Blog
BBM Makin Sulit Dicari, Ini Cara Bikin Mobil Lebih Irit di Jalan
Kondisi BBM yang belakangan lebih sulit ditemukan di sejumlah wilayah membuat pengendara harus lebih pintar mengatur pemakaian bahan bakar.
Apalagi buat yang setiap hari menggunakan mobil untuk bekerja atau beraktivitas. Ketika antrean SPBU mengular dan pengisian BBM gak bisa dilakukan seperti biasanya, konsumsi bahan bakar menjadi hal yang perlu diperhatikan.
Sebenarnya, ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa dilakukan supaya mobil lebih irit saat digunakan sehari-hari. Cara ini gak selalu membutuhkan modifikasi atau perangkat tambahan.
Jangan Sering Gas dan Rem Mendadak
Salah satu kebiasaan yang cukup berpengaruh terhadap konsumsi BBM adalah gaya berkendara.
Terlalu sering menginjak pedal gas dalam-dalam kemudian mengerem mendadak membuat mesin bekerja lebih berat. Setelah itu, mobil kembali harus berakselerasi dari kecepatan rendah.
Sebisa mungkin, jaga kecepatan tetap stabil dan manfaatkan momentum mobil ketika kondisi lalu lintas memungkinkan.
Bukan berarti harus berkendara sangat pelan, tetapi hindari kebiasaan mengejar kecepatan kemudian melakukan pengereman secara mendadak.
Jangan Biarkan Mesin Menyala Terlalu Lama Saat Berhenti
Saat antre panjang, pengemudi sering kali membiarkan mesin tetap menyala sambil menunggu.
Kalau hanya sebentar tentu bukan masalah besar. Namun, ketika antrean berlangsung lama, mesin yang terus menyala tetap mengonsumsi BBM meski mobil gak bergerak.
Kalau kondisinya memungkinkan dan aman, mesin bisa dimatikan ketika harus berhenti cukup lama.
Tetapi jangan sampai terlalu sering mematikan dan menyalakan mesin dalam jeda yang sangat singkat karena manfaat penghematannya bisa gak signifikan.

Periksa Tekanan Ban
Tekanan ban juga jangan disepelekan.
Ban yang kekurangan angin membuat hambatan gulir semakin besar. Akibatnya, mesin membutuhkan tenaga lebih untuk menggerakkan mobil.
Karena itu, pastikan tekanan ban sesuai rekomendasi pabrikan. Informasinya biasanya bisa ditemukan di pilar pintu pengemudi atau buku manual kendaraan.
Gak perlu sengaja mengurangi atau menambah tekanan ban demi mengejar konsumsi BBM. Ikuti saja angka yang direkomendasikan.
Kurangi Barang yang Gak Perlu
Kalau di bagasi masih ada barang-barang berat yang sebenarnya jarang digunakan, sebaiknya dikeluarkan.
Semakin berat kendaraan, semakin besar pula tenaga yang dibutuhkan untuk menggerakkannya, terutama saat berakselerasi.
Memang, mengeluarkan beberapa barang dari bagasi gak akan langsung membuat konsumsi BBM berubah drastis. Namun, mengurangi beban yang gak diperlukan tetap bisa membantu efisiensi, terutama jika dilakukan terus-menerus.

Gunakan AC Secukupnya
AC juga mengambil energi dari mesin pada mobil bermesin konvensional.
Bukan berarti harus mematikan AC sepanjang perjalanan. Justru, pengemudi tetap harus mempertimbangkan kenyamanan dan keselamatan.
Namun, hindari menyetel AC terlalu dingin ketika kondisi kabin sebenarnya sudah nyaman. Pastikan juga filter kabin dan sistem AC dirawat secara berkala supaya kerjanya tetap optimal.
Jangan Menunggu Mesin Bermasalah
Mobil yang jarang dirawat juga berpotensi mengalami penurunan efisiensi.
Filter udara yang kotor, tekanan ban yang gak sesuai, oli yang sudah waktunya diganti, sampai gangguan pada sistem pembakaran bisa memengaruhi kerja mesin.
Karena itu, servis berkala tetap penting meskipun tujuan utamanya sedang menghemat BBM.
Jangan sampai karena ingin menghemat biaya, perawatan justru ditunda dan akhirnya konsumsi BBM semakin boros atau muncul kerusakan yang biayanya lebih besar.
Atur Rute Sebelum Berangkat
Terakhir, coba rencanakan perjalanan sebelum berangkat.
Rute yang lebih pendek belum tentu selalu lebih hemat kalau jalannya macet total. Sebaliknya, sedikit memutar tetapi lalu lintasnya lebih lancar bisa saja membuat waktu perjalanan dan konsumsi BBM lebih rendah.
Kalau harus mengunjungi beberapa tempat, usahakan susun rute agar perjalanan gak bolak-balik.
Di tengah kondisi BBM yang lebih sulit dicari, kebiasaan sederhana seperti ini bisa membantu mengurangi frekuensi mampir ke SPBU.
Intinya, menghemat BBM gak harus selalu dilakukan dengan mengubah mobil. Cara berkendara, kondisi kendaraan, beban, sampai perencanaan perjalanan punya peran dalam menentukan seberapa cepat bahan bakar habis.
Dengan begitu, ketika harus menghadapi antrean SPBU atau stok BBM yang gak selalu tersedia, jarak tempuh dari satu pengisian ke pengisian berikutnya bisa dibuat lebih panjang.