Blog

Mobil Matic Lebih Boros dari Manual, Mitos atau Fakta?

Published

on

Masih banyak yang mikir mobil matic itu lebih boros dibanding manual. Bahkan, gak sedikit yang sengaja pilih manual cuma karena alasan “biar irit bensin”. Tapi, bener gak sih?

Kalau ditarik ke belakang, anggapan ini memang ada dasarnya. Mobil matic zaman dulu terkenal kurang efisien. Perpindahan giginya terasa lambat, tenaga mesin banyak yang kebuang, dan akhirnya konsumsi BBM jadi lebih tinggi dibanding manual yang lebih “langsung”.

Masalahnya, kondisi itu udah jauh berubah sekarang.

Mobil matic modern justru makin pintar. Teknologi transmisinya sudah berkembang, dari CVT yang bisa menjaga putaran mesin tetap stabil sampai transmisi otomatis dengan banyak percepatan yang bikin kerja mesin lebih efisien. Hasilnya, konsumsi BBM jadi jauh lebih bersaing, bahkan di kondisi tertentu bisa setara atau lebih irit dari manual.

Obrolan di mobil

Makanya, kalau sekarang masih bilang matic pasti boros, itu agak kurang tepat.

Yang sering dilupain, boros atau iritnya mobil justru lebih ditentukan dari cara pakainya. Nyetir agresif, sering gas mendadak, atau terlalu sering kena macet berat jelas bikin konsumsi BBM naik, mau itu mobil manual atau matic. Sebaliknya, kalau gaya berkendara santai dan mobil terawat, matic pun bisa tetap efisien.

Jadi kesimpulannya simpel, anggapan mobil matic lebih boros itu sekarang lebih dekat ke mitos daripada fakta. Teknologi udah berubah, dan gap-nya makin tipis. Ujung-ujungnya, bukan soal transmisi lagi, tapi soal kaki kanan kamu, bisa diajak kerja sama atau gak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending

Exit mobile version