Blog

BMW dan Alpina Sekarang Satu Atap, Apa Masih Punya Karakter?

Published

on

BMW dan Alpina sekarang satu atap. Tapi pabrikan German itu mencoba mempertahankan karakter khas Alpina lewat konsep terbaru mereka.

Dulu, logo M di belakang mobil BMW itu punya aura spesial banget. Kalau sudah ada badge Alpina, levelnya bahkan bisa dibilang di atas itu lagi.

Masalahnya sekarang, BMW mulai terlalu gampang nempel badge M ke banyak model demi ngejar penjualan. Karena itu, banyak pecinta otomotif mulai khawatir setelah BMW resmi mengakuisisi penuh Alpina. Takutnya, identitas Alpina malah jadi “BMW biasa yang dikasih badge mahal”.

Nah, lewat konsep terbaru bernama Vision BMW Alpina, BMW akhirnya kasih gambaran soal masa depan brand legendaris itu.

Mobil konsep ini bakal debut di ajang Concorso d’Eleganza Villa d’Este 2026 dan jadi preview arah baru Alpina setelah resmi masuk penuh ke bawah BMW.

BMW bilang, konsep ini tetap pegang tiga DNA utama Alpina sejak dulu, kencang, nyaman, dan elegan. Dan itu penting banget. Soalnya Alpina dari dulu memang beda karakter dibanding BMW M.

Kalau BMW M identik dengan mobil agresif buat ngejar lap time dan tikungan, Alpina lebih ke mobil cepat yang santai dipakai harian. Powerful, tapi tetap nyaman dan classy.

Makanya desain Vision BMW Alpina ini juga beda. Mobilnya panjang banget, hampir 5,2 meter. Jauh dari kesan mobil track-day yang kecil dan galak.

Siluetnya mirip grand tourer lawas, dengan kap mesin panjang, posisi bodi rendah, dan atap coupe yang melandai ke belakang.

Di bagian depan masih ada kidney grille khas BMW, tapi desainnya dibuat lebih halus dan futuristis. Banyak yang mungkin ngira mobil ini full listrik, tapi ternyata Alpina malah tetap pakai mesin V8.

Dan itu jadi sinyal penting. Artinya BMW masih ngerti kalau karakter Alpina tidak bisa dilepas begitu saja dari mesin besar yang halus tapi bertenaga.

Memang belum ada detail lengkap soal mesinnya. Tapi kemungkinan besar pakai basis V8 4.4-liter twin-turbo milik BMW yang sekarang dipakai di BMW M5, lalu dirombak lagi khas Alpina.

Bahasa desain mobil ini juga dibuat kalem, elegan, dan baru kelihatan keren kalau diperhatikan lebih detail. BMW menyebut konsep ini sebagai “second read sophistication”.

Ada sentuhan desain klasik ala BMW 507, shark nose khas BMW lawas, sampai velg 20-spoke yang tampil clean tapi mewah.

Jujur saja, buat ukuran desain BMW modern, mobil ini termasuk salah satu yang paling enak dilihat dalam beberapa tahun terakhir.

Masuk ke interior, nuansanya juga sama, minimalis tapi mewah.

Hampir semua kontrol memang sudah digital dan masuk ke layar, tapi tampilannya tetap bersih. Bahkan mungkin terlalu clean buat sebagian orang.

Ada material kristal di beberapa tombol, grafis khusus Alpina, kulit premium dari wilayah Alpine, sampai fitur yang mungkin paling tidak penting tapi keren: gelas kristal yang muncul otomatis dari konsol belakang, lengkap dengan botol air kaca.

Overkill? Jelas. Tapi justru itu khas Alpina.

BMW juga bilang filosofi lama Alpina masih dipertahankan, “A comfortable driver is a faster driver”.

Karena itu, mode Comfort+ khas Alpina tetap dipertahankan dan dibuat lebih lembut dibanding setting BMW biasa.

Ini jadi kabar bagus buat penggemar Alpina yang takut brand ini nantinya malah berubah jadi BMW M versi lebih mahal.

Rencananya, mobil produksi pertama BMW Alpina bakal meluncur tahun depan dan basisnya dari BMW Seri 7.

Kalau lihat konsep ini, setidaknya BMW kelihatan masih paham apa yang bikin Alpina dicintai selama ini.

Tinggal pertanyaannya satu, bisakah BMW mempertahankan “jiwa” Alpina saat semuanya sekarang ada di bawah satu atap?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending

Exit mobile version