Blog
Harga Mobil Paling Murah di Negara Mana Sih?
Harga mobil di setiap negara beda-beda, ada yang murah, sampai mahal banget.
Punya mobil itu kelihatannya simpel. Tinggal beli, isi bensin, lalu dipakai harian. Tapi kalau dibandingkan antar negara, ceritanya bisa jauh berbeda. Di beberapa tempat, punya mobil terasa ringan. Di tempat lain, justru jadi barang mewah.
Hal ini bukan cuma soal harga mobilnya saja. Banyak faktor lain yang ikut main, mulai dari pajak, harga bahan bakar, sampai biaya parkir dan asuransi. Makanya, total biaya punya mobil di tiap negara bisa beda jauh.
Kalau melihat data dari lembaga seperti World Bank dan OECD, negara seperti Amerika Serikat termasuk yang paling “ramah” untuk punya mobil. Harga mobil di sana relatif terjangkau dibanding pendapatan, ditambah harga bensin yang masih lebih murah dibanding banyak negara lain. Infrastruktur jalan juga mendukung, jadi mobil memang jadi kebutuhan utama.
Selain itu, China juga mulai masuk kategori negara dengan biaya kepemilikan mobil yang kompetitif. Banyaknya pilihan mobil lokal dengan harga terjangkau, ditambah dukungan besar untuk mobil listrik, bikin masyarakat punya lebih banyak opsi. Meski begitu, di kota besar seperti Beijing atau Shanghai, biaya pelat nomor bisa sangat mahal karena sistem kuota.
Di sisi lain, ada negara yang justru terkenal mahal untuk punya mobil. Contoh paling ekstrem adalah Singapura. Di sini, beli mobil tidak cukup hanya punya uang untuk unitnya saja. Ada biaya tambahan seperti Certificate of Entitlement (COE) yang harganya bisa lebih mahal dari mobil itu sendiri. Alhasil, harga mobil di sana bisa melonjak berkali-kali lipat.

Hal serupa juga terlihat di Norwegia, meski dengan pendekatan berbeda. Pajak untuk mobil bensin dan diesel cukup tinggi karena faktor emisi. Tapi uniknya, mobil listrik justru dimanjakan dengan berbagai insentif, sehingga bisa jadi jauh lebih murah untuk dimiliki.
Kalau melihat Indonesia, posisinya ada di tengah. Ada pilihan mobil yang relatif terjangkau, terutama di segmen entry-level. Tapi di sisi lain, pajak seperti PPnBM, harga BBM, dan biaya lain tetap bikin kepemilikan mobil tidak bisa dibilang murah.
Dari sini kelihatan, murah atau mahalnya punya mobil itu sangat dipengaruhi kebijakan masing-masing negara. Di tempat yang ingin mendorong penggunaan mobil, biayanya dibuat ringan. Sebaliknya, di negara yang ingin membatasi jumlah kendaraan, biaya kepemilikan justru dibuat tinggi.
Jadi, kalau ditanya negara mana yang paling murah punya mobil, jawabannya bukan cuma soal harga kendaraan. Tapi gabungan dari banyak faktor yang akhirnya menentukan apakah mobil itu jadi kebutuhan… atau kemewahan.