Blog

Benarkah Baterai Mobil Listrik Harus Diganti Setelah 8 Tahun?

Published

on

Salah satu hal yang masih bikin calon pembeli mobil listrik ragu adalah soal usia baterai. Apalagi, biaya penggantian baterai kerap dianggap mahal sehingga muncul anggapan bahwa pemilik mobil listrik harus menyiapkan dana besar setelah kendaraan berusia 8 tahun.

Anggapan ini gak sepenuhnya tepat. Pasalnya, usia garansi baterai tidak otomatis menjadi batas usia pakai baterai tersebut.

Baterai mobil listrik memang bisa mengalami penurunan kemampuan menyimpan energi seiring waktu dan pemakaian. Tapi, bukan berarti baterai harus langsung diganti begitu melewati usia tertentu.

Garansi 8 Tahun Bukan Berarti Baterai Kedaluwarsa

Angka 8 tahun cukup sering muncul ketika membahas garansi baterai mobil listrik. Namun, ketentuan garansi setiap merek dan model kendaraan bisa berbeda.

Garansi merupakan perlindungan dari pabrikan selama periode dan kondisi tertentu. Cakupannya bisa meliputi kerusakan baterai atau penurunan kapasitas hingga batas yang ditentukan dalam ketentuan garansi.

Artinya, ketika masa garansi berakhir, baterai tidak otomatis rusak atau kehilangan kemampuannya untuk menyimpan energi.

Baterai yang sudah berusia lebih dari 8 tahun masih bisa digunakan selama kondisinya layak dan mampu memenuhi kebutuhan berkendara pemiliknya.

Sebaliknya, kondisi baterai juga perlu diperhatikan meski usia kendaraan belum mencapai 8 tahun, terutama jika muncul gejala yang tidak biasa.

Karena itu, pemilik mobil listrik sebaiknya memeriksa ketentuan garansi sesuai model kendaraan, termasuk durasi, batas kilometer, dan ketentuan kapasitas baterai yang ditanggung.

Kenapa Kapasitas Baterai Bisa Menurun?

Sama seperti baterai pada perangkat elektronik, baterai mobil listrik juga mengalami degradasi atau penurunan kemampuan menyimpan energi.

Seiring waktu dan siklus pengisian daya, kapasitas energi yang bisa disimpan baterai dapat berkurang dibandingkan ketika masih baru.

Dampaknya, jarak tempuh mobil dalam sekali pengisian daya bisa ikut menurun. Meski begitu, perubahan jarak tempuh gak selalu disebabkan oleh kondisi baterai karena suhu lingkungan, kecepatan berkendara, penggunaan AC, kondisi jalan, dan gaya mengemudi juga berpengaruh.

Kecepatan penurunan kapasitas baterai pun gak sama pada setiap mobil. Faktor yang memengaruhinya antara lain jenis dan desain baterai, suhu operasional, pola pengisian daya, serta intensitas pemakaian kendaraan.

Jadi, gak tepat jika semua baterai mobil listrik dianggap memiliki usia pakai yang sama.

Kapan Baterai Mobil Listrik Perlu Diganti?

Penggantian baterai umumnya dipertimbangkan ketika kondisinya sudah tidak memenuhi kebutuhan atau mengalami kerusakan yang memerlukan penggantian.

Misalnya, kapasitas baterai menurun cukup jauh sehingga jarak tempuh tidak lagi memadai bagi pemiliknya. Kondisi lain yang perlu diperiksa adalah munculnya peringatan sistem baterai atau gangguan yang terdeteksi saat pemeriksaan di bengkel.

Namun, penurunan kapasitas tidak selalu berarti seluruh baterai harus diganti. Tindakan perbaikan bergantung pada desain baterai, hasil diagnosis, ketersediaan komponen, dan rekomendasi pabrikan.

Pada kendaraan tertentu, teknisi mungkin dapat memperbaiki bagian yang bermasalah atau mengganti komponen tertentu. Sementara itu, kasus lain memang membutuhkan penggantian unit baterai.

Karena biaya dan prosedurnya bisa berbeda, pemeriksaan di bengkel resmi atau teknisi yang memiliki kompetensi menangani kendaraan listrik menjadi langkah penting sebelum memutuskan penggantian.

Bagaimana Cara Membuat Baterai Lebih Awet?

Ada beberapa kebiasaan yang bisa membantu menjaga kondisi baterai mobil listrik.

Pertama, ikuti rekomendasi pengisian daya dari pabrikan. Batas pengisian harian dan kebutuhan mengisi hingga 100 persen bisa berbeda, tergantung model dan jenis baterainya.

Kedua, hindari membiarkan baterai berada dalam kondisi sangat rendah terlalu lama. Jika mobil akan ditinggal dalam waktu lama, ikuti panduan penyimpanan yang diberikan pabrikan.

Ketiga, gunakan pengisian daya cepat atau fast charging sesuai kebutuhan dan petunjuk kendaraan. Pengisian cepat tidak otomatis membuat baterai rusak, tetapi pengaruhnya terhadap degradasi bergantung pada teknologi baterai, suhu, sistem pengelolaan termal, dan pola pemakaian.

Terakhir, lakukan pemeriksaan berkala sesuai jadwal perawatan. Pemeriksaan ini membantu mendeteksi gangguan dan mengetahui kondisi baterai berdasarkan sistem diagnostik kendaraan.

Jadi, Baterai Mobil Listrik Harus Diganti Setelah 8 Tahun?

Jawabannya, ya gak selalu. Angka 8 tahun sering berkaitan dengan masa garansi baterai, bukan batas pasti usia pakainya.

Baterai mobil listrik bisa tetap digunakan setelah masa garansi berakhir selama kondisinya masih layak. Waktu penggantian bergantung pada kesehatan baterai, kebutuhan berkendara, hasil pemeriksaan, serta ketentuan pabrikan.

Jadi, calon pembeli mobil listrik gak perlu langsung menganggap baterai harus diganti begitu kendaraan berusia 8 tahun. Yang lebih penting adalah memahami garansi, melakukan perawatan sesuai petunjuk, dan memeriksa kondisi baterai secara berkala.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending

Exit mobile version