Blog

Benar Gak Sih Bensin Oktan Tinggi Bikin Mobil Lebih Irit?

Published

on

Pernah merasa mobil bakal lebih irit kalau diisi bensin dengan angka oktan lebih tinggi? Misalnya, biasanya pakai RON 90, lalu beralih ke RON 92 atau RON 98 dengan harapan konsumsi BBM jadi lebih hemat.

Anggapan ini cukup sering ditemui di kalangan pemilik mobil. Apalagi, bensin dengan angka oktan tinggi kerap dianggap lebih bagus untuk mesin.

Padahal, bensin beroktan tinggi gak selalu bikin mobil lebih irit. Efeknya bergantung pada kebutuhan mesin dan spesifikasi kendaraan yang digunakan.

Apa Bedanya Bensin RON 90, 92, dan 98?

Sebelum membahas pengaruhnya terhadap konsumsi BBM, perlu dipahami dulu arti angka oktan atau Research Octane Number (RON).

RON menunjukkan kemampuan bensin menahan pembakaran yang tidak terkendali atau knocking di dalam mesin. Semakin tinggi angka RON, semakin besar ketahanan bahan bakar terhadap gejala tersebut.

Knocking bisa terjadi ketika campuran udara dan bahan bakar terbakar secara tidak semestinya di ruang bakar. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini berpotensi mengganggu performa dan merusak komponen mesin.

Karena itu, mesin dengan rasio kompresi tinggi atau yang menggunakan turbocharger bisa membutuhkan bensin dengan angka oktan lebih tinggi.

Namun, bukan berarti semua mobil otomatis lebih irit saat menggunakan bensin beroktan tinggi.

Kenapa Bensin Oktan Tinggi Belum Tentu Lebih Irit?

Setiap mesin dirancang dengan kebutuhan bahan bakar tertentu. Jika mobil memang membutuhkan RON tinggi, penggunaan bensin yang sesuai bisa membantu mesin bekerja sesuai rancangan pabrikan.

Sebaliknya, jika mesin dirancang untuk menggunakan RON lebih rendah, beralih ke bensin dengan angka oktan lebih tinggi belum tentu memberikan peningkatan efisiensi yang berarti.

Sebagai contoh, mobil yang sudah dirancang bekerja optimal dengan RON 92 belum tentu menjadi lebih irit ketika menggunakan RON 98.

Artinya, pengendara bisa saja membayar lebih mahal untuk setiap liter bensin tanpa mendapatkan penghematan konsumsi BBM yang sebanding.

Hasilnya juga bisa berbeda pada mobil yang merekomendasikan RON tinggi, tetapi tidak mewajibkannya. Dalam kondisi tertentu, penggunaan RON lebih tinggi mungkin memberikan sedikit peningkatan efisiensi atau performa. Namun, manfaat tersebut belum tentu cukup untuk menutupi selisih harga bahan bakar.

Boros bensin

Jangan Cuma Lihat Angka Oktan

Selain angka oktan, konsumsi BBM juga dipengaruhi banyak faktor lain. Gaya berkendara, kondisi lalu lintas, tekanan ban, beban kendaraan, hingga kondisi mesin bisa memengaruhi seberapa banyak bensin yang digunakan.

Misalnya, mobil yang sering dipacu dengan akselerasi mendadak atau terjebak macet bisa lebih boros dibandingkan mobil yang dikendarai dengan halus dalam kondisi lalu lintas lancar.

Jadi, kalau ingin menghemat BBM, mengganti bensin ke RON yang lebih tinggi bukan satu-satunya hal yang perlu dilakukan.

Pengendara juga perlu memastikan tekanan ban sesuai rekomendasi, melakukan perawatan rutin, dan menghindari akselerasi serta pengereman yang berlebihan.

Jadi, Harus Pakai Bensin Oktan Berapa?

Cara paling aman adalah mengikuti rekomendasi bahan bakar dari pabrikan kendaraan. Informasi ini biasanya tersedia di buku manual atau label di sekitar tutup tangki bensin.

Jangan sengaja menggunakan bensin dengan RON di bawah ketentuan hanya karena harganya lebih murah. Pada mesin yang membutuhkan oktan lebih tinggi, bahan bakar yang tidak sesuai berisiko memicu knocking, menurunkan performa, dan dalam kondisi tertentu menyebabkan kerusakan.

Sebaliknya, gak perlu buru-buru memilih bensin dengan RON paling tinggi jika mesin kendaraan memang tidak membutuhkannya.

Kesimpulannya, bensin oktan tinggi bukan jaminan mobil lebih irit. Yang paling penting adalah memilih bahan bakar sesuai spesifikasi mesin agar performa tetap optimal tanpa mengeluarkan biaya BBM yang gak perlu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending

Exit mobile version