Blog

Beli Mobil Cash atau Kredit, Mana yang Lebih Untung?

Published

on

Pertanyaan ini hampir selalu muncul setiap ada orang yang mau beli mobil pertama.

“Enakan bayar cash atau kredit, ya?”

Jawabannya ternyata balik lagi ke kondisi keuangan dan kebutuhan masing-masing.

Ada yang merasa lebih tenang karena mobil langsung lunas. Ada juga yang justru memilih kredit supaya uang tabungannya enggak langsung habis.

Nah, biar gak bingung, coba lihat plus minusnya dulu.

Cash, Gak Punya Cicilan

Alasan paling sering orang memilih beli mobil secara cash tentu karena gak mau punya utang.

Begitu transaksi selesai, mobil langsung jadi milik sendiri. Gak ada lagi cicilan bulanan yang harus dipikirkan.

Selain itu, total uang yang dikeluarkan juga biasanya lebih kecil dibanding membeli secara kredit karena gak ada bunga.

Buat sebagian orang, rasa tenang seperti ini memang gak bisa diukur dengan angka.

Tapi Uang Tabungan Langsung Berkurang Banyak

Di sisi lain, beli mobil cash juga punya konsekuensi.

Misalnya harga mobil Rp 350 juta. Artinya, uang sebesar itu langsung keluar dalam satu waktu.

Kalau setelah beli mobil tabungan jadi tinggal sedikit, kondisi ini justru bisa bikin keuangan kurang sehat.

Belum lagi kalau tiba-tiba ada kebutuhan mendadak, seperti biaya rumah sakit, renovasi rumah, atau urusan keluarga lainnya.

Makanya, banyak perencana keuangan menyarankan jangan sampai seluruh tabungan habis hanya demi membeli mobil.

Kredit, Uang Bisa Dipakai Buat Hal Lain

Inilah alasan kenapa kredit masih jadi pilihan banyak orang.

Dengan uang muka yang lebih ringan, sisa dana bisa disimpan sebagai dana darurat, modal usaha, atau investasi.

Misalnya, seseorang sebenarnya punya uang Rp 400 juta.

Kalau semuanya dipakai buat beli mobil, tabungannya habis.

Tapi kalau memilih kredit dengan uang muka tertentu, masih ada dana yang bisa dipakai untuk kebutuhan lain.

Buat sebagian orang, strategi seperti ini justru terasa lebih nyaman.

Mobil baru atau bekas_Freepik

Tapi Jangan Lupa, Ada Bunga

Nah, yang perlu diingat, membeli mobil secara kredit tentu ada biaya tambahan.

Semakin lama tenor yang dipilih, biasanya total pembayaran juga akan semakin besar karena ada bunga yang harus dibayar.

Makanya, sebelum tanda tangan kontrak, hitung dulu total cicilan sampai lunas, jangan cuma melihat angsuran bulanannya saja.

Kadang cicilannya memang terlihat ringan, tapi kalau dijumlahkan, selisihnya bisa puluhan bahkan ratusan juta rupiah dibanding harga mobil.

Jangan Sampai Maksain

Apa pun metode pembayarannya, yang paling penting sebenarnya bukan soal cash atau kredit.

Yang lebih penting adalah jangan sampai membeli mobil di luar kemampuan.

Kalau memilih kredit, usahakan cicilan bulanan tetap sesuai kemampuan finansial dan gak mengganggu kebutuhan sehari-hari.

Sebaliknya, kalau memilih cash, pastikan masih punya dana darurat dan tabungan yang cukup setelah transaksi selesai.

Jadi, Mana yang Lebih Untung?

Kalau bicara total biaya, tentu beli cash lebih hemat karena gak ada bunga.

Tapi kalau bicara pengelolaan keuangan, kredit juga bukan pilihan yang salah, asalkan cicilannya masih sehat dan sesuai kemampuan.

Jadi, gak ada jawaban yang benar-benar mutlak.

Kalau kondisi keuangan memang memungkinkan dan membeli secara cash enggak menguras tabungan, tentu itu bisa jadi pilihan.

Tapi kalau ingin menjaga arus kas tetap aman dan punya dana cadangan, membeli mobil secara kredit juga sah-sah saja.

Yang penting, jangan beli mobil cuma karena gengsi atau ikut-ikutan. Soalnya, mobil seharusnya memudahkan aktivitas, bukan malah bikin pusing setiap akhir bulan saat tanggal cicilan tiba.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending

Exit mobile version