Blog

Mobil Apa yang Nilai Jualnya Paling Stabil?

Published

on

Salah satu hal yang sering terlupakan saat membeli mobil adalah nilai jual kembali atau resale value.

Padahal, cepat atau lambat, banyak pemilik mobil pasti akan menjual kendaraannya. Entah karena ingin upgrade, butuh mobil yang lebih besar, atau sekadar ingin mencoba model baru.

Nah, di sinilah nilai jual kembali jadi penting.

Soalnya, gak semua mobil mengalami penurunan harga yang sama. Ada yang harganya masih stabil meski sudah dipakai beberapa tahun, ada juga yang nilainya turun cukup tajam.

Kenapa Ada Mobil yang Harga Bekasnya Masih Tinggi?

Banyak faktor yang memengaruhi harga jual sebuah mobil.

Yang paling utama tentu permintaan pasar.

Kalau model tersebut banyak dicari, harga bekasnya biasanya juga lebih stabil.

Selain itu, nama besar merek, biaya perawatan, ketersediaan suku cadang, sampai reputasi soal keandalan juga ikut berpengaruh.

Makanya, ada beberapa mobil yang meski usianya sudah lima tahun, harganya masih tergolong tinggi.

Mobil yang Banyak Dicari Biasanya Lebih Mudah Dijual

Di Indonesia, mobil-mobil yang dikenal irit, mudah dirawat, dan punya jaringan bengkel luas biasanya lebih cepat laku di pasar mobil bekas.

Contohnya seperti Toyota Avanza, Toyota Kijang Innova, Honda Brio, Toyota Agya, hingga Daihatsu Sigra.

Bukan berarti mobil lain jelek, tapi model-model tersebut memang punya pasar yang besar sehingga harga bekasnya relatif lebih stabil.

Mobil Langka Belum Tentu Mahal

Ada anggapan kalau mobil yang jumlahnya sedikit pasti harga bekasnya tinggi.

Faktanya belum tentu. Kalau peminatnya juga sedikit, harga jualnya justru bisa lebih sulit dipertahankan.

Sebaliknya, mobil yang populasinya banyak sering kali lebih mudah dijual karena calon pembelinya juga lebih banyak.

Jangan Lihat Harga Barunya Saja

Banyak orang fokus mencari diskon saat membeli mobil baru.

Padahal, selisih harga saat dijual kembali juga layak dipertimbangkan.

Misalnya dua mobil punya harga baru yang mirip.

Kalau lima tahun kemudian salah satunya masih punya nilai jual tinggi, tentu kerugian yang ditanggung pemilik akan lebih kecil.

Karena itu, resale value bisa dibilang sama pentingnya dengan konsumsi BBM, fitur, atau biaya servis.

Jadi, Sebelum Beli Mobil…

Kalau memang berencana memakai mobil dalam jangka panjang sampai belasan tahun, mungkin nilai jual bukan prioritas utama.

Tapi buat yang punya kebiasaan ganti mobil setiap beberapa tahun, memilih mobil dengan resale value yang baik bisa menjadi keputusan yang lebih menguntungkan.

Jadi, jangan cuma tergoda desain atau fitur yang lagi tren.

Sesekali, coba juga pikirkan satu pertanyaan sederhana: “Kalau nanti dijual lagi, kira-kira mobil ini masih banyak yang cari gak?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending

Exit mobile version