).

Contohnya bisa dilihat di model seperti Honda N-Box, Suzuki Alto, atau Daihatsu Tanto.

Walau kecil, mobil ini tetap muat 4 orang dan banyak yang desain kabinnya dibuat maksimal supaya tetap lega.

Kenapa Kei Car Begitu Populer di Jepang?

Jawabannya bukan cuma satu, tapi kombinasi dari kondisi dan aturan di Jepang.

Pertama, soal ruang. Jalanan di Jepang, terutama di area perumahan, cenderung sempit. Parkiran juga terbatas. Mobil kecil jelas lebih praktis dipakai harian.

Kedua, biaya. Pemerintah Jepang memberikan banyak insentif untuk kei car. Pajaknya lebih murah, biaya registrasi lebih ringan, bahkan asuransi juga lebih terjangkau dibanding mobil biasa.

Yang menarik, untuk mobil biasa di Jepang, pemilik wajib punya bukti parkir sebelum membeli. Tapi untuk kei car, aturan ini bisa lebih longgar di beberapa daerah. Ini jadi alasan kuat kenapa banyak orang memilih mobil kecil.

Ketiga, efisiensi. Dengan mesin kecil, konsumsi bahan bakar lebih irit. Cocok untuk penggunaan harian seperti antar-jemput atau belanja.

Walau ukurannya kecil, bukan berarti fiturnya seadanya. Kei car modern justru sudah cukup canggih.

Banyak yang sudah dilengkapi fitur keselamatan, layar infotainment, bahkan pintu geser elektrik seperti di Honda N-Box.

Desainnya juga variatif. Ada yang boxy biar lega, ada yang sporty, sampai yang tampil unik dan stylish.

Kenapa Jarang di Indonesia?

Di Indonesia, mobil seperti ini kurang populer. Salah satu alasannya karena kebutuhan konsumen berbeda.

Orang Indonesia cenderung mencari mobil yang bisa muat banyak penumpang, punya tenaga lebih besar, dan cocok untuk perjalanan jauh. Selain itu, harga kei car kalau masuk ke Indonesia juga belum tentu murah karena faktor pajak dan impor.

Continue Reading

Trending