Blog
Mobil Listrik Beneran Lebih Irit atau Cuma Kelihatan Murah di Awal?
Salah satu alasan orang mulai melirik mobil listrik adalah soal biaya.
Gak cuma karena bebas emisi, mobil listrik juga sering disebut lebih ramah kantong karena biaya “isi bensin”-nya lebih murah dan perawatan lebih simpel.
Tapi, benar gak sih mobil listrik memang lebih hemat dibanding mobil bensin?
Jawabannya, tapi tergantung cara pakainya.
Ada beberapa hal yang memang bikin mobil listrik lebih murah digunakan sehari-hari. Tapi di sisi lain, ada juga biaya yang perlu dipikirkan sebelum memutuskan pindah ke mobil listrik.
Isi Daya Mobil Listrik Memang Lebih Murah Dibanding Isi BBM
Kalau cuma menghitung biaya energi, mobil listrik punya keuntungan yang cukup besar.
Misalnya, mobil listrik dengan konsumsi sekitar 6-7 km per kWh dan mengisi daya di rumah dengan tarif listrik rumah tangga, biaya perjalanan per kilometer bisa lebih rendah dibanding mobil bensin.
Sementara mobil bensin harus rutin membeli BBM dengan harga yang terus berubah.
Makanya, untuk penggunaan harian seperti pergi kerja, antar anak sekolah, atau aktivitas dalam kota, mobil listrik bisa terasa lebih hemat.
Perawatan Mobil Listrik Lebih Simpel
Selain energi, biaya servis juga jadi salah satu keunggulan mobil listrik.
Mobil bensin punya banyak komponen yang perlu dirawat secara rutin, seperti oli mesin, busi, filter udara, dan komponen sistem pembakaran.
Sementara mobil listrik gak punya mesin pembakaran.
Artinya, beberapa biaya perawatan rutin bisa berkurang karena gak perlu ganti oli mesin atau melakukan servis komponen yang berhubungan dengan pembakaran.
Tapi bukan berarti mobil listrik bebas biaya perawatan.
Tetap ada komponen yang harus dicek, seperti ban, rem, cairan pendingin baterai (pada model tertentu), sampai sistem elektronik.

Harga Mobil Listrik Masih Bisa Lebih Mahal di Awal
Nah, bagian ini yang sering terlupakan.
Meski biaya penggunaan harian lebih murah, harga beli mobil listrik masih cukup beragam dan beberapa model masih lebih mahal dibanding mobil bensin dengan kelas yang sama.
Jadi, penghematan baru terasa setelah mobil dipakai dalam jangka waktu tertentu.
Kalau mobil hanya dipakai sesekali, selisih biaya operasional mungkin belum terlalu terasa.
Baterai Jadi Biaya yang Paling Bikin Kepikiran
Salah satu pertanyaan terbesar calon pembeli mobil listrik adalah soal baterai.
Kalau baterai rusak, apakah biayanya mahal?
Memang, baterai menjadi salah satu komponen paling mahal pada mobil listrik.
Tapi, produsen biasanya memberikan garansi panjang untuk baterai karena komponen ini dirancang untuk penggunaan bertahun-tahun.
Selain itu, kerusakan baterai secara total juga bukan sesuatu yang sering terjadi dalam pemakaian normal.
Jadi, Mobil Listrik Benar-Benar Lebih Hemat?
Kalau digunakan untuk aktivitas rutin setiap hari, terutama dengan kebiasaan isi daya di rumah, mobil listrik memang punya potensi lebih hemat dibanding mobil bensin.
Tapi kalau melihat dari harga beli awal, kebutuhan charger, dan pola penggunaan, hitungannya bisa berbeda untuk setiap orang.
Jadi, mobil listrik bukan cuma soal murah atau mahal. Yang penting adalah menghitung kebutuhan.
Kalau sering dipakai harian dengan jarak tempuh cukup jauh, penghematan mobil listrik bisa terasa.
Tapi kalau jarang dipakai, bisa jadi keunggulannya belum terlalu maksimal.
Pada akhirnya, mobil listrik memang bisa lebih irit. Tapi bukan berarti otomatis lebih murah untuk semua orang.