Blog

Fast Charging Mobil Listrik Ibarat Makanan Cepat Saji

Published

on

Nunggu mobil listrik dicas di rest area, sambil ngemil makanan bukan jadi hal yang menyenangkan. Makanya, banyak pemilik mobil listrik memilih SPKLU fast charging supaya baterai bisa terisi dan jarak tempuh bertambah dalam waktu singkat.

Namun, ada alasan kenapa pengisian daya supercepat sebaiknya gak selalu jadi pilihan utama. Bukan cuma karena tarifnya bisa jauh lebih mahal dibandingkan mengecas di rumah. Terlalu sering menggunakan fast charging juga berpotensi mempercepat penurunan kesehatan baterai.

Bahkan, Tesla menyarankan pemilik mobilnya untuk lebih sering mengecas di rumah dan menggunakan jaringan Supercharger saat melakukan perjalanan jauh. Tesla juga menyarankan agar pengisian sampai 100 persen dilakukan ketika memang dibutuhkan, misalnya sebelum perjalanan panjang. Sebaliknya, jangan terlalu sering membiarkan kapasitas baterai turun sampai terlalu rendah.

Terus, seberapa penting kebiasaan tersebut buat menjaga baterai mobil listrik?

Idealnya, Isi Daya dari 10 sampai 80 Persen

Saat baterai mobil listrik dicas, ion lithium bergerak menuju elektroda grafit di dalam sel baterai. Pengisian cepat membuat proses ini berlangsung lebih singkat.

Masalahnya, proses tersebut bisa membuat sebagian lithium menumpuk di permukaan elektroda. Fenomena ini dikenal sebagai lithium plating. Kalau terjadi, jumlah lithium yang bisa digunakan untuk menyimpan energi berpotensi berkurang secara permanen.

Selain itu, fast charging juga menghasilkan panas. Kenaikan suhu yang tinggi bisa mempercepat penuaan baterai.

Itulah salah satu alasan beberapa mobil listrik punya fitur battery preconditioning sebelum pengisian daya. Sistem ini membantu menyiapkan suhu baterai agar proses pengisian berlangsung lebih optimal.

Kecepatan pengisian juga gak selalu sama dari awal sampai akhir. Bahkan, mobil listrik yang punya kemampuan pengisian hingga 320 kW, seperti Porsche Taycan, hanya bisa mencapai daya puncak tersebut dalam waktu singkat, maksimal sekitar lima menit.

Karena itu, pabrikan biasanya mencantumkan waktu pengisian dari 10 atau 20 persen sampai 80 persen. Di luar rentang tersebut, kecepatan pengisian umumnya diturunkan untuk menjaga kondisi baterai.

Mengisi daya sampai 100 persen juga bisa memberikan tekanan tambahan pada sel baterai, terutama kalau dilakukan terlalu sering.

Fast Charging Ibarat Makanan Cepat Saji

Dampak pengisian cepat terhadap baterai juga terlihat dalam studi Geotab pada 2026. Penelitian yang melibatkan hampir 23.000 mobil listrik itu menemukan, kendaraan yang rutin menggunakan pengisian DC di atas 100 kW mengalami penurunan kapasitas baterai hingga 3 persen per tahun.

Sementara itu, mobil listrik yang lebih sering menggunakan pengisian dengan daya lebih rendah mengalami penurunan kapasitas sekitar 1,5 persen per tahun.

Kapasitas baterai yang berkurang tentu berpengaruh terhadap jarak tempuh mobil listrik. Semakin kecil energi yang bisa disimpan, semakin pendek pula jarak yang bisa ditempuh dalam sekali pengisian.

Lantas, apakah pemilik mobil listrik harus menghindari fast charging dan pengisian sampai 100 persen sepenuhnya? Gak juga.

Anggap saja fast charging seperti makanan cepat saji atau cokelat. Sesekali boleh dikonsumsi, apalagi ketika sedang terburu-buru. Namun, kalau jadi kebiasaan setiap hari, tentu kurang baik buat kesehatan.

Begitu juga dengan mobil listrik. Fast charging tetap berguna ketika perjalanan jauh atau saat butuh tambahan daya dalam waktu singkat. Namun, kalau punya fasilitas pengisian di rumah dan berencana memakai mobil dalam jangka panjang, mengecas dengan daya lebih rendah bisa jadi pilihan yang lebih bijak.

Hal serupa berlaku untuk pengisian sampai 100 persen. Baterai LFP (lithium iron phosphate) memang lebih toleran terhadap pengisian penuh dibandingkan NMC (nickel manganese cobalt).

Meski begitu, baterai NMC juga masih boleh sesekali dicas sampai penuh. Jadi, pemilik mobil listrik gak perlu terlalu khawatir selama pengisian 100 persen dilakukan sesuai kebutuhan dan rekomendasi pabrikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending

Exit mobile version