Blog
Gen Z Mau Punya Mobil, Cicilan yang Ideal Berapa Sih?
Buat banyak Gen Z yang baru mulai kerja, punya mobil masih jadi salah satu target finansial. Alasannya macam-macam, mulai dari biar lebih praktis buat ngantor, bisa dipakai jalan sama keluarga, sampai mendukung pekerjaan yang butuh mobilitas tinggi.
Masalahnya, jangan sampai semangat mau punya mobil malah bikin keuangan boncos gara-gara cicilan terlalu besar.
Jangan Sampai Gaji Habis Buat Bayar Mobil
Masih banyak yang mikir, selama cicilan lolos pengajuan leasing berarti aman. Padahal belum tentu.
Soalnya, biaya punya mobil bukan cuma cicilan bulanan. Masih ada bensin, tol, parkir, servis berkala, pajak tahunan, sampai asuransi. Kalau cicilan terlalu besar, ujung-ujungnya malah pusing sendiri tiap akhir bulan.
Makanya, banyak perencana keuangan menyarankan porsi cicilan kendaraan maksimal sekitar 15-20 persen dari penghasilan bulanan. Kalau masih punya cicilan lain, total seluruh utang idealnya gak lebih dari 30-35 persen dari gaji.
Simulasi Biar Gampang Ngebayangin
Misalnya gaji kamu Rp 8 juta per bulan.
Kalau mengikuti batas 20 persen, berarti cicilan mobil idealnya sekitar Rp 1,6 juta per bulan.
Dengan angka segitu, pilihan mobil bekas atau mobil baru di kelas LCGC masih cukup realistis, apalagi kalau uang mukanya lumayan besar.
Kalau gaji Rp 10 juta, cicilan sekitar Rp 2 juta per bulan juga masih tergolong sehat. Pilihan mobilnya pun jadi lebih banyak.

Sebaliknya, kalau memaksakan cicilan Rp 4 juta dari gaji Rp 8 juta, hampir separuh penghasilan bakal habis cuma buat mobil. Belum lagi kalau ada kebutuhan lain seperti kos, makan, internet, atau nongkrong.
Banyak orang fokus cari DP paling kecil supaya cepat bawa pulang mobil.
Padahal, kalau punya tabungan lebih, DP yang lebih besar justru bikin cicilan bulanan turun. Total bunga yang dibayar juga biasanya lebih kecil.
Artinya, kondisi keuangan bakal jauh lebih aman dalam jangka panjang.
Jangan Lupa Hitung Biaya Operasional
Sebelum tanda tangan kontrak kredit, coba hitung juga biaya yang bakal keluar setiap bulan.
Misalnya, cicilan, bensin atau biaya charging buat mobil listrik, tol, parkir, servis berkala, dana darurat kalau ada komponen yang harus diganti.
Kalau semua biaya itu masih nyaman dibayar tanpa harus ngorbanin kebutuhan sehari-hari atau tabungan, berarti kondisi finansialmu masih cukup sehat.
Buat Gen Z, punya mobil memang bisa jadi pencapaian yang membanggakan. Tapi, jangan sampai pilih mobil cuma karena gengsi atau FOMO.
Lebih baik mulai dari mobil yang sesuai kemampuan finansial. Setelah penghasilan naik dan kondisi keuangan makin stabil, baru deh naik kelas ke mobil yang lebih besar atau fiturnya lebih lengkap.
Ingat, tujuan punya mobil itu bikin hidup lebih nyaman, bukan malah bikin tiap tanggal tua jadi waswas lihat saldo rekening.