Blog

Kenapa Harga Mobil di Tiap Negara Bisa Jauh Berbeda?

Published

on

Kalau kamu lagi iseng bandingin harga mobil antar negara, ada satu fakta yang hampir pasti bikin kaget, mobil yang sama, spek mirip, tapi harganya bisa beda jauh banget.

Bahkan bukan cuma beda puluhan juta, ini bisa sampai ratusan juta bahkan miliaran rupiah.

Contoh paling gampang, ambil Honda HR-V. Di Indonesia, SUV ini masih tergolong “realistis” buat dikejar. Tapi begitu lihat harga di Singapura… siap-siap kaget. Bisa tembus Rp 1 miliar lebih.

Padahal mobilnya ya itu-itu juga. Jadi, sebenarnya yang beda apaan?

Ternyata bukan mobilnya yang mahal, tapi ‘izin pakainya’.

Kalau di Indonesia, harga mobil memang sudah termasuk pajak. Tapi sistemnya masih cukup “bersahabat”. Pajak dihitung dari hal-hal kayak kapasitas mesin, emisi, dan kategori kendaraan.

Makanya Honda HR-V masih bisa dijual di kisaran ratusan juta.

Nah, cerita langsung beda jauh begitu masuk Singapura.

Di sana, sebelum kamu mikir beli mobil, kamu harus punya yang namanya COE (Certificate of Entitlement). Ini semacam “izin buat punya mobil” dan harganya bisa lebih mahal dari mobilnya sendiri.

Belum selesai, masih ada pajak impor, excise duty, Additional Registration Fee (ARF), dan biaya-biaya lain.

Jadi wajar kalau ujung-ujungnya harga Honda HR-V bisa melonjak gila-gilaan.

Kenapa dibikin mahal? Emang sengaja. Ini bukan soal “negara mahal” atau “brand matok harga tinggi”.

Honda HR-V Hybrid 2025

Di Singapura, mobil itu bukan kebutuhan utama, tapi privilege. Negara ini kecil, lahannya terbatas, dan kalau semua orang punya mobil, jalanan bakal langsung lumpuh total.

Jadi solusinya simpel, batasi jumlah mobil dengan cara bikin harganya mahal.

Sebaliknya di Indonesia, mobil masih dianggap sebagai alat mobilitas penting. Infrastruktur transportasi umum juga belum sepenuhnya merata.

Makanya regulasinya dibuat lebih “ramah”, supaya masyarakat tetap bisa punya kendaraan pribadi.

Belum lagi biaya hidupin mobilnya. Harga beli mahal di Singapura itu baru awal. Masih ada biaya parkir yang bisa mahal banget, pajak tahunan tinggi, COE ada masa berlaku (biasanya 10 tahun).

Artinya? Mobil bukan cuma mahal di awal, tapi juga mahal buat dipelihara.

Sementara di Indonesia, pajak relatif lebih ringan, mobil bisa dipakai selama kamu mau, biaya kepemilikan masih lebih masuk akal.

Menariknya, walaupun sama-sama Honda HR-V, bukan berarti semuanya identik. Di beberapa negara, fitur keselamatan bisa beda, setting mesin bisa disesuaikan regulasi, varian yang dijual juga bisa gak sama.

Tapi tetap aja, perbedaan ini gak cukup buat menjelaskan selisih harga sampai miliar an. Faktor utamanya tetap regulasi dan pajak.

Di sisi lain, produksi lokal juga kasih pengaruh. Di Indonesia, banyak mobil (termasuk beberapa model Honda) dirakit secara lokal. Ini bikin biaya produksi bisa ditekan, dan ujungnya harga jual lebih kompetitif.

Sementara di Singapura, hampir semua mobil adalah impor. Artinya? Tambah lagi biaya logistik plus pajak masuk.

Jadi lain kali lihat harga mobil di luar negeri yang “gila”, jangan langsung mikir “Wah, mahal banget mobilnya.”

Bisa jadi… yang mahal itu bukan mobilnya, tapi hak buat punya mobilnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending

Exit mobile version