Blog

Ban Mobil Sudah 5 Tahun, Masih Aman Dipakai atau Harus Ganti?

Published

on

Ada anggapan kalau ban mobil yang usianya sudah lebih dari lima tahun harus segera diganti, meskipun mobilnya jarang dipakai. Aturan ini cukup populer dan sering jadi patokan pemilik kendaraan.

Padahal, ban tetap bisa mengalami penuaan meski mobil lebih sering parkir di garasi. Untuk mengecek umurnya juga gampang. Tinggal lihat kode empat angka di dinding ban. Dua angka pertama menunjukkan minggu produksi, sedangkan dua angka terakhir menunjukkan tahun pembuatannya.

Jadi, apakah ban yang sudah berumur lima tahun pasti harus diganti?

Aturan lima tahun memang masih bisa dijadikan patokan, tetapi bukan berarti semua ban wajib langsung diganti begitu melewati usia tersebut. Dalam kondisi tertentu, ban masih bisa digunakan sampai enam, tujuh tahun, atau bahkan lebih.

Meski begitu, setelah melewati usia lima tahun, kondisi ban perlu lebih sering diperhatikan. Jangan cuma melihat ketebalan tapaknya, karena karet ban juga bisa menua seiring waktu.

Beli Ban Baru, Perhatikan Tahun Produksinya

Saat membeli ban, jangan langsung menganggap semua ban yang dijual sebagai barang baru pasti baru diproduksi. Ban yang belum pernah dipakai pun tetap mengalami penuaan selama disimpan.

Karena itu, sebaiknya pilih ban dengan tanggal produksi paling baru. Misalnya, kalau membeli ban pada 2026, idealnya pilih ban yang diproduksi dalam tiga bulan terakhir, yakni Juli sampai September. Ban produksi Maret atau April juga masih bisa dipertimbangkan.

Sebaliknya, kalau memilih ban produksi akhir 2025, artinya sebagian usia pakainya sudah terlewati sebelum ban tersebut dipasang di mobil.

Ban dengan tahun produksi lebih lama bukan berarti gak boleh dibeli. Namun, konsumen sebaiknya mendapat potongan harga karena usia ban sudah berjalan meski belum digunakan.

Ban Bisa Menua Meski Mobil Jarang Dipakai

Karet ban punya masa pakai. Seiring bertambahnya usia, materialnya bisa mengalami perubahan dan memunculkan retakan kecil.

Awalnya, retakan tersebut bisa sangat halus dan sulit dilihat. Namun, lama-kelamaan retakan bisa makin jelas, terutama di bagian dinding ban atau sidewall.

Kalau sudah terlihat retak, sebaiknya segera ganti ban. Sebab, kerusakan pada bagian ini bisa mengganggu kekuatan ban dan meningkatkan risiko pecah saat digunakan.

Proses penuaan ini berkaitan dengan bahan dan proses pembuatan ban. Salah satunya adalah proses curing, yang melibatkan senyawa karet. Seiring waktu, material tersebut bisa mengalami penurunan kualitas akibat proses thermo-oxidative degradation.

Sederhananya, oksigen perlahan bisa merusak senyawa karet pada ban. Ada juga beberapa faktor lain yang bikin proses penuaan berlangsung lebih cepat.

Cuaca panas menjadi salah satunya. Kalau mobil sering digunakan di daerah dengan paparan matahari tinggi dan melewati aspal yang panas, kondisi ban sebaiknya lebih sering diperiksa.

Ban yang disimpan di gudang gelap pun tetap menua, hanya saja prosesnya lebih lambat. Hal yang sama berlaku untuk ban serep, meskipun tersimpan rapi di bagasi.

Sementara itu, ban serep yang dipasang di bagian luar atau kolong mobil perlu perhatian ekstra. Sebab, posisinya lebih mudah terkena panas matahari, hujan, debu, dan kotoran jalan.

Tekanan angin juga berpengaruh. Ban yang kekurangan tekanan akan menghasilkan panas lebih tinggi saat berputar. Selain itu, paparan ozon, sinar ultraviolet, dan lingkungan dengan kadar garam tinggi juga bisa mempercepat penuaan ban.

Faktor lingkungan ini bukan cuma perlu diperhatikan pemilik mobil yang tinggal dekat pantai. Daerah yang menggunakan garam untuk mencairkan es di jalan juga punya risiko serupa.

Kapan Ban Harus Diganti?

Sejumlah produsen ban punya rekomendasi soal pemeriksaan dan penggantian ban berdasarkan usia.

Michelin menyarankan ban yang sudah berumur lima tahun diperiksa oleh tenaga profesional setidaknya satu kali dalam setahun.

Sementara itu, usia enam sampai delapan tahun dianggap sebagai periode dengan risiko lebih tinggi. Pada rentang usia tersebut, ban disarankan diperiksa setidaknya dua kali dalam setahun.

Produsen juga sangat menyarankan penggantian ban saat memasuki usia delapan sampai 10 tahun. Bahkan, ban wajib diganti ketika sudah mencapai usia 10 tahun.

Saat memeriksa ban, teknisi biasanya gak cuma melihat ketebalan tapaknya. Bagian sidewall atau dinding ban juga diperiksa untuk mencari retakan, karena bagian ini ikut menahan beban kendaraan.

Setelah itu, pemeriksaan dilanjutkan ke bagian crown dan tapak ban untuk melihat retakan atau kerusakan akibat benda asing. Area shoulder, yaitu bagian pertemuan antara dinding ban dan tapak, juga gak luput dari pemeriksaan. Bagian dalam ban pun bisa ikut dicek.

Mengganti ban setiap lima tahun mungkin terasa boros, apalagi kalau kondisi tapaknya masih tebal. Namun, untuk mobil yang menempuh jarak sekitar 15.000 mil atau 24.140 km per tahun, ketebalan tapak ban biasanya sudah mencapai batas penggantian yang diwajibkan secara hukum sebelum usia lima tahun.

Sebaliknya, mobil yang hanya menempuh sekitar 5.000 mil atau 8.047 km per tahun, atau bahkan kurang, bisa saja masih punya tapak ban tebal meskipun usianya sudah cukup tua.

Jadi, jangan cuma mengandalkan usia atau ketebalan tapak untuk menentukan kondisi ban. Setelah berumur lima tahun, pemeriksaan sebaiknya lebih rutin. Kalau sudah muncul retakan atau tanda kerusakan, jangan menunggu sampai ban bermasalah di jalan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending

Exit mobile version