Blog

AC Mobil Listrik Bikin Jarak Tempuh Cepat Berkurang?

Published

on

Kalau naik mobil listrik, AC jadi salah satu fitur yang paling sering dipakai. Apalagi kalau cuaca lagi panas-panasnya, rasanya gak mungkin berkendara tanpa menyalakan AC.

Tapi ada satu pertanyaan yang sering muncul, kalau AC terus nyala, jarak tempuh mobil listrik jadi lebih cepat berkurang gak?

Jawabannya, iya, penggunaan AC memang mengambil energi dari baterai. Tapi bukan berarti setiap kali AC dinyalakan, jarak tempuh langsung anjlok drastis.

AC Memang Pakai Energi dari Baterai

Pada mobil bensin, AC menggunakan tenaga dari mesin. Sementara pada mobil listrik, sistem pendingin kabin membutuhkan energi listrik.

Artinya, ketika AC dinyalakan, sebagian energi baterai dipakai untuk menjaga kabin tetap dingin.

Besarnya konsumsi juga gak selalu sama. Saat mobil baru dinyalakan dalam kondisi kabin sangat panas, misalnya setelah parkir di bawah matahari, sistem AC biasanya bekerja lebih keras untuk menurunkan suhu.

Setelah kabin sudah dingin dan suhu yang diinginkan tercapai, kebutuhan energinya bisa lebih rendah.

Jangan Cuma Salahkan AC

Kalau jarak tempuh mobil listrik terasa lebih cepat berkurang, jangan langsung menganggap AC sebagai biang keladinya.

Ada banyak faktor lain yang ikut memengaruhi konsumsi energi, seperti kecepatan, gaya mengemudi, kondisi lalu lintas, tekanan ban, beban kendaraan, sampai kondisi jalan.

Berkendara dengan kecepatan tinggi di jalan tol misalnya, biasanya membutuhkan energi lebih besar dibandingkan melaju santai dengan kecepatan rendah.

Jadi, kalau konsumsi baterai terasa lebih boros saat perjalanan jauh, penyebabnya bisa merupakan gabungan dari beberapa faktor.

GPS tracker di mobil

Parkir di Bawah Matahari Bikin AC Kerja Lebih Keras

Nah, ini yang cukup sering terjadi di Indonesia.

Mobil diparkir beberapa jam di bawah matahari, begitu masuk kabin rasanya seperti oven. AC pun langsung disetel dingin dan kipas maksimal.

Dalam kondisi seperti ini, sistem pendingin harus bekerja lebih keras untuk menurunkan temperatur kabin.

Karena itu, kalau memungkinkan, parkir di tempat teduh atau gunakan pelindung kaca. Sebelum jalan, buka pintu atau kaca sebentar untuk membantu mengeluarkan udara panas dari kabin.

Setelah itu baru nyalakan AC dan mulai berkendara.

Jadi, Harus Matikan AC Biar Hemat Baterai?

Gak perlu juga.

Kalau cuaca panas, mematikan AC hanya demi mengejar jarak tempuh malah bikin perjalanan gak nyaman.

Lebih baik gunakan AC secara normal dan atur suhunya dengan wajar. Gak perlu terus-terusan disetel pada suhu paling rendah.

Yang juga penting, jangan hanya fokus pada AC. Cara mengemudi yang halus, menjaga tekanan ban sesuai rekomendasi, dan menghindari akselerasi atau pengereman yang berlebihan juga bisa membantu penggunaan energi lebih efisien.

Jadi, AC memang bisa mengurangi jarak tempuh mobil listrik karena menggunakan energi baterai, tapi bukan berarti harus dimatikan supaya mobil lebih irit.

Apalagi di Indonesia, kenyamanan dan visibilitas saat berkendara tetap lebih penting. Tinggal atur penggunaannya dengan bijak supaya kabin tetap nyaman tanpa membuat konsumsi energi berlebihan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending

Exit mobile version