Blog

Mobil Hybrid Gak Pernah Dicas, Kok Baterainya Bisa Terisi?

Published

on

Kalau mobil listrik harus diisi daya lewat charger, mobil hybrid punya cara berbeda untuk mengisi baterainya. Bahkan, ada jenis mobil hybrid yang gak perlu dicolok ke sumber listrik sama sekali.

Meski begitu, bukan berarti baterainya bisa terisi sendiri tanpa sumber energi. Ada sistem yang bekerja untuk mengisi daya baterai selama mobil digunakan.

Terus, dari mana listriknya berasal?

Mengandalkan Mesin Bensin dan Pengereman

Pada mobil hybrid konvensional atau full hybrid, baterai bisa mendapatkan energi dari dua sumber utama, yaitu mesin bensin dan sistem pengereman regeneratif (regenerative braking).

Sistem pengereman regeneratif memanfaatkan energi kinetik kendaraan saat melambat atau mengerem. Energi yang biasanya terbuang sebagai panas melalui pengereman konvensional ini diubah menjadi energi listrik oleh motor listrik, lalu disalurkan untuk mengisi baterai.

Itulah sebabnya, ketika mobil hybrid melambat atau pengemudi menginjak pedal rem, sistemnya bisa sekaligus membantu mengisi daya baterai.

Selain itu, mesin bensin juga dapat membantu mengisi baterai melalui generator atau motor-generator, tergantung desain sistem hybrid yang digunakan.

Energi tersebut nantinya dipakai untuk menggerakkan motor listrik, membantu akselerasi, atau menjalankan sejumlah sistem kendaraan.

Kenapa Baterainya Bisa Terisi Saat Mobil Jalan?

Mobil hybrid memiliki sistem yang mengatur kapan mesin bensin dan motor listrik bekerja. Pengaturan ini dilakukan berdasarkan sejumlah kondisi, seperti kecepatan kendaraan, kebutuhan tenaga, serta tingkat pengisian baterai.

Saat mobil melaju pelan atau menghadapi kemacetan, motor listrik bisa mengambil peran lebih besar dalam menggerakkan kendaraan, selama kondisi baterai dan kebutuhan tenaga memungkinkan.

Ketika mobil melambat, sistem pengereman regeneratif dapat memanfaatkan energi untuk mengisi baterai. Sementara itu, mesin bensin bisa menyala ketika dibutuhkan untuk memberikan tenaga atau membantu menghasilkan listrik.

Jadi, baterai mobil hybrid gak harus menunggu diisi melalui kabel. Energi yang tersedia selama mobil digunakan dapat dimanfaatkan kembali oleh sistem kendaraan.

Meski begitu, proses pengisian baterai tidak selalu berlangsung setiap saat. Sistem akan menyesuaikan pengisian dan penggunaan energi berdasarkan kondisi berkendara.

Mobil Hybrid Beda dengan Plug-in Hybrid

Perlu diketahui, gak semua mobil hybrid punya sistem pengisian daya yang sama.

Mobil hybrid konvensional atau HEV (Hybrid Electric Vehicle) umumnya tidak perlu dicolok ke sumber listrik eksternal. Baterainya diisi melalui pengereman regeneratif dan, pada sistem tertentu, melalui mesin bensin yang menggerakkan generator.

Sementara itu, plug-in hybrid atau PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) punya baterai berkapasitas lebih besar dan bisa diisi melalui sumber listrik eksternal, seperti charger di rumah atau stasiun pengisian yang kompatibel.

PHEV juga dapat memanfaatkan pengereman regeneratif dan sistem pembangkit listrik dari mesin, tergantung desain kendaraannya.

Karena kapasitas baterainya lebih besar, PHEV umumnya bisa menempuh jarak lebih jauh dengan tenaga listrik saja dibandingkan HEV. Namun, jarak tempuh dan cara kerja setiap model tetap bergantung pada spesifikasi kendaraan.

Jadi, Gak Perlu Takut Baterai Hybrid Kehabisan Daya?

Pada mobil hybrid konvensional, sistem kendaraan dirancang untuk mengatur tingkat pengisian baterai secara otomatis selama mobil digunakan.

Ketika daya baterai menurun, sistem bisa menyesuaikan kerja mesin bensin dan motor-generator untuk membantu mengisi daya. Pengemudi pun gak perlu mencari tempat pengisian listrik khusus seperti pemilik mobil listrik murni.

Namun, bukan berarti kondisi baterai bisa diabaikan. Baterai tetap memiliki usia pakai dan bisa mengalami penurunan performa seiring waktu.

Karena itu, pemilik mobil hybrid tetap perlu mengikuti jadwal perawatan sesuai rekomendasi pabrikan.

Intinya, mobil hybrid konvensional gak perlu dicas dari luar karena memanfaatkan energi dari mesin bensin dan pengereman regeneratif untuk mengisi baterainya. Jadi, bukan baterainya yang bisa menghasilkan listrik sendiri, melainkan sistem kendaraan yang mengubah dan mengelola energi selama mobil berjalan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending

Exit mobile version