Blog
Lap Microfiber Jatuh Saat Cuci Mobil? Jangan Dipakai Lagi!
Buat yang sering mencuci mobil sendiri di rumah, lap microfiber pasti sudah gak asing lagi. Lap ini sering diandalkan buat mengeringkan bodi, membersihkan kaca, sampai merawat interior mobil.
Dibandingkan spons biasa, lap microfiber punya tekstur yang lebih lembut dan daya serap yang tinggi. Harganya juga relatif terjangkau dan mudah ditemukan. Gak heran kalau lap ini jadi salah satu perlengkapan andalan para pencinta otomotif maupun jasa detailing.
Namun, ada satu hal yang perlu diperhatikan saat menggunakannya. Kalau lap microfiber sampai jatuh ke tanah saat mencuci mobil, sebaiknya jangan langsung dipakai lagi untuk mengelap bodi.
Kenapa? Soalnya, lap tersebut bisa membawa partikel kecil yang berisiko bikin cat mobil baret.
Kenapa Lap Microfiber Cocok Buat Mobil?
Lap microfiber umumnya dibuat dari serat sintetis, seperti poliester, yang ukurannya sangat kecil. Ketebalan seratnya bisa berbeda-beda, tergantung kualitas dan jenis lap.
Pada beberapa jenis microfiber, diameter seratnya bahkan bisa mencapai sekitar seperseratus diameter rambut manusia. Dalam area satu inci persegi, lap ini bisa memiliki lebih dari 200.000 serat.
Serat-serat halus tersebut membantu mengangkat debu, kotoran, dan sisa noda dari permukaan mobil, baik di bagian eksterior maupun interior.
Itulah alasan lap microfiber banyak digunakan untuk perawatan mobil. Daya serapnya yang tinggi juga membuat lap berukuran besar dan berkualitas bagus bisa membantu mengeringkan seluruh bodi mobil tanpa harus berkali-kali mengganti lap.
Selain itu, microfiber umumnya lebih aman untuk permukaan cat dibandingkan kain chamois tradisional, selama lap dalam kondisi bersih dan digunakan dengan benar.
Lap Jatuh ke Tanah Bisa Bikin Cat Mobil Baret
Masalahnya, serat microfiber yang mampu mengangkat kotoran juga bisa memerangkap partikel kecil yang gak diinginkan.
Misalnya, saat sedang mencuci mobil, lap gak sengaja jatuh ke lantai garasi atau tanah. Sekilas, lap mungkin masih terlihat bersih. Padahal, ada kemungkinan pasir atau partikel kecil lainnya menempel di antara serat-seratnya.
Kalau lap tersebut langsung dipakai lagi untuk mengelap bodi mobil, partikel yang menempel bisa bergesekan dengan permukaan cat.
Akibatnya, cat mobil berisiko mengalami goresan halus atau swirl marks. Goresan ini biasanya terlihat seperti pola melingkar dan bisa makin jelas saat terkena sinar matahari.
Jadi, meskipun lap microfiber terasa lembut di tangan, bukan berarti lap tersebut selalu aman digunakan. Kondisi kebersihannya tetap harus diperhatikan.

Dicuci Pakai Mesin Cuci Belum Tentu Aman
Kalau lap microfiber kotor, sebenarnya lap ini bisa dicuci menggunakan mesin cuci. Bahkan, tersedia deterjen khusus yang dirancang untuk membantu membersihkan sisa minyak, lilin pelindung, dan produk poles yang menempel pada seratnya.
Namun, mencuci lap gak selalu menjamin semua partikel pasir atau kotoran keras yang telanjur masuk ke dalam serat bisa terangkat sempurna.
Karena itu, kalau lap jatuh ke tanah saat mencuci mobil, pilihan paling aman adalah memisahkannya dari lap yang digunakan untuk mengelap cat mobil.
Bukan berarti lap tersebut harus langsung dibuang. Kalau kondisinya masih bagus, kamu bisa mengalihfungsikannya untuk pekerjaan lain yang gak bersentuhan dengan permukaan cat eksterior.
Lap yang Sudah Kotor Masih Bisa Dipakai Buat Apa?
Daripada langsung dibuang, lap microfiber yang pernah jatuh atau sudah mulai usang bisa digunakan untuk membersihkan bagian lain di rumah.
Misalnya, lap tersebut bisa dipakai untuk membersihkan kaca kamar mandi, meja dapur, atau permukaan lain yang gak terlalu sensitif terhadap goresan.
Di mobil sendiri, lap lama juga bisa dimanfaatkan untuk membersihkan panel pintu atau bagian interior lain yang tidak mudah tergores.
Namun, tetap perhatikan permukaan yang dibersihkan. Hindari menggunakan lap yang diduga mengandung pasir atau partikel keras pada layar infotainment, panel instrumen digital, maupun permukaan interior yang sensitif.
Partikel kecil yang terjebak di antara serat lap bisa menggores permukaan tersebut.
Intinya, lap microfiber memang praktis buat merawat mobil, tetapi kebersihannya gak boleh disepelekan. Kalau jatuh ke tanah, jangan langsung digunakan kembali untuk mengelap bodi. Pisahkan dan gunakan untuk pekerjaan lain yang lebih sesuai agar cat mobil tetap terjaga.